Penulis: Artika Putri Kinanti
Memasuki hari kedua Soedirman Student Summit (S3) 2026 pada Selasa (11/8/2026), sekat lokasi tidak menyurutkan semangat mahasiswa baru dalam mengikuti rangkaian ospek. Antusiasme mahasiswa baru tidak mereda pada siang hari yang terik di Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Panggung S3 2026 dimeriahkan oleh orasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, parade Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), dan paguyuban, teatrikal, serta penampilan oleh The Lantis.
Berbeda dengan semarak di auditorium, mahasiswa baru yang terbagi di beberapa fakultas memiliki rangkaian acaranya sendiri, seperti talk show teman sebaya, company presentation dari Bank Indonesia, interactive session, dan pemberian materi dari Google. Talk show bersama teman sebaya atau yang disebut Synergy Session mengangkat tema utama yaitu Upgrade Skill and Mindset (Tumbuh, Berdaya, dan Menciptakan Ruang Aman di Kampus). Pembicara membawakan pengalaman mereka selama menjalani perkuliahan dan dilanjutkan dengan sesi tanya-jawab, hal ini dianggap efektif untuk membantu mahasiswa baru dalam mengenal Unsoed dan membantu mereka untuk menjalani masa perkuliahan.
Tidak hanya talk show, pihak Unsoed mewajibkan mahasiswa baru untuk mendapatkan materi dari Google mengenai edukasi penggunaan AI. Selain mahasiswa baru, pihak Google telah memberikan pelatihan kepada panitia yang akan mendampingi mahasiswa baru selama Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).
Naila Adzima, selaku Koordinator Kurikulum Panitia S3 2026, menyatakan terdapat sedikit kendala seperti miskomunikasi terkait perizinan ospek di fakultas dan adanya keterbatasan sumber daya manusia sebagai operator, hal ini membuat panitia yang bertugas di beberapa fakultas kewalahan karena operator dari pihak fakultas belum sepenuhnya memberikan bantuan yang dibutuhkan. “Saran untuk evaluasi S3, kalau tahun depan kegiatan di fakultas tetap dilakukan seperti ini, mungkin sedari awal bisa lebih dikuatkan lagi koordinasinya dengan pihak fakultas, sehingga dapat lebih memahami apa yang akan kami lakukan di hari-H.”
Beberapa mahasiswa baru yang menjalani ospek di fakultas mengaku bahwa mereka merasa puas dan tidak keberatan menjalani rangkaian ospek di auditorium, bahkan merasa senang karena dapat mengunjungi fakultas lain. Mahasiswa baru adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan berpartisipasi membangun keberlanjutan negeri. Siti Kunarti, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsoed, berharap bahwa mahasiswa baru dapat memahami dan mempersiapkan diri dalam persaingan di era global ini. “Saya selalu katakan, tolonglah individualismenya dikurangi, circle-circle dikurangi. Yang sekiranya membuat mereka positif, tumbuh dan kembangkan.”
Tidak ada lagi sekat antara graha maupun fakultas ketika ospek memasuki penghujung acara, yaitu Expo UKM. Menjelang sore hari, gelombang mahasiswa baru tumpah ruah memadati stan UKM, paguyuban, organisasi, fakultas asal, makanan, dan games. Selain membantu mahasiswa baru untuk mencari tahu minat dan bakatnya, mahasiswa yang menjaga stan UKM berpendapat bahwa acara ini dapat membantu setiap UKM untuk merekrut anggota baru dan terus beregenerasi, terlebih bagi UKM yang baru didirikan.
Dengan sisa semangat yang masih ada, mahasiswa baru mengelilingi dan mengunjungi berbagai stan yang sesuai dengan ketertarikan atau hobi, mulai dari stan UKM alam, olahraga, kesenian, kesusastraan, dan yang lainnya.
Namun, tak sedikit dari mahasiswa baru yang kebingungan mengenai letak UKM yang ingin dituju karena ramainya mobilitas di area Expo yang kurang kondusif, bercampurnya antara stan makanan dan UKM, atau penulisan nama stan yang terlalu kecil. Pihak UKM juga berharap terdapat sekat yang memisahkan setiap UKM. “Menurut saya, disarankan buat ke depannya itu dikasih denah aja kak. Waktu itu juga pernah ada yang nanya, ‘kak kalau stan-nya Fikes mana kak’, ini dan itu. Dan jujur, kan kita juga nggak yang terlalu hafal setiap tempat gitu kak,” ungkap Putri Silvia, anggota UKM Bulu Tangkis.
Mahasiswa baru beranggapan bahwa adanya Expo UKM membantunya mengetahui minat dan bakat, serta memahami bahwa kehidupan di perkuliahan tidak hanya sekadar duduk di bangku kelas. “Terima kasih kepada panitia S3 untuk kerja kerasnya, seru banget asli,” tutur Rachel, mahasiswa baru FMIPA.
Editor: Annisa Nur Hidayah
Reporter: Artika Putri Kinanti, Muhammad Fatkhun Nafiq, Jeni Rindi Afriska, Azmi Layaliya Nauro, Alya Martzalyanti







