Atas dan Bawah

Oleh: Muhammad Nur Siddiq

Ilustrasi: Muhammad Robin M. N.
Ilustrasi: Muhammad Robin M. N.

di atas

gedung-gedung menjulang

menyentuh awan yang tak pernah jatuh

bahkan lampu tak pernah padam 

 

di bawah

gedung bertembok kayu menjulang di bawah pohon

tanah terasa lebih nyata

lampu redup berkelip untuk hidup

 

di atas 

tawa terdengar ringan

seperti angin yang tak membawa beban

melalui celah tiap-tiap gedung

 

di bawah

tawa adalah kemewahan

yang kadang harus ditukar

dengan sepotong hari esok

 

dan di antara keduanya

manusia terus berjalan maju

sebagian lupa melihat ke bawah

sebagian lelah menatap ke atas

Editor: Annisa Dwi Rahman

 

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Oleh: Abida Fitratussawa Pagi datang dengan wajah pucat. Langkah kaki tetap berjalan di tengah hati yang…

Sebuah Elegi di Sore Hari

Oleh: Lintang Fitriana Dalam lorong yang kehilangan pagi, seorang ibu mengayun langkah tanpa gizi, menenteng pasar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan