Tag: Pers

[Media Partner] Journalism On Serial (Journia) by Persma Pijar 2021
MEDIA PARTNER, PARIWARA

[Media Partner] Journalism On Serial (Journia) by Persma Pijar 2021

Pers Mahasiswa Pijar USU dengan bangga mempersembahkan Journalism on Serial (Journia) 2021. Dunia selalu bergerak dinamis, begitupun dengan bidang jurnalistik. Masa mendatang tentu akan berbeda dengan masa lampau. Bagaimana jurnalistik masa depan bisa secerah harapan saat situasi sudah diujung tanduk?Mengangkat 4 subtema yang berbeda setiap Minggu dalam sebulan, silakan daftar dan curi ilmu sebanyak-banyaknya! Ayo ikut #Journia2021 yang akan diselenggarakan pada:?️ 3, 4, 10, dan 11 Juli 2021? Via Zoom & Wa ?️ Speaker:• Nadia Soekarno (Public Figure)• Andi Muhyiddin (Head of Video Kumparan)• Nana Riskhi (Head of Multimedia Tempo)• Septa Inigopatria (Head of Product Development Harian Kompas) ? Webinar ini dikenakan biaya • Bundling packet (4 series)Presale 1= 40k (11...
Asmaradana
CERPEN, SASTRA

Asmaradana

Oleh: Permadi Suntama Tetes embun menyelinap dan membungkusi daun pisang yang menetaskan sayap kupu-kupu untuk terbang. Menjemput serbuk sari pada bunga-bunga yang telah membuka kuncupnya. Sayup suara bayi kelelawar yang menangis karena terjepit di ujung kuncup daun pisang. Suaranya tidak mau kalah dengan bunga-bunga yang bermekaran. Tamparan kepak sang induk kelelawar, menjadi mula dari perjalanannya. Bersamanya, mengembara keheningan yang memupuk keharuman bunga temboja. Kelopak-kelopak bunganya yang harum merebahi tanah, menjadi perantara jalan untuk mendekatkan manusia pada sang Pencipta. Burung Prenjak melompat-lompat riang mendapati setundun pisang matang di samping sebuah rumah. Tanpa peduli ada sepasang kelelawar bersaudara, yang merintihkan sakit dan lapar di dekatnya. Bunga-b...
Pantun Rumah Sawah
SAJAK, SASTRA

Pantun Rumah Sawah

Oleh: Aziz Dwi Apriyanto* Sengaja ke Bali memburu turis Minum bir, makannya tahu kupat Kita hidup di negeri agraris Kebun dan sawah di setiap tempat Jidat profesor sangatlah terang Di tempat gelap bisa menyala Tapi miris kondisi sekarang Impor pangan merajalela Ke kondangan membuat ulah Atasan rapi, tapi tak bercelana Tambah penduduk, tambah masalah Permukiman warga taruh di mana? Hujan deras bercampur petir Tanda cuaca sedang tak ramah Jangan bingung, usah khawatir Sawah ditanami rumah mewah Murid pacaran sebut mama papa Ketahuan, disidak kepala sekolah Rumah aman, lalu kerja apa? Bikinlah toko, belilah sawah sebelah Aduh manis bikin hati terpana Gadis cantik mengunyah permen Papan sudah, sandang macam mana? Bukalah lahan, bangun pabrik garmen! Ada yang unik dar...
Melawan “Kepandiran” Pers Mahasiswa
KESKETSAAN, OPINI

Melawan “Kepandiran” Pers Mahasiswa

Oleh: Emerald Magma Audha* Kala membaca sebuah berita—yang katanya produk jurnalistik, kening saya langsung mengernyit, akal mumet. Tulisan itu tertampung dalam dua lembar kertas A4, ditautkan dengan staples di garis tengah. Lalu, kertas dilepit dua bagian, jadilah semacam leaflet delapan halaman. Terbitan itu bernuansa hitam putih. Saya menemukannya beberapa waktu lalu—menjelang permulaan semester gasal, tergeletak di lobi kampus sebuah fakultas. Lantas, saya membawanya ke kantor redaksi Skëtsa, memamerkannya ke editor senior saya, mengajak dia “corat-coret” leaflet. Saya masih ingat, sekitar lima bulan yang lalu. Ada banyak sekali coretan (baca: kesalahan) dijumpai, hampir di seluruh laman, bahkan di setiap paragraf tulisan. Itu baru dari tanda baca, salah ketik, atau huruf yang kuran...
Pantun Hari Pers Nasional
SAJAK, SASTRA

Pantun Hari Pers Nasional

Oleh: Nurhidayat Anak kuliah menulis jurnal Anak persma bikin majalah Ini Hari Pers Nasional Momentum wartawan untuk berbenah Koran sobek di bagian tengah Koran bekas dijual ke loak Wahai masyarakat kelas menengah Janganlah mudah termakan hoax Nenek-nenek suka membaca Beli buku dua eksemplar Jangan mudah menyinggung SARA Baca yang banyak supaya pintar Anak kasmaran menulis surat Surat dikirim terbaca tidak Wahai birokrat yang terhormat Kritik datang jangan ditolak Menulis cerpen harus diketik Ditolak editor mataku sembab Mungkin pers banyak mengkritik Banyak mengkritik asal bertanggung-jawab