Aksi Kamisan Sekaligus Seruan pada Buntut Pendidikan Komersial 

Sebagai bagian dari gerakan solidaritas, dilakukan Aksi Kamisan dengan mengangkat isu spesifik terkait Tragedi 12-15 Mei 1998, dan fenomena yang belakangan ini sedang hangat dibicarakan mengenai perampasan hak pendidikan. Dua tajuk Aksi Kamisan tersebut merupakan bentuk lebih konkret dari aksi demonstrasi pada 29 April lalu mengenai isu penurunan UKT. Aksi hari ini melibatkan partisipasi  2 lembaga dengan total sekitar 30 orang, yakni dari Aksi Kamisan Purwokerto dan juga Aliansi Soedirman Melawan. 

Aksi Kamisan: Dongeng Kala Pemilu?

Dongeng identik dengan cerita fiksi yang dianggap tidak pernah terjadi. Namun, bagaimana jadinya jika aksi yang berusia 17 tahun ini disebut-sebut sebagai dongeng di kala pemilu?

UKT Naik: Meningkatkan Akses atau Membebani Mahasiswa?

Kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) sedang menjadi isu yang hangat di kalangan mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kenaikan UKT ini ramai diperbincangkan karena nominal kenaikannya yang sangat drastic, hingga dua sampai empat kali lipat nominal UKT tahun lalu. Kenaikan UKT ini mulai berlaku sejak ditetapkannya peraturan rektor nomor 6 tahun 2024 tentang Pendidikan Biaya Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman pada tanggal 4 April 2024. Selain nominal kenaikannya yang drastis, yang menjadi permasalahan dalam kasus kenaikan UKT ini adalah peraturan rektor tersebut baru dikeluarkan pada tanggal 23 April 2024, jauh setelah pengumuman hasil seleksi jalur SNBP. Hal ini seperti menjebak para calon mahasiswa baru (camaba) yang lolos seleksi jalur SNBP di Unsoed.

Aksi Mimbar Bebas: Refleksi terhadap Isu di Dunia Buruh dan Pendidikan

Bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei kemarin, serta hasil konsolidasi yang dilakukan beberapa kali; segenap BEM universitas, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dan elemen-elemen lainnya yang ada di Banyumas melakukan aksi mimbar bebas pada Jumat (3/5). Tajuk yang dibawakan berisi dua seruan: ”Naikkan Upah Buruh dan Berikan Pendidikan Gratis untuk Menunjang Kesejahteraan Umum Rakyat Indonesia”. Ada beberapa tuntutan dari gagasan tersebut, di antaranya yaitu mudahkan akses pada aspek pendidikan, pencabutan UU Ciptaker, dan naikkan upah buruh.

Lonjakan Drastis Biaya UKT di Unsoed, Mahasiswa Sampaikan Keresahan

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akhir-akhir ini menjadi sorotan publik setelah turunnya Peraturan Rektor Nomor 6 Tahun 2024 tentang biaya pendidikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Hal ini dikarenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) mengalami lonjakan drastis yang diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2024 dan seterusnya. Pasalnya, lonjakan tersebut mengalami kenaikan hingga 4 sampai 7 kali lipat. Informasi ini dibagikan tepat ketika mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) melakukan registrasi online sehingga menimbulkan keresahan.

Daftar Lokasi Salat Id di Sekitar Unsoed

Tidak terasa kita telah memasuki penghujung bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Kesedihan dan kebahagiaan akan terasa pada semua khalayak, termasuk kalangan mahasiswa. Kesedihan karena ditinggalkan oleh bulan yang di dalamnya segala kebaikan dilipatgandakan pahalanya, serta kebahagiaan yang dirasakan ketika menikmati liburan hari raya dan dapat merayakan ibadah salat Id bersama keluarga.

Kendati demikian, tidak semua mahasiswa memiliki kesempatan untuk mudik, entah dikarenakan lokasi rumah yang terlampau jauh atau kondisi lain yang membuat mereka tidak bisa pulang ke daerah asal. Oleh karena itu,  kami Awak Sketsa telah meliput masjid-masjid di sekitar Unsoed yang dapat digunakan oleh para mahasiswa yang berhalangan mudik dan hendak menunaikan ibadah salat Id di Purwokerto. Terdapat tiga pembagian lokasi yang dapat digunakan untuk salat Id, yaitu: masjid, lapangan, dan beberapa masjid cadangan yang dijadikan tempat salat Id pada saat hujan melanda.