Tag: Universitas Jenderal Soedirman

Unsoedfess Sebagai Wadah Komunikasi dan Informasi Mahasiswa Unsoed
ARTIKEL

Unsoedfess Sebagai Wadah Komunikasi dan Informasi Mahasiswa Unsoed

Oleh: Desi Fitriani Gambar: screenshot akun @Unsoedfess1963 di X Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pengguna Twitter atau sekarang disebut X, umumnya cukup mengenal akun autobase dengan nama pengguna @Unsoedfess1963 yang saat ini sudah memiliki lebih dari dua puluh sembilan ribu pengikut. Autobase X merupakan akun yang dijalankan untuk mengirim unggahan atau cuitan melalui akun tersebut, sehingga unggahan akan bersifat anonim.  Akun @Unsoedfess1963 terbentuk sejak April 2020. Founder dan Co-foundernya yaitu alumni mahasiswa Unsoed yang keduanya enggan disebutkan namanya itu menjelaskan bahwa mereka terpanggil untuk membuat akun ini karena melihat kampus lain yang sudah memiliki akun autobase kampus masing-masing. “Awalnya  itu karena rasa aneh aja, kampus...
Akar Kehidupan
BERITA

Akar Kehidupan

Oleh: Arie Satria Ilustrasi: April Melani Tanpa ia sadari kerlapan bintang dimatanya semakin memenuhi ekspektasi mengenai dunia luar. Asap dari cerutu yang masih hangat terbakar menghiasi kamar dan delusi yang semakin berandai tentang bagaimana alam menata kehidupan manusia yang penuh dengan kekacauan. “Sampai detik ini dia masih saja menyerukan nama petinggi yang bahkan tak menggubris dirinya sama sekali di kondisi ini,” ucap sang pengepul besi yang menyeka keringatnya didepan tungku perapian. Besi karatan menjadi saksi bisu menyaksikan sang pengepul di jarah oleh ketidakmampuan dalam meraih cerita hidup yang bahagia. Semua keringat dan darah yang mengucur di antara pelipisnya menandakan hal besar telah terjadi, seruan yang tadinya membara semangat berakhir dengan suara senap...
Mengulik Alur Pembenahan Fasilitas Kampus, Kenapa Tidak Kunjung Bagus?
BERITA

Mengulik Alur Pembenahan Fasilitas Kampus, Kenapa Tidak Kunjung Bagus?

Oleh: Rizka Noviana Eka Mulyaningsih Foto: Sri Hari Yuni Rianti Kurang memadainya fasilitas di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi topik perbincangan yang selalu panas. Ditambah lagi dengan terlaksananya proyek revitalisasi patung kuda di depan komplek kantor pusat Unsoed yang akhir-akhir ini menimbulkan banyak tanggapan kontra. Beberapa menganggap kelayakan fasilitas kampus dirasa lebih penting ketimbang proyek revitalisasi patung kuda tersebut karena bersinggungan secara langsung terhadap kegiatan belajar dan mengajar mahasiswa sehari-hari. Menilik kembali ke pernyataan Waluyo Handoko, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Hubungan Masyarakat pada berita unggahan Sketsa berjudul “Revitalisasi Patung Kuda Sebagai Wajah Unsoed, Sementara Fasilitas Masih Butu...
Revitalisasi Patung Kuda Sebagai Wajah Unsoed, Sementara Fasilitas Masih Butut
BERITA, KAMPUS

Revitalisasi Patung Kuda Sebagai Wajah Unsoed, Sementara Fasilitas Masih Butut

Oleh: Swaritz Vloszaby Abbya Foto: Swaritz Vloszaby Abbya Tiap fakultas di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) memiliki fasilitas masing-masing untuk menunjang kebutuhan mahasiswa. Akan tetapi, para mahasiswa masih kurang puas dengan fasilitas yang telah diberikan. Entah laboratorium yang kurang memadai, kebutuhan ruang kelas yang kurang, dan masih banyak lagi. Salah satunya Ofa yang merupakan mahasiswa Pendidikan Jasmani, Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (Fikes). Ia mengaku bahwa sarana dan prasarana di jurusannya masih tergolong minim. “Mulai dari lapangan untuk praktikum itu kita masih banyak yang rusak, banyak yang bolong-bolong, dan untuk fasilitas seperti ring basket atau peralatan yang sifatnya untuk praktikum itu kurang memadai dalam segi kuantitas maupun kualitas,” ujar ...
Peran Bela Negara Dalam Mengatasi Kejahatan Cyber
BINGKAI, INFOGRAFIK

Peran Bela Negara Dalam Mengatasi Kejahatan Cyber

Infografis: Sri Hari Yuni Riyanti Peran bela negara dalam mengatasi kejahatan cyber di era digital di Indonesia merupakan suatu aspek penting yang terkait dengan status negara demokrasi terbesar di dunia. Gelar ini tidak diperoleh secara sembarangan, melainkan hasil dari kesuksesan Indonesia dalam menyusun struktur politik dan kekuatan militer pada posisi yang strategis. Sebagai langkah untuk memperkuat pertahanan, Indonesia memperkenalkan konsep bela negara. Secara konseptual, konsep ini mirip dengan wajib militer yang diterapkan di beberapa negara. Berjuang untuk kepentingan negara, atau yang dikenal sebagai "bela negara," dianggap sebagai mandat yang diemban oleh rakyat, sebagaimana tercantum dalam "Pasal 27 Ayat (3) UUD NRI 1945," yang menyatakan bahwa "Setiap warga negara berhak d...
PESTA RAKYAT, Sarana Menghitung Hidung
ARTIKEL, ARTIKEL LAWAS

PESTA RAKYAT, Sarana Menghitung Hidung

Oleh: Yudha Sudarmaji Foto: Koran Kampus Skëtsa Edisi 11 Tahun V 1994 Februari Adalah omong kosong, menganggap manusia berdiri sederajat. Karena di dunia ini selalu ada dualisme, ada barat ada timur ada atas ada bawah dan kenyataan kontradiktif lainnya. Hubungan atas bawah ini dapat diigambarkan misalnya hubungan antara kopral dengan jenderal maupun buruh dengan majikan. Demokrasi adalah sarana untuk menghitung hidung dan sama sekali bertentangan kenyataan bahwa manusia terdiri dari bermacam-macam ragam bentuk dan idialisme. Puncak dari sebuah proses demokrasi adalah pemilihan wakil, sebuah pesta rakyat yang harus dinikmati. Dimana sekian banyak orang mempercayakan sesuatu kepada sebagian orang yang belum tentu mereka kenal. Sudah menjadi hukum alam, dikotomi dan dualisme begitu ...
Program Kerja Carut Marut, Rapat Sampai Larut
ARTIKEL, OPINI

Program Kerja Carut Marut, Rapat Sampai Larut

Oleh: Rizka Noviana Eka Mulyaningsih Illustrasi: Sri Hari Yuni Riyanti Organisasi dan kehidupan kampus merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Mahasiswa seringkali didorong untuk mengikuti kegiatan di luar akademik sebagai sarana  belajar, salah satunya adalah melalui organisasi. Bahkan beberapa fakultas di Universitas Jenderal Soedirman sendiri telah menetapkan kebijakan Sistem Kredit Poin (SIPO) yang mewajibkan mahasiswa untuk mencapai poin keaktifan kegiatan di luar pembelajaran. Dengan mengikuti organisasi, mahasiswa berekspektasi bisa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan diri, memperluas wawasan, memperbesar lingkar pertemanan atau bahkan kesempatan untuk menunjukan minat dan bakatnya di bidang tertentu. Setelah mendapat dorongan-dorongan berupa SIPO maupun bua...
Menggugat Tradisi Jurit Malam: Mengapa Ospek Kampus Perlu Diubah
OPINI

Menggugat Tradisi Jurit Malam: Mengapa Ospek Kampus Perlu Diubah

Oleh: Afif Fadhilah Iftiar Ilustrasi: April Melani Tradisi ospek kampus telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman mahasiswa baru di berbagai institusi pendidikan tinggi. Dalam konteks ini, salah satu aspek yang sangat kontroversial adalah jurit malam atau sebuah kegiatan yang sering kali terjadi tengah malam, yang mana mahasiswa baru dibangunkan, diberi intimidasi, dan diharuskan menjalani petualangan yang kadang memalukan di hutan atau persawahan. Dalam artikel ini, saya akan merenungkan pengalaman pribadi saya mengenai jurit malam, yang mengundang pertanyaan mendalam tentang tujuan dan relevansi dari tradisi semacam ini dalam dunia pendidikan yang semakin modern. Berdasarkan pengalaman pribadi, jurit malam menimbulkan ketidaknyamanan dan mengajukan pertanyaan kritis ...
Toxic Masculinity dan Budaya yang Berkembang
ARTIKEL, OPINI

Toxic Masculinity dan Budaya yang Berkembang

Oleh: Marcellia Eki Christine Ilustrasi: Sri Hari Yuni Riyanti Toxic Masculinity  bisa dikatakan sebagai budaya yang diturunkan oleh nenek moyang sebagai salah satu produk patriarki. Hal ini merujuk pada budaya dan kepercayaan yang salah pada masyarakat tentang sikap, sifat, dan perilaku yang seharusnya dimiliki serta ditunjukkan oleh laki-laki. Topik ini menjadi ramai diperbincangkan di media sosial akhir- akhir ini disebabkan oleh maraknya kampanye penggunaan skincare atau perawatan kulit yang tidak memandang gender juga diskusi tentang gender role atau peran suatu gender dalam masyarakat. Beberapa pihak dengan pikiran terbuka menyetujui ide tersebut, namun beberapa pihak justru menyanggahnya dengan mengatakan bahwa penggunaan skincare membuat laki-laki tidak lagi maskulin at...
Pemira Unsoed 2023: Sama Seperti Tahun Sebelumnya, Beberapa TPS Fakultas Masih Terlihat Sepi dari Para Pemilih
BERITA, BERITA FOTO

Pemira Unsoed 2023: Sama Seperti Tahun Sebelumnya, Beberapa TPS Fakultas Masih Terlihat Sepi dari Para Pemilih

Pemilihan Raya (Pemira) Presiden dan Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) 2023 telah melalui tahap pemungutan suara. Diselenggarakan serentak selama satu hari pada 21 November 2023, pemilihan dilakukan di 12 fakultas dari pukul 8 pagi hingga 1 siang. Tahun ini mahasiswa juga dihadapkan pada pilihan untuk memilih kotak kosong karena sama seperti tahun sebelumnya, Pemira Unsoed 2023 kembali hanya diikuti oleh pasangan calon tunggal. Tempat pemungutan suara (TPS) Fakultas Ilmus Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) yang diadakan di Pendopo menurut laporan awak Sketsa nampak didatangi oleh banyak mahasiswa. Selasa (21/11). Foto: Putri Sabhrina Suasana salah satu TPS yang dilaksanakan secara outdoor di Lapangan Merah Fakultas Ekonomi dan ...