Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Oleh: Abida Fitratussawa

Ilustrasi: Aulya Desya
Ilustrasi: Aulya Desya

Pagi datang dengan wajah pucat.

Langkah kaki tetap berjalan di tengah hati yang lelah.

Jam dinding berdetak lambat,

Sedangkan dunia terus meminta segalanya sekaligus.

 

Senyum dipasang serapi mungkin.

Namun mata menyimpan malam yang terlalu sunyi.

Napas terdengar berat di ruang sempit,

seperti dada yang penuh kecewa.

 

Hari-hari terasa seperti hujan panjang.

Dingin merambat hingga ke pikiran.

Lelah menggantung di bahu,

tetapi hidup tetap harus dijalani.

 

Meski hampir runtuh,

masih ada harapan yang bertahan diam-diam.

Kecil dan rapuh,

namun cukup kuat untuk menjaga seseorang tetap hidup.

 

Barangkali suatu hari nanti,

langit tidak lagi terasa kelabu.

Sesak di dada perlahan menghilang,

dan semua perjuangan akhirnya menemukan arti.

Editor: Annisa Dwi Rahman

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Sebuah Elegi di Sore Hari

Oleh: Lintang Fitriana Dalam lorong yang kehilangan pagi, seorang ibu mengayun langkah tanpa gizi, menenteng pasar…

Tamasya Tempat Kakek

Oleh: Muhammad Robin Mubarok N Aduh! Gelap sekali. Tempat ini rasanya bergoyang-goyang. Aku baru sadar, ternyata…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan

Menggapai Mimpi di Tengah Kerasnya Kehidupan