Penulis: Tegar Pri Antony
Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVII 2026 di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi wadah bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk memperkenalkan produk kewirausahaan sekaligus berinteraksi langsung dengan pengunjung. KMI Expo XVII berlangsung dari Selasa (29/9/2026) hingga Jumat (1/10/2026) dengan mengusung tema “Wirata Berkarya Inovatif, Berakar Lokal, Berdampak Global”.
Pameran produk merupakan salah satu rangkaian KMI Expo XVII yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kewirausahaan kepada masyarakat serta calon mitra usaha. Pameran berlangsung di lapangan dan kompleks Kantor Pusat Administrasi Unsoed.
Memasuki hari kedua pelaksanaan, aktivitas di sejumlah stan tidak hanya diisi dengan penjualan, tetapi juga permainan dan interaksi dengan pengunjung. Muhammad Reza Fahlevi, peserta dari Universitas Gadjah Mada (UGM), mengatakan bahwa jumlah pengunjung yang datang ke stan timnya telah mencapai sekitar 400 orang selama dua hari. “Alhamdulillah hari kedua masih ramainya sama, malah semakin-makin. Malah mungkin total udah 400-an yang datang,” ujarnya.
Reza bersama tim Daily Drip Exploration membawa konsep sustainable healing tourism yang mengolah aktivitas wisata berbasis thrift dengan pendekatan zero waste. Mereka mengumpulkan sampah dari kegiatan tersebut untuk kemudian disalurkan kepada mitra bank sampah lokal dan diolah menjadi aksesori. Menurut Reza, kehadiran di KMI Expo juga membuka peluang jejaring dengan pelaku usaha lain. “Kita udah mengenal banyak sekali entrepreneur-entrepreneur lain yang mereka sudah membuka wawasan dan membuka peluang kolaborasi bersama kita,” katanya.
Antusiasme pengunjung di salah satu stand KMI Expo XVII 2026 (30/9/2026) (Beritaunsoed.com/Tegar Pri Antony)
Respons positif terhadap produk juga datang dari pengunjung. Alia Syifa Nuralimah, mahasiswa Teknik Pertanian Unsoed, menilai produk dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menarik karena mengangkat produk lokal berupa blangkon dan gantungan kunci yang dibuat secara handmade. Ia menilai bahwa produk tersebut memiliki peluang untuk bersaing dengan produk lain di pasaran. “Itu juga dari lokal, buatan lokal, jadi bisa bersaing sama produk-produk yang lain,” tuturnya.
Pengunjung lain, Bias Cahyani dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsoed, tertarik pada produk berbahan batik seperti sepatu dan pakaian yang dibuat sendiri oleh peserta. Ia juga menilai bahwa sejumlah peserta telah memiliki kesiapan untuk bersaing karena sudah membangun kanal pemasaran digital, salah satunya melalui situs web.
Selain pameran produk, KMI Expo XVII juga menghadirkan Kirab Budaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pada Rabu (30/09/2026). Kirab tersebut menampilkan budaya dan tradisi dari berbagai perguruan tinggi peserta, dengan rute dari Lapangan GOR Soesilo Soedarman menuju kawasan Kantor Pusat Administrasi Unsoed.
Medelin, peserta kirab dari Universitas Padjadjaran (Unpad), membawa busana pengantin Sunda dan iring-iringan tarian Sunda untuk memperkenalkan budaya daerah asal kampusnya kepada masyarakat Purwokerto. Ia menyebut pengalaman berinteraksi dengan kontingen dari perguruan tinggi lain menjadi salah satu hal yang berkesan selama kegiatan. “Berkesannya karena tadi tuh kita sempat saling kenalan budaya satu sama lain sama Unhas, terus interaksi sama warga sekitarnya,” ujarnya.
Pengunjung menilai masih terdapat sejumlah aspek yang dapat diperbaiki. Alia menyoroti keterbatasan informasi mengenai lokasi parkir dan petunjuk area stan. Ia juga mengusulkan penataan jalur yang lebih jelas agar pengunjung tidak perlu mencari-cari lokasi stan. Sementara itu, Bias menilai kapasitas area pameran perlu diatur kembali karena kondisi di dalam area sempat terasa pengap pada hari pertama.
KMI Expo diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperkenalkan produk, tetapi juga membuka peluang untuk membangun jejaring dan memperoleh pengalaman baru. Hal tersebut dikatakan Reza, yang juga berharap penyelenggaraan KMI pada tahun-tahun berikutnya semakin inklusif dan mampu memberikan ruang eksposur lebih luas bagi mahasiswa serta pelaku usaha yang masih merintis. “Harapannya untuk kedepannya, untuk KMI 2026, 2027, 2028, kedepannya adalah semakin inklusif, semakin memberdayakan kota yang lebih banyak, dan tentunya memberikan gerbang eksposure yang lebih tinggi,” ujarnya.
Editor: Andika Brilyan
Reporter: Annisa Nur Hidayah, Aurick Fachri Al Fajr, Jeni Rindi Afriska, Tegar Pri Antony, Velen Candra Nadia, Yosi Indah Sekar Arum, Yunita Salsabilla Fitriani, Reny Diah Merriola








