Usut Kasus Penganiayaan dan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas

Penulis: Andika Brilyan

Suasana aksi Aliansi Soedirman Melawan saat menyampaikan poin tuntutan di hadapan aparat kepolisian Polresta Banyumas (12/5/2026) (Beritaunsoed.com/Manda Damayanti)

Aliansi Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar aksi mimbar bebas di depan Markas Kepolisian Resor Kota (Mapolresta) Banyumas pada Selasa (12/5/2026). Massa mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan mahasiswa berinisial D sekaligus menuntut transparansi penanganan perkara kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh mahasiswa yang sama. Aksi ini merupakan bentuk keresahan mahasiswa terhadap keamanan ruang akademik dan desakan agar proses hukum berjalan tanpa intervensi pihak mana pun.

Aksi yang dimulai sejak siang hari ini merupakan respons atas laporan penganiayaan mahasiswa berinisial D pada Rabu (22/4/2026) yang diduga berakar dari kasus kekerasan seksual. Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Aditya, mengungkapkan bahwa pergerakan ini bertujuan untuk membongkar fakta yang lebih dalam di balik isu yang sudah beredar luas di masyarakat. Mahasiswa menuntut agar publik tetap objektif dan tidak terjebak pada narasi satu pihak yang justru dapat merugikan penyintas sesungguhnya.

​Menanggapi tuntutan massa, pihak Polresta Banyumas memberikan jaminan terkait durasi penanganan berkas perkara yang tengah berjalan. “Komitmen satu bulan akan kami tuntaskan perkara ini. Alat bukti dari pelaku KS (Kekerasan Seksual-red) sudah kita ambil dan sekarang berada di tangan ahli digital forensik,” tegas Petrus Silalahi selaku perwakilan Polresta Banyumas di hadapan massa aksi. Pihak kepolisian juga menambahkan bahwa mereka akan terus menjalin komunikasi dengan penasihat hukum dari kedua belah pihak guna memastikan proses hukum tetap profesional.

Brenda, salah satu mahasiswa Fakultas Hukum yang hadir, menyatakan keprihatinannya terhadap pola pendampingan korban yang belum maksimal. Ia menilai bahwa jika pendampingan dilakukan secara tepat sejak awal, distorsi informasi atau framing yang menyudutkan korban di media massa tidak perlu terjadi. Keterbukaan informasi dalam proses hukum menjadi kunci utama agar kepercayaan mahasiswa terhadap penegakan hukum di Banyumas tidak luntur.

Presiden BEM Unsoed membacakan orasi di depan Mapolresta Banyumas (12/5/2026) (Beritaunsoed.com/Nesya Huwaidaa K.A.)

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, Azza Febra Pramudika, dalam pernyataan sikapnya mendesak agar kepolisian menjamin keamanan bagi korban dari segala bentuk intimidasi maupun ancaman. Ia menekankan bahwa kehadiran mahasiswa di depan Mapolresta adalah untuk memastikan keadilan bagi mereka yang suaranya selama ini dibungkam oleh relasi kuasa. “Maka kemudian hari ini kita berkomitmen, kita memantau secara berkala bagaimana proses upaya dalam penyelesaian masalah ini harus bisa dituntaskan secepat-cepatnya,” ujar Azza.

Pihak Polresta Banyumas memberikan pernyataan di hadapan massa aksi mengenai komitmen penuntasan kasus kekerasan dan penganiayaan (12/5/2026) (Beritaunsoed.com/Nesya Huwaidaa K.A.)

Aksi mimbar bebas ini berakhir dengan tertib setelah massa membacakan seluruh orasi secara bergantian di hadapan aparat kepolisian. Meski sempat terhambat hujan gerimis, para mahasiswa tetap bertahan hingga sore hari guna memastikan aspirasi mereka diterima langsung oleh perwakilan Polresta Banyumas. Massa kemudian membubarkan diri secara teratur sembari berjanji akan terus mengawal perkembangan kasus ini melalui kanal-kanal digital dan aksi lanjutan jika diperlukan.

​Kholiq, salah satu massa aksi, berharap gerakan ini bisa menjadi pemantik bagi korban lain yang masih takut melapor untuk berani menyuarakan kebenaran. Ia menekankan bahwa terciptanya ruang aman di kampus bukan hanya tanggung jawab birokrasi, melainkan hasil dari keberanian kolektif mahasiswa dalam melawan budaya bungkam. Melalui transparansi hukum yang dituntut hari ini, mahasiswa berharap Unsoed dapat bersih dari segala bentuk kekerasan dan intimidasi di masa depan.

Editor: Annisa Dwi Rahman

Reporter: Andika Brilyan, Artika Putri Kinanti, Velen Candra Nadia, Manda Damayanti, Nesya Huwaidaa Kultsum Azmii, Akhdan Maulana, Annisa Nur Hidayah, Reny Dyah Merriola, Muhamad Ade Ravi

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Semangat Tak Padam, Banyumas Ngibing 24 Jam Hidupkan Budaya Lokal

Penulis: Annisa Dwi Rahman Ratusan seniman dari berbagai daerah berkumpul di Banyumas Ngibing 24 Jam Menari…

Hari Perlawanan di Banyumas: Buruh dan Mahasiswa Bersatu Tuntut Kesejahteraan Rakyat

Oleh: Andika Brilyan Gerbang Pendopo Si Panji menjadi saksi bisu pengepungan ratusan massa yang tergabung dalam…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Sepenggal Kisah Janggal

Sepenggal Kisah Janggal

Usut Kasus Penganiayaan dan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas

Usut Kasus Penganiayaan dan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas

Bukan Sekadar Candaan: Ketika Kekerasan Dinormalisasi pada Lingkaran Pertemanan

Bukan Sekadar Candaan: Ketika Kekerasan Dinormalisasi pada Lingkaran Pertemanan

Kisah di Gang Krembangan pada Tahun 60-an dari Kacamata Bocah 6 Tahun

Kisah di Gang Krembangan pada Tahun 60-an dari Kacamata Bocah 6 Tahun

Lonceng Kematian Rasa Aman: Ketika Ekosistem Pendidikan Menjadi Sarang Kasus Kekerasan

Lonceng Kematian Rasa Aman: Ketika Ekosistem Pendidikan Menjadi Sarang Kasus Kekerasan

Hewan-Hewan di Ujung Jalan

Hewan-Hewan di Ujung Jalan