Penulis: Artika Putri Kinanti
Sejumlah mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali berhimpun di depan Gedung Rektorat untuk menuntut komitmen yang jelas dan nyata kepada para birokrat kampus, terutama Ali Rokhman selaku Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unsoed. Dengan dilakukannya aksi audiensi yang bertajuk “Unsoed Problematik: Menagih Janji, Evaluasi, dan Reformasi Total”, mahasiswa ingin memperjelas bahwa aspirasinya didengar dengan dipertemukan dan berdialog langsung dengan Plt Rektor Unsoed, Ali Rokhman, yang bertugas untuk memperbaiki citra Unsoed.
Ali Rokhman menyatakan bahwa tujuh tuntutan yang disampaikan oleh mahasiswa telah dikonsultasikan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dan akan diproses alur pelaksanaannya. Ia menyampaikan bahwa universitas akan membuka informasi mengenai penerimaan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Iuran Pengembangan Institusi (IPI) dan penerimaan lain yang berasal dari mahasiswa, ketentuan penerimaan mahasiswa baru akan diumumkan sebelum proses penerimaan berlangsung dan bukan setelah proses berjalan, evaluasi akan dilakukan terhadap pejabat dan unit yang memiliki kewenangan, universitas akan mengembangkan informasi anggaran yang memungkinkan sivitas akademika mengetahui secara berkala rencana, alokasi, pelaksanaan, realisasi, sampai evaluasi. Selain itu, universitas akan menyampaikan laporan perkembangan setiap tiga bulan sampai seluruh rekomendasi update atau perbaikan ini dinyatakan selesai.
Editor: Annisa Dwi Rahman
Reporter: Artika Putri Kinanti, Annisa Dwi Rahman, Manda Damayanti, Ryu Athallah Raihan, Resty Assyfa, Akhdan Maulana, Annisa Nur Hidayah, Lovely Mozza Permata, Dwi Santika Sukmaningrum, Reny Diah Merriola






