Karya: Gita Amalia Suherlan
Entah nasib terlalu fakir
Atau bapakku lihai sihir?
Susah-susah kau berambisi
Meribut gali demokrasi
Lainlah kita berdimensi
Kuadu cawan minum lagi
Mantra bapak ahli jual beli
Bapakku andal jantur komodifikasi
Sendi dilibas dibayar kompensasi
Bapakku sang empu kursi tinggi
Padi bapakmu dimakannya demi aku diagungi
Pidana atau dosa?
Bapak sabda, rajai dunia
Tumpah peluhmu di ladang kompetisi
Kuda kupacu sekali
Dilahapnya kepala menteri
Ssssttt…
Ini rahasia dapur keluarga
Jangan lupa tutup mata dan telinga
Hukum negeri menggelar karpet merah untuk kita
Bapak bisik lagi mantra suaka
Kuasalah ilmu kebal jeruji penjara
Lelahmu laksana pekerja rodi
Urat leher tercekik demi edukasi
Tumpah dalam ironi
Setengah mati ‘bak musuhmu tirani
Selamat kau lelah dan miskin sendiri
Kini adalah zaman komersialisasi
Kulempar komisi makan validasi
Bapak kata culas itu resepnya
Bahan masak dibayar harga
Matang dari manusia berlidah tiga
Bermuka sewu rupa
Hukum yang kau baca hanya muslihat sejuta
Muslihat dari mantra bapak yang berkuasa
Editor: Helmalia Putri









