Karya: Widyana Rahayu Ilustrasi: Moch Zidan Mustofa Aqil Bibir itu kian meruncing, Seruncing tip jarum, Lidahnya mungil, perlahan menjulur, Bagai belalai lalat pengisap kotoran. Tubuhnya menjulang tinggi, menyeret langkah berat, Perutnya menggelembung, Seperti balon keserakahan, Siap meletus oleh nafsu yang tak pernah padam. Lapar … Kata yang tak pernah usai, Menelan makian, menebar amarah, Makian mengalir deras dari kerongkongan, Lapar … Teriakan menggema, Merayap di sela rimbun pohon kelapa, Dibawa angin, menggetarkan dahan dan ranting. Lapar … Penyesalan mengendap, bayang tipis di sudut bibir, Disapu lidah, ditelan kembali bersama nafsu, Lubang tanpa dasar, menelan nurani tak bersisa. Editor: Nurul Irmah Agustina