Oleh: Khofifah Nur Maizaroh
Festival Kenthongan kembali diadakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Banyumas dan menarik perhatian ribuan warga serta pecinta seni. Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, membuka acara tersebut dengan menyampaikan apresiasinya kepada masyarakat dan berharap Festival Kenthongan dapat menjadi agenda tahunan yang megah. Acara dimeriahkan oleh penampilan 30 grup kenthongan yang berasal dari berbagai kecamatan di Banyumas dan berlangsung hingga dini hari. Rombongan peserta mulai berjalan dari Alun-alun Purwokerto hingga perempatan Pasar Wage.
Sadewo, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Festival Kenthongan 2025 merupakan bukti nyata bahwa warisan budaya lokal masih mempunyai daya tarik sangat kuat bagi masyarakat. Menurutnya, kenthongan tidak hanya sekadar alat musik, tetapi sebagai simbol guyub rukun dan antusiasme tinggi masyarakat Banyumas terhadap budaya lokal. Ia juga mengajak kalangan muda untuk selalu terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya, serta kesenian seperti kenthongan dan lengger, agar semakin dikenal oleh masyarakat lokal hingga mancanegara.
Iin, salah satu pengunjung dari Wangon, sengaja datang dari jauh karena aktif di komunitas serupa di kampungnya. “Ya, buat hiburan, nambah hiburan, terus ini kan suatu kebudayaan juga. Jadi perlu dikembangkan, dilestarikan gitu lah mba,” ujarnya. Setiap alunan musik kenthongan tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai pengingat untuk generasi muda akan warisan budaya dari para leluhur. Sebelum acara berakhir, Bupati berpesan kepada semua yang hadir untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan agar acara berlangsung dengan lancar.
Reporter: Khofifah Nur Maizaroh, Maula Rizki Aprilia, Vivi Aleyda Anwar, Lubna Azizah, Revalia Herninda
Editor: Miqda Al Auza’i






