Tag: Purwokerto

GenBI: Memulai Misi Besar
ARTIKEL, BERITA, FEATURE

GenBI: Memulai Misi Besar

Oleh : Bernadeta Valentna Gedung megah Bank Indonesia (BI) Cabang Purwokerto terlihat berbeda pada Selasa(13/1), pukul 13.00 WIB kemarin.Walau cuaca kurang bersahabat, beberapa mahasiswa dengan jas almamater tetap berlari-lari kecil menghindari hujan dari parkiran demi sampai ke lobi BI. Dengan rok dan celana seragam warna hitam, serta jas almamater warna kuning gelap dan hijau terang, mereka terlihat kompak. Pelantikan menanti mereka di lantai dua ruang pertemuan. Ini bukanlah pelantikan organisasi UKM atau paguyuban biasa, melainkan sebuah pelantikan Generasi Baru Indonesia (GenBI). GenBI adalah organisasi resmi para penerima beasiswa Bank Indonesia. Beasiswa yang memiliki kualifikasi cukup tinggi ini diikuti oleh mahasiswa Unsoed dan IAIN Purwokerto. Pengurus yang dilantik adalah p...
Konstelasi  Politik di Mata Praktisi Politik Publik Purwokerto
BANYUMASAN, BERITA, KAMPUS, UKM

Konstelasi Politik di Mata Praktisi Politik Publik Purwokerto

PURWOKERTO-Dinamika politik yang melanda negeri Indonesia sangat menyedot perhatian publik, baik di dalam maupun luar negeri. Tahun ini menjadi tahun politik yang banyak sekali mencatat sejarah baru. Berseberangannya kubu eksekutif dan legislatif menjadi tantangan tersendiri bagi negara yang menganut demokrasi multi partai seperti Indonesia. Hal itu dibahas dalam diskusi bertema “Menakar Masa Depan Indonesia” di Aula FISIP Kedinamisan politik “Politik itu selalu dinamis, seperti saat ini kita disuguhkan pendidikan politik yang sangat dinamis, namun kita belum siap akan tontonan yang demikian,” cetus Subagyo, Ketua Komisi B DPRD Banyumas. Subagyo merupakan salah satu pembicara yang diundang dalam acara Pelantikan Presiden BEM FISIP 2014 yang dilanjutkan dengan diskusi bertema “...
Anomali dan Krisis Identitas Sosial Budaya Lokal Purwokerto
BANYUMASAN, BERITA

Anomali dan Krisis Identitas Sosial Budaya Lokal Purwokerto

PURWOKERTO–“Bahasa Banyumas seperti barang langka, takut hilang, tapi dikerangkeng,” celoteh Arizal Mutahir, M.A., salah satu pembicara dalam diskusi publik “Manusia Merdeka” yang bertempat di Aula FISIP Unsoed, Minggu (21/9). Menurut Arizal, ungkapan tersebut mewakili keadaan Banyumas, terutama Kota Purwokerto, yang kini tengah mengalami krisis sosial budaya di tanahnya sendiri. Berdiri sebagai pusat wilayah Karesidenan Banyumas, Purwokerto menjadi tempat yang strategis dan menarik bagi sebagian orang untuk bermigrasi ke kota mendoan ini. Berdirinya sebuah perguruan tinggi negeri-Universitas Jenderal Soedirman, sejak 1963, juga semakin meningkatkan daya tarik masyarakat menuju Purwokerto. Namun, salah satu aset penambah nilai jual Purwokerto dalam bidang pendidikan ini ternyata menjadi...
Purwokerto Bersatu: Tumpeng dengan Berbagai Lauk
BERITA, FEATURE

Purwokerto Bersatu: Tumpeng dengan Berbagai Lauk

Oleh : Yudi Harmawan “Di sini kita bikin acara sendiri, ditonton sendiri, bayar sendiri dan dinikmatin sendiri,” papar Anung, salah satu penggagas Purwokerto Bersatu. Purwokerto Bersatu adalah acara tahunan komunitas di Purwokerto. Bermula dari KOMPOR (Komunitas Musik Purwokerto), Anung dan kawan-kawan membuat acara untuk menyatukan berbagai macam genre musik di Purwokerto. Acara pertama KOMPOR diadakan di Gedung Soemardjito Unsoed tahun 2010. Pendanaan acara ini dilakukan secara kolektif dan mandiri. Mengamen menjadi salah satu jalan yang dilakukan untuk penggalangan dana KOMPOR kala itu. Selain itu, pemberlakuan sistem ticketing juga dilakukan. Bagi komunitas yang akan tampil juga harus membeli tiket. Peduli Sesama Tahun 2011 KOMPOR tidak mengadakan acara seperti tahun sebelumnya....
Menjelajah Waktu di Pasar Klitikan
BERITA, FEATURE

Menjelajah Waktu di Pasar Klitikan

Oleh: Sucipto Setelah adzan subuh Sabtu (4/5) berkumandang, Syahrul, 40 tahun, bergegas menata barang dagangannya dengan rapi. Beralaskan tikar dan terpal, ratusan pernak-pernik barang kuno Ia jajakan. Tidak ada barang masa kini yang Ia sajikan. Semua barang yang Ia jajakan berusia puluhan tahun, kecuali kaos oblong. Nuansa kaosnya pun tetap vintage atau klasik. Nuansa klasik memang sangat terasa saat mengunjungi lapaknya. Seolah tak mau kalah dengan dagangannya, Syahrul pun sedikit bergaya klasik. Cukup mengenakan topi militer hijau ala pejuang jaman dulu, old style sudah terasa saat kita memandangnya. Pria berbadan gembul ini sengaja datang dari Jakarta ke Purwokerto untuk menyewa lapak di Pasar Klitikan GOR Satria, Purwokerto. Dalam acara Parade Seni dan Parade Onthel Satria 2, Ged...