Gatotkaca dan Togog

Jangan heran kalau di kampus ada kampanye kecil-kecilan untuk memilih para wakil mahasiswa dan pengurus baru karena itu memang sudah menjadi kebiasaan yang turun temurun. Dikatakan kecil-kecilan karena intensitas keramaian (atau katakanlah kesakralannya) tidak semeriah pemilihan ketua erte, calon tunggal sekalipun. Tidak percaya? Silakan hitung sendiri, pasti lebih banyak mahasiswa yang memilih mengantuk di kamar kos daripada berbondong-bondong menunjuk lubang hidung sejawatnya untuk dijadikan wakil mahasiswa atau pengurus baru. Sehingga kalau menyembul pertanyaan: apakah ini berarti kadar rasa demokrasi mahasiswa sekarang menurun? Saya kurang begitu paham.

KILAS BALIK G30S-PKI

Sebuah peristiwa memilukan terjadi 50 tahun yang lalu. Tujuh jenderal TNI dibunuh oleh dalang dari peristiwa…

Mahasiswa Adakan Aksi Simbolik sebagai Perayaan Dies Natalis Unsoed

Oleh: Diyah Nur Alifah Menyambut hari jadi yang ke-59 Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), beberapa perwakilan mahasiswa…

Tolak Kenaikan Harga BBM, Aliansi Semarak Gelar Aksi Unjuk Rasa

Oleh: Faiz Maulida Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Serikat Masyarakat Banyumas Bergerak (SEMARAK) berkumpul untuk…

Yuni, Pamali, Jeruji, dan Emansipasi

Oleh: Akhmad Idris* Baru-baru ini Indonesia seharusnya berbangga diri dengan prestasi yang diraih oleh film Yuni…

Akar Nepotisme dalam Organisasi Kampus

Oleh: Rofingatun Hamidah* Beberapa hari yang lalu, saya mendengar cerita teman yang ditawari jabatan strategis untuk…