Tag: sajak

Air di Daun Talas
SAJAK, SASTRA

Air di Daun Talas

Oleh: Dwi Arni Syafitri Ilustrasi: Olga Laura Welly Alkisah,Gurat lelah di wajah para dara kiriman surga mengeluh pasrahMati! Aku berseru pada gema kuda kiriman langit yang berenang di sela kumulus, singgahMereka menatap, menapak tanahSenyum samar tak terhitung jumlah Adalah rintihan kegagalan para bedebahMenunggu untuk mati. Ia menyanggahLihat sekelilingmu, katanya, dunia antah-berantahDulu gagah, tetapi pernah terjajahPada akhirnya, duniamu berubah Lengah,Para pengusik duduk di lembahPara penjarah asyik menguliti merak sebesar gajahLidah para lintah sekeras besi, menusuk ibu pertiwi yang melemahKekayaan dan kehinaan membuatnya tampak lumrah Dahulu, serpihan surga tegak di ranah bumi, begitu megahDara kiriman surga menyampaikan pesannya dengan amanahHanya saja selepas kuda...
Atap Usang yang Terpasang
SAJAK, SASTRA

Atap Usang yang Terpasang

Oleh: Nurul Irmah Agustina Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina Langkahnya mengecap ruaisahaja terhunjam raksi penuh damaipada atap usang yang makin mengusangsaksi kebisuan derasnya cucuran—di lentik yang meradang Matanya menatap nanar sudut ruanggetarlah arang yang silam menabur sejuta kebengisankulasentana tersedu-sedan di sudutterguyur tetesan langit yang turut,menangis pilu (tak kunjung surut) Usang payah rumahkusungguh, sekadar lesap kaki atas pelataran ini  selama panca warsa kurang lebihsemakin reyot, tak layak tuk manusia tinggali (kala diri termangu)bayang tiga manusia menyembulmereka tengah makan nasi liwetan yang terakhir lalu mengisak usai kuberi senyum getir Rumah purba pembawa kenangan berbisa meracuni jiwa hingga napas saja rasanya susah  tertancap seribu s...
Hujan Kenangan di Musim Gugur
SAJAK, SASTRA

Hujan Kenangan di Musim Gugur

Oleh: Salsabila Isti Amanita Ilustrasi: Olga Laura Welly Di lembaran masa cilik yang tersusun rapihMemori awal kehidupan tersimpan dengan sempurna,layaknya sebuah karya seni yang tak ternodaiBagai hikayat yang tak ditulis, kisah yang tak diucapkanBergema kuat di hati dan takkan pernah terhapus oleh waktu Kala itu, dunia bagai panggung teater dari sebuah pertunjukanBerlari ke sana kemari dengan penuh sukacitaBersorak riang di seluruh penjuru duniaBagaikan melodi indah yang tak terlupakan Langkah-langkah kecil dengan penuh harapan demi meraih impianDi antara rerumputan hijau sebuah kisah diciptakan dengan penuh keelokanKami belajar tentang keberanian, ketika petir menggelegar di langitBerlindung di bawah rimbunnya pohon, kami berjanji akan selalu bersama Kenangan masa kecil, ...
Kembali
SAJAK, SASTRA

Kembali

Oleh : Nahla Nabila Auza Ilustrasi : Linggar Putri Pambajeng Aku memanggilmu, tapi kau terdiamKupikir diammu karena lelahIstirahat sebentar tak masalahTapi tolong nanti kembali, ya? Sehari tak jadi masalahTapi jangan berlama-lamaLelahnya bisa dulu dihilangkanAsal kembali kalau sudah reda Kubilang tidak apa-apaHanya jika satu hari sajaSehari berlalu tapi kau tak kembali jugaPadahal  akupun sama lelahnya Di mana kita jika ingin berjumpa?Harus menyapa dari mana?Mampukah kau menahannya?Padahal aku tidak Setiap hari harus tercekatMemanggil-manggilmu lewat namaSepertinya kau dengar bukan?Tetapi kau tetap terdiam disan Editor : Zahra Nurfitri Laila
Si Cantik Langit
SAJAK, SASTRA

Si Cantik Langit

Oleh : Zahra Nurfitri Laila Ilustrasi : Nurul Irmah Agustina Satu hari kamu biruKutatap indahmu yang syahdu ituAwan berlagak bak perhiasanKian rupawan kamu dijadikan Dua hari kamu menggerutuKamu marah pada manusiaSerakah, alam dibabat semuaTapi kamu jembatan cahayaTangisan selesai, pelangi setelahnya Selanjutnya kamu murkaTak sudi katamu,Indahmu dilihat para begajulan ituKuserahkan sapu tanganUntuk elokmu sepanjang zaman Keesokannya kamu mengembaraMengitari dunia, mencari kuasa sang penciptaJingga-mu berpendar lalu menggelapKamu hilang, aku mendengar isak Dini hari kamu kembaliDengan bintang-bintang gemilang,Kepermaianmu abadiCantikmu menolong kami,Insan begajulan yang selalu hampir mati. Editor: Miqda Al Auza’i Ashfahany Asyida’
Ratap Dekap Semesta Tergelak
SAJAK, SASTRA

Ratap Dekap Semesta Tergelak

Oleh: Ade Ika Cahyani Ilustrasi: Nurul Irmah Agustina Kepada helai bulu merpati melalang gusarPucuk cemara dan kayu manis melipir ke dahan pinusGemetar rimbun batu-batu tertumpukKian termangu jati di tebing dan lembahSendiri, gundul Hutan bergumam, paru-paruku terkikis, katanyaPeluk pekik angin berembus semilirEmbun-embun merenung, termanguApi!Dan tidak ada cukup air untuk merayu lidahnya yang menjilat sarang kenari Lembah berderak, inginnya memeluk sang hutan hujanMenguatkan, aku di siniRambutmu akan tumbuh lagi, mungkinIa merayuItu pun kalau ada yang bisa cukup bertanggung jawab Sungai kerontang dalam dahagaHulu dan hilirnya mengaduhKerongkonganku begitu tercekat batu-batu kaliTerhubung dengan tatapan mengiba dari awan yang juga kurus keringIkan-ikan lalu lalang dalam liu...
Terbit Menjerit
SAJAK, SASTRA

Terbit Menjerit

Oleh: Triana Niken Ayu Ilustrasi: Sri Hari Yuni Rianti Pagi cerah kusambut Bulan berkah menyelimut Dengan hening tak kudengar Fatwa telah mekar Sepeda tua telah kukayuh jauh Meniti jalan berlubang uang Upah yang tak sebanding harga diri Tiada didengar keluh kesahku wahai pemimpin negeri Oh malangnya nasib sekawananku kini Bukan gaji buruh yang dicukupiTetapi egoisme oligarki yang dijunjung tinggiSungguh malang nasib kawananku iniFatwa terbit, aku menjerit Kemanakah mata batin parlemenInvestasi digenjot, lingkungan hidup terperosokJagat telah tersayatMenanggung nafsu insan bejatEsensi terus dicari, bumi pertiwi terus digaliYura terbit, alam menjerit Jika Tuhan ikut mengadiliNiscaya kalang kabut oligarki dan penguasa negeriMengapa neraka dititipkan di akhirat?Sementara pengh...
Rumah Kampung Halaman
SAJAK, SASTRA

Rumah Kampung Halaman

Oleh: Delima Saraswati Ari Trifiani Ilustrasi: Sri Hari Yuni Riyanti Menapak jejak di kota seberang Meninggalkan sejenak kampung halaman Berat, memang nyalar dirasakan Rindu, sudah pasti terejawantahkan Sendu memilu menepi syahdu Senyuman rindu di atas kalbu Diriku yang selalu menjadi benalu Ingin selintas menjadi sang ratu Ratu, tidak memerlukan tempat asa Hanya memandang rakyatnya dan bahagia bersama keluarga Ratu, tidak pula pergi kemana-mana Cukup duduk di atas takhta dan melihat suasana istana Berhasil terjebak, diriku dalam dunia fana Kufur nikmat dari pemberian-Nya Maaf Tuhan, diri ini hanya rindu Pada tempat berpulang nang pelik itu Bangunan tua, bersama penunggu yang renta Candu sekali senyumnya, hangat selalu dirasa Lelah datang sudah tak terhingga, namun rumah...
Mawar Maharani
SAJAK, SASTRA

Mawar Maharani

Oleh: Mar'atul Mu'ayadah Ilustrasi: Sri Hari Yuni Rianti Bunga cantik penuh duri Rupanya menggoda untuk dimiliki Harumnya semerbak mewangi Simbol kecantikan diri sejati Tangan putih bercampur dengan merah Erat menggenggam penuh darah Mata menutup ditumpukan melati Tubuh meringkuk semakin sembunyi Kilasan memori berdatangan Rasa sakit yang semakin tak tertahan Duri mawar yang semakin menusuk diri Mencoba mengalihkan perhatian sang putri Maharani pemimpin negeri Kini menangis sendiri sunyi Mawar yang menjadi gambaran keelokan diri Hancur terberai menjadi kelopak tak bertangkai Berat beban yang dia bawa sendiri Tak ada satupun yang memahami Hanya kelopak mawar menjadi saksi Jiwa yang mulai meninggalkan diri *Penulis adalah mahasiswa Fakult...
Belum Usai
SAJAK, SASTRA

Belum Usai

Oleh: Clara Diva Esperanza Ilustrasi: Nadya Salma Mulanya bergerak dalam keadaan senyap Bersembunyi dalam bayang-bayang gelap Beraksi dengan sedikit ketakutan Namun, yang pasti mereka lebih kuat untuk memeluk kebebasan Kepada setiap jiwa yang semakin berkobar Menuntut aksi yang semakin akbar Yang mulai melewati garis batasan Dengan memupuk gugusan pengorbanan Para pejuang reformasi Yang bersinar, tetapi dipaksa hilang Tanpa sempat menuai hasil adorasi Berupa negeri yang sedikit lebih lapang Pada negeri yang semakin lanjut Para pemimpin yang hanya berjanji-janji Namun, disini kami masih tetap menuntut asasi Berdiri tegak di gelap malam bersama lilin di tangan Tak pernah bosan mendesak bagimu keadilan *Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas ...