Hingga Purnama

Oleh : Rizka Noviana Eka Mulyaningsih

Langit sepenuhnya hitam
Bak tinta yang menetes dari kuas
Mendarat di kertas kusam
Beruntung tak di atas alinea

Seberkas cahaya bersemi
Sudah tiba, sang bulan sabit
Biarpun bukan mentari
Setidaknya harapan mulai terbit

Merancang siasat matang-matang
Bahan bakar sudah terisi separuh
Berlari secepat kilat
Berlayar jauh melupakan penat
Mencari tempat berlabuh

Tiba-tiba tersesat di buana utopis
Haluan teralihkan kemudian
Jejak kaki mulai tak nampak lagi
Muslihat menjadi teman

Jiwa lemah yang beranjak bangkit
Pendamba purnama nan anggun
Serta para dayangnya yang jelita
Sekarang kembali hilang arah

*Penulis merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Atas dan Bawah

Oleh: Muhammad Nur Siddiq di atas gedung-gedung menjulang menyentuh awan yang tak pernah jatuh bahkan lampu…

Genggaman yang Menyelamatkanku

Oleh: Dwi Melani Novitasari Aku pernah merasa tenggelam. Bukan di laut yang luas atau sungai yang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Atas dan Bawah

Atas dan Bawah

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku