Pantun Rumah Sawah

Oleh: Aziz Dwi Apriyanto*
Ilustrasi: Marita Dwi Asriyani

Sengaja ke Bali memburu turis
Minum bir, makannya tahu kupat
Kita hidup di negeri agraris
Kebun dan sawah di setiap tempat

Jidat profesor sangatlah terang
Di tempat gelap bisa menyala
Tapi miris kondisi sekarang
Impor pangan merajalela

Ke kondangan membuat ulah
Atasan rapi, tapi tak bercelana
Tambah penduduk, tambah masalah
Permukiman warga taruh di mana?

Hujan deras bercampur petir
Tanda cuaca sedang tak ramah
Jangan bingung, usah khawatir
Sawah ditanami rumah mewah

Murid pacaran sebut mama papa
Ketahuan, disidak kepala sekolah
Rumah aman, lalu kerja apa?
Bikinlah toko, belilah sawah sebelah

Aduh manis bikin hati terpana
Gadis cantik mengunyah permen
Papan sudah, sandang macam mana?
Bukalah lahan, bangun pabrik garmen!

Ada yang unik dari si nyonya
Pakai cadar layaknya ninja
Soal pangan, apa kabarnya?
Sekali lagi, diimpor saja!

Tradisi wisuda melempar toga
Toga terbang tak tentu arahnya
Kebun mulai tak subur, sawah juga
Terpaksa, petani menjual tanahnya

Jalan-jalan ke kota Paris
Untuk menjemput Putri Syahrini
Masihkah relevan kata agraris?
Sawah dan kebun habis begini

Pensiunan guru pergi berkemah
Lupa simpul tali, atas atau bawah?
Sawah disulap jadi bangunan rumah
Rumah mewah penggusur sawah

 

*Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2015, sedang mencoba menulis pantun.

 

Catatan Redaksi:
Tulisan ini dimuat ulang dari Majalah Sketsa Edisi 35 Tahun XXIX Oktober 2017 bertema “Meraba Pemilihan Rektor” pada Rubrik Sastra.

 

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Sepenggal Kisah Janggal

Oleh: Ariel Hendri Setiawan Ilustrasi : Abida Fitratussawa Aris terbangun sebelum alarm ponselnya benar-benar menggetarkan lantai…

Hewan-Hewan di Ujung Jalan

Oleh: Farah Fauziah Di depan sana, asap mengepul Kikikan tajam memecah malam Langkahku ragu Apakah iya?…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menemukan Tuhan Lewat Mata Seorang Alien

Menemukan Tuhan Lewat Mata Seorang Alien

Sepenggal Kisah Janggal

Sepenggal Kisah Janggal

Usut Kasus Penganiayaan dan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas

Usut Kasus Penganiayaan dan Kekerasan Seksual, Aliansi Mahasiswa Unsoed Geruduk Polresta Banyumas

Bukan Sekadar Candaan: Ketika Kekerasan Dinormalisasi pada Lingkaran Pertemanan

Bukan Sekadar Candaan: Ketika Kekerasan Dinormalisasi pada Lingkaran Pertemanan

Kisah di Gang Krembangan pada Tahun 60-an dari Kacamata Bocah 6 Tahun

Kisah di Gang Krembangan pada Tahun 60-an dari Kacamata Bocah 6 Tahun

Lonceng Kematian Rasa Aman: Ketika Ekosistem Pendidikan Menjadi Sarang Kasus Kekerasan

Lonceng Kematian Rasa Aman: Ketika Ekosistem Pendidikan Menjadi Sarang Kasus Kekerasan