Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia: Soroti Pemerintahan Prabowo-Gibran dan Polemik Rektor Unsoed

Penulis: Fadila Nuraini

Kehadiran massa aksi membawa banner (21/8/2026)
 (Beritaunsoed.com/Hasna Zulfa Qanitah)

Massa dari sejumlah elemen masyarakat dan mahasiswa di Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di Purwokerto, Jumat (21/8/2026). Aksi yang dikoordinasi oleh mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) tersebut dimulai di depan Alun-Alun Purwokerto dan dilanjutkan ke depan kampus Unsoed. Massa menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran serta persoalan tata kelola di lingkungan kampus.

Koordinator lapangan aksi, Setyawan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Unsoed, mengatakan bahwa massa membawa tuntutan berupa efisiensi anggaran, stabilisasi harga kebutuhan pokok, evaluasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penghentian militerisme. Massa juga menyerukan agar Prabowo-Gibran mundur atau hadir untuk menyampaikan pertanggungjawaban kepada masyarakat. “Kita pengen ada efisiensi anggaran, kita pengen benar-benar harga bahan kebutuhan pokok itu distabilkan kembali.” kata Setyawan.

Peserta aksi, Zayyan dari Fakultas Hukum, mengatakan aksi tersebut menjadi bentuk peringatan dan refleksi terhadap kondisi masyarakat. “Setidak-tidaknya ini adalah bentuk peringatan, refleksi, dan juga harapannya dapat memberikan kesadaran kepada sesama mahasiswa atau mungkin rakyat Banyumas pada umumnya,” ujarnya. 

Di sisi lain, Muhammad Adhip Anwar dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menilai aksi belum sepenuhnya efektif karena jumlah massa yang hadir masih terbatas. Ia mengatakan massa berencana melanjutkan aksi menuju Pendopo Si Panji apabila jumlah peserta bertambah.

Sementara itu, Setyawan mengatakan aksi berlangsung melalui mimbar bebas dan tidak diarahkan pada kontak fisik dengan aparat. “Tadi juga kan aksinya mimbar bebas. Jadi kayak ya kita enggak ada daya desak dan juga upaya untuk ada kontak fisik lah sama aparat. Jadi masih aman,” katanya.  

Patung kuda Unsoed ditutupi tulisan protes (21/8/2026) (Beritaunsoed.com/Hasna Zulfa Qanitah)

Setelah menyampaikan aspirasi di depan Alun-Alun Purwokerto, massa berpindah ke depan patung kuda Unsoed untuk menyampaikan orasi terkait persoalan birokrasi kampus dan rektor Unsoed.

Dalam orasi, massa menyerukan agar rektor Unsoed, Akhmad Sodiq, mengundurkan diri. Orator menyinggung informasi mengenai pemeriksaan dan dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap rektor dan pihak kampus. Dalam pernyataan sikap, massa menyatakan bahwa persoalan hukum yang menyeret jajaran pimpinan kampus harus menjadi bahan evaluasi bagi civitas academica.

Massa menuntut proses hukum berjalan objektif dan transparan serta mendorong pembenahan tata kelola internal kampus. “Kita menolak segala bentuk praktik yang mencederai kepercayaan publik terhadap Universitas Jenderal Soedirman. Kita menuntut bahwa proses hukum harus berjalan secara objektif, transparan, dan tanpa intervensi,” ujar perwakilan massa saat pernyataan sikap.

Massa menyatakan tuntutan terhadap pemerintah dan kampus merupakan bagian dari upaya mengawal kebijakan publik, proses hukum, transparansi, dan tata kelola institusi. Aksi ditutup dengan seruan harapan tuntutan mereka dapat didengar dan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah maupun pihak kampus. 

Editor: Velen Candra Nadia

Reporter: Nazwa Syifa Nasution, Hilda Lailatus Salma, Fadila Nuraini, Hasna Zulfa Qanitah, Manda Damayanti, Velen Candra Nadia.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dari Graha hingga Fakultas: S3 2026 Berakhir dengan Semarak Expo UKM

Penulis: Artika Putri Kinanti Memasuki hari kedua Soedirman Student Summit (S3) 2026 pada Selasa (11/8/2026), sekat…

S3 2026 Jadi Pintu Awal Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus Unsoed

Oleh: Muhammad Fatkhun Nafiq Hari pertama Soedirman Student Summit (S3) 2026 menjadi momentum bagi mahasiswa baru…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia: Soroti Pemerintahan Prabowo-Gibran dan Polemik Rektor Unsoed

Aksi Menuntut Kemerdekaan Indonesia: Soroti Pemerintahan Prabowo-Gibran dan Polemik Rektor Unsoed

Hari Kemanusiaan Sedunia: Rapor Merah Krisis Gaza, Collapse Pendanaan, dan Tantangan Ilusi Empati Digital

Hari Kemanusiaan Sedunia: Rapor Merah Krisis Gaza, Collapse Pendanaan, dan Tantangan Ilusi Empati Digital

Bersuara Lalu Apa

Bersuara Lalu Apa

Dari Graha hingga Fakultas: S3 2026 Berakhir dengan Semarak Expo UKM

Dari Graha hingga Fakultas: S3 2026 Berakhir dengan Semarak Expo UKM

S3 2026 Jadi Pintu Awal Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus Unsoed

S3 2026 Jadi Pintu Awal Mahasiswa Baru Mengenal Kehidupan Kampus Unsoed

Tiga Rekomendasi Curug Banyumas, Cocok untuk mengobati Homesick dan kebutuhan Healing kamu!

Tiga Rekomendasi Curug Banyumas, Cocok untuk mengobati Homesick dan kebutuhan Healing kamu!