BANYUMASAN

Rubrik khusus yang mengulas hal-hal unik seputar Banyumas dan kebudayaannya

Daftar Lokasi Salat Id di Sekitar Unsoed
ARTIKEL, BANYUMASAN, GAYA HIDUP

Daftar Lokasi Salat Id di Sekitar Unsoed

Oleh: Zaki Zulfian Tidak terasa kita telah memasuki penghujung bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Kesedihan dan kebahagiaan akan terasa pada semua khalayak, termasuk kalangan mahasiswa. Kesedihan karena ditinggalkan oleh bulan yang di dalamnya segala kebaikan dilipatgandakan pahalanya, serta kebahagiaan yang dirasakan ketika menikmati liburan hari raya dan dapat merayakan ibadah salat Id bersama keluarga. Kendati demikian, tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk mudik, entah dikarenakan lokasi rumah yang terlampau jauh atau kondisi lain yang membuat mereka tidak bisa pulang ke daerah asal. Oleh karena itu,  kami Awak Sketsa telah meliput masjid-masjid di sekitar Unsoed yang dapat digunakan oleh para mahasiswa yang berhalangan mudik dan hendak menunaikan ibadah salat I...
Mahasiswa Berkreasi, Jeksoed Rangkul Berbagai Sisi
ARTIKEL, BANYUMASAN, GAYA HIDUP

Mahasiswa Berkreasi, Jeksoed Rangkul Berbagai Sisi

Oleh: Miqda Al Auza'i Sumber: akun Instagram ojek_soedirman Dua bulan berjalan, Jeksoed cukup mendapat perhatian para pelanggan. Melalui warna kuning pada logo, pencetus ingin Jeksoed melekat dengan Unsoed, tempat di mana usaha tersebut dimulai. Slogan "Ojek Andalan Anak Unsoed" memuat harapan supaya nantinya mahasiswa Unsoed menjadikan jasa Jeksoed sebagai kebiasaan dalam keseharian. Ojek Soedirman, atau yang dikenal dengan Jeksoed, merupakan sebuah usaha penyedia layanan jasa transportasi yang berangkat dari ide kreatif dua mahasiswa, Rifa Maretta Ferdiana (Mahasiswi Ilmu Kelautan 2020) dan Elang Teja Laksana Wibowo (Mahasiswa Ilmu Kelautan 2021). Layanan Jeksoed ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman untuk mencari penghasilan tambahan dengan ...
Enam Rekomendasi Tempat Makan Murah di Sekitar Unsoed yang Wajib Dikunjungi Mahasiswa
ARTIKEL, BANYUMASAN, GAYA HIDUP

Enam Rekomendasi Tempat Makan Murah di Sekitar Unsoed yang Wajib Dikunjungi Mahasiswa

Oleh: Isnaini Akmal Marfu'ah Warung Makan Pak Sidik Foto: Isnaini Akmal Marfu'ah Alamat : Jl. H. Madrani No.15, Brubahan, Grendeng, Kec. Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53122 Jam Buka : Setiap hari 07.30 – 20.00 WIB No HP : 087816566680 Harga : Rp2.000,00 – Rp10.000,00  Warung Makan Pak Sidik adalah adalah salah satu warung makan rekomendasi para mahasiswa yang ingin makan enak dengan biaya terjangkau. Di warung makan ini, tersedia beberapa menu dengan  harga yang terjangkau. Nasi jeruk menjadi ciri khas di Warung Makan Pak Sidik, selain itu terdapat menu best seller nya yaitu paket nasi ayam geprek. Warung makan ini menyediakan tempat makan yang nyaman dan luas serta bersih, sehingga pengunjung dapat makan dengan nyaman dan santai. ...
Perjalanan Hidup Rianto Manali Dan Lenggernya
BANYUMASAN

Perjalanan Hidup Rianto Manali Dan Lenggernya

Oleh: Zahroh Almas Majid Rianto Manali adalah seorang penari sekaligus koreografer lengger asal Banyumas. Namanya semakin hangat diperbicangkan terutama setalah munculnya film Kucumbu Tubuh Indahku garapan Garin Nugroho. Kini, sosok Rianto juga makin dikenal secara internasional berkat upayanya memperkenalkan kebudayaan Banyumas khususnya lengger ke berbagai negara, salah satunya adalah Jepang. Rabu (1/6) di pagi yang cerah, kami berangkat dari Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unsoed menuju rumah lengger di Banyumas untuk bertemu dengan Rianto Manali yang sebelumnya sudah membuat janji untuk bertemu.  Rumah lengger tersebut merupakan bekas gudang kereta dalam masa pemerintahan Belanda. Setibanya di sana, kami menemui Rianto lalu mulai mewawancarainya. Berikut merupakan nukila...
Titut Edi Purwanto: Budaya dan Agama seperti Dua Sisi Mata Uang
BANYUMASAN

Titut Edi Purwanto: Budaya dan Agama seperti Dua Sisi Mata Uang

Oleh: Afifah Dwi Marhaeni Titut Edi Purwanto atau biasa dipanggil Titut namanya cukup populer di Banyumas. Pria berusia 54 tahun ini dikenal sebagai seniman nyentrik. Perilakunya aneh-aneh, sehingga tak jarang orang menyebutnya gila. Dalam menciptakan karya seninya, Titut selalu mengambil sudut pandang hubungan manusia dengan Tuhan. Salah satu contohnya ada pada kesenian Wayang Cumplung yang ia ciptakan sendiri. Wayang ini diciptakan mulanya terinspirasi dari ritual Cowongan, di mana Cowongan sendiri merupakan bentuk komunikasi dari nenek moyang dengan Tuhan. Namun begitu, di sebuah pementasan kebudayaan di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Titut melontarkan sebuah pernyataan yang cenderung kontradiktif dengan karya-karya yang ia hasilkan. Titut mengatakan, agama dan b...
KUNCLUNGAN, PERMAINAN PELEPAS LELAH DARI SERAYU
BANYUMASAN, BERITA, FEATURE

KUNCLUNGAN, PERMAINAN PELEPAS LELAH DARI SERAYU

Oleh: Mukti Palupi Jembatan Gantung Bralingmas yang Menghubungkan Desa Plana di Banyumas dan Desa Pelumutan di Purbalingga (19/11/17)  “Clung plak clung blung gelung gepak man­dul-mandul.” Lirik itu merupakan penggalan lagu dolanan khas Desa Plana yang bi­asa dinyanyikan beriringan dengan permainan tradisional Kunclungan. Kunclungan pula disebut-sebut se­bagai permainan khas Desa Plana yang sudah hampir punah. Lantunan musik dapat dihasil­kan lewat tepukan dan kayuhan tangan di sungai. Hujan menemani kami untuk sampai di sebuah pedesaan, Minggu (19/11/2017). Pa­pringan yang rimbun kian mendinginkan sua­sana. Berkendara di atas aspal koyak, akhirnya kami sampai di Desa Plana. Desa Plana merupakan desa terpencil di ujung timur Somagede, Kabupaten Banyumas, yang berbatas...
Ahmad Tohari: Saya Berpolitik dalam Karya Sastra
BANYUMASAN, BERITA

Ahmad Tohari: Saya Berpolitik dalam Karya Sastra

Ahmad Tohari, budayawan asal Banyumas, saat ditemui di acara pergantian tahun di Cilongok (31/12/2018). Foto: Yoga Iswara Rudita Muhammad. Oleh: Mukti Palupi Ahmad Tohari terbilang tua. Pria kelahiran 13 Juni 1948 ini identik dengan karya-karya yang selalu mengangkat tema lokalitas. Berbagai penghargaan telah diraihnya, mulai dari nasional sampai tingkat ASEAN. Trilogi terkenal Rongggeng Dukuh Paruk membuat namanya ikut melambung. Buku ini, diadaptasi ke dalam film “Darah dan Mahkota Ronggeng” (1983) dan “Sang Penari” (2011). Buku yang kental akan nuansa kebudayaan, ideologi, spiritual, hingga kisah asmara ini juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, diantaranya Inggris, Mandarin, Jepang, Belanda, dan Jerman. Kendati sudah menginjak usia 70 tahun, ia masih aktif di du...
Penegakkan Egalitarianisme Pendidikan
ARTIKEL, BANYUMASAN, OPINI

Penegakkan Egalitarianisme Pendidikan

Oleh: Nurhidayat* Univeristas Jenderal Soedirman (Unsoed) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang sejak 1963 selalu (mengklaim bahwa dirinya) memegang teguh kearifan lokal dengan visi World Class Civic University-nya. Diyakini, sampai sekarang hal itu masih terjadi. Terbukti, dari kebanyakan spanduk-spanduk baru di kompleks pusat administrasi maupun di fakultas-fakultas selalu dihadiri frasa ‘kearifan lokal’. Namun, apakah benar? Ataukah semua prinsip sudah tidak melawan kearifan lokal? Saya mengajak pembaca untuk melihat Unsoed sebagai wahana menghabiskan waktu luang untuk belajar (Skhole-Yunani) sekaligus perguruan tinggi terbesar di Banyumas, bahkan di Jawa Tengah bagian selatan. Ketika ditanya soal kearifan lokal, kita sekarang justru bingung apa sebenarnya kearifan lokal? Mungkin...
HIKAYAT PARA REKTOR
ARTIKEL, BANYUMASAN, BERITA, FEATURE, KAMPUS, PENOLAK LUPA

HIKAYAT PARA REKTOR

Oleh: Anggita Rachmi Farida Universitas Jenderal Soedirman kini hampir berusia 54 tahun jika dihitung sejak diterbitkannya Kepu­tusan Presiden Nomor 195 Tahun 1963 tentang Pendirian Universitas Jenderal Soedirman. Semenjak berdi­ri, Unsoed sudah mengalami sebelas kepemimpinan. Sejarah mencatat bahwa Unsoed pernah dipimpin oleh sebuah dewan presidium, 9 rektor sejati, dan 1 rektor pengganti. Awalnya, Un­soed dikelola oleh sebuah yayasan dan dipimpin oleh Dewan Presidium. Dewan Presidium terdiri atas lima orang, seorang ketua dan empat orang anggota. Ketua Presidium waktu itu ialah Residen Banyumas R. Soemardjito. Ia memimpin Unsoed dari 1963 hingga 1965. Setelah Soemardjito lengser, Unsoed berturut-turut dipimpin oleh rektor berikut: Brigjen TNI RF. Soedardi, S.H. (1965-1974),...
HIDANGAN ISTIMEWA TROTOAR JALAN SOEDIRMAN
ARTIKEL, BANYUMASAN, BERITA, FEATURE

HIDANGAN ISTIMEWA TROTOAR JALAN SOEDIRMAN

Oleh : Rachmad Ganta Semendawai Terkadang, trotoar bisa menjadi lebih dari sekadar jalur pedestri­an. Beberapa orang bah­kan menjadikan luasan milik publik ini sebagai penggerak roda pereko­nomian bagi hidupnya. Ialah mereka, pedagang kaki lima (PKL) yang me­ramaikan persaingan bisnis di pesisir jalan, kala lepas petang. Wa­rung-warung PKL di pinggiran jalan raya tersebut menjajakan se­suatu yang sulit ditemui gerainya di pusat perbelanjaan modern. Malam yang sejatinya gelap mem­butakan, disulap menjadi remang kera­maian oleh keberadaan PKL. Cara yang berbeda dalam melayani pelanggan menjadi ciri khas masing-masing warung makan kaki lima. Ada yang berjualan menggunakan gerobak, menyediakan bangku atau kursi untuk pelanggan­nya, hingga mengajak pelanggannya berlemprak. Warung lempra...