Berita Unggulan

Rubrik Pilihan

Biaya Pendidikan Tak Ada Kejelasan, Mahasiswa Gelisah Menunggu Kepastian

Pengajuan keringanan UKT 50% yang tidak kunjung menemui titik terang menjadi sorotan di lingkungan kampus sejak beberapa waktu terakhir. Pasalnya, kebijakan terkait penurunan UKT 50% tersebut masih belum jelas dan banyak menimbulkan pertanyaan yang akhirnya berujung pada keresahan mahasiswa. Berdasarkan fakta pada Surat Edaran Keringanan UKT, seorang mahasiswa yang sudah mencapai semester akhir dapat mengajukan keringanan UKT sebesar 50% kepada pihak universitas. Namun, kebijakan yang dinilai tidak transparan menghambat para mahasiswa untuk segera mendapat kejelasan tentang biaya pendidikannya.

Rendahnya Minat Baca di Indonesia dan Tumbuhnya Gerakan-Gerakan Literasi

Buku adalah jendela dunia. Entah sudah berapa ribu kali saya membaca slogan tersebut di poster-poster yang ditempel di perpustakaan serta dinding sekolah. Guru-guru serta orang tua rasanya tak pernah berhenti menjelaskan makna dari slogan tersebut. Mereka menerangkan betapa pentingnya kegiatan membaca bagi kehidupan kita maupun masa depan bangsa. Setelah saya memasuki dunia kuliah pun tak ada yang berubah. Para dosen menganjurkan mahasiswanya untuk rajin membaca. Selain untuk menambah wawasan, rekomendasi ini juga ditujukan agar para mahasiswa mendapat rujukan penulisan tugas akhir.

Pertemuan yang Tak Dinantikan

Percakapan telah usai, meninggalkan dia seorang diri dengan senyuman hangat yang mendesak memenuhi seluruh penjuru ruangan. Ditatapnya pantulan dalam cermin itu. Dengan puas dia puji kesempurnaan yang sudah terencana dengan sangat matang. Tidak ada satu pun persiapan yang luput dari perhatiannya. Semua dia lakukan untuk terlihat sempurna pada pertemuan ini.

Berita Lama yang Tak Usang

Di langit yang menaungi kotaku, rembulan agaknya enggan bertukar peran dengan matahari sebab ia masih menampakkan diri walau samar. Matahari juga malu-malu muncul, mungkin ia sungkan karena harus menggeser posisi bulan sebagai penerang. Kendati malu-malu, hangatnya sinar matahari sudah menyapa daun-daun sebelah rumah, seolah-olah membisikkan sinyal bahwa hari ini langit akan biru dan semua akan menyenangkan. Aku mengaminkan di dalam hati. Mengudarakan amin untuk hal-hal baik yang mungkin hanya Tuhan yang mau dengar, selebihnya aku tidak berharap banyak tentang apa yang akan kuhadapi di hari yang menanti ini.

Rumsah dan Badri

Di tangan Rumsah kerinduan itu tercekik, berkelindan dengan darah yang semerbak melukai lalat. Enam tahun sudah berlalu, Ia ikhlas bahwa kehidupan akan terus berlanjut meski Wanto tak bersamanya. Ia lega saat mencuci tangan di Stasiun Tapitra untuk membersihkan ceceran kenistaan ketika asmara kala itu membuatnya seperti sedang dikoyak kebodohan. Bagaimana tidak, Wanto menjadikannya pilihan hanya untuk mencari kebahagiaan bersama dengan wanita-wanita lain, sedangkan Rumsah menjadikan Wanto satu-satunya yang selalu bersemayam di ruang bahagia miliknya.

Santoso: Mengubah Karier dari Karyawan Menjadi Petani yang Sukses

Dalam dunia bisnis, banyak orang yang memulai perjalanan mereka dari nol, dan salah satu kisah yang…