Penulis: Reny Diah Merriola
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banyumas Raya menggelar aksi tuntutan bertajuk “Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Dikebiri, Aparat Diberi Kursi, Eksekutif Tidak Berkompetensi”. Aksi tersebut digelar di Pendopo Si Panji pada Selasa (20/10/2026). Aksi ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi serta mengevaluasi kebijakan pemerintah. Selain itu, gelombang protes serupa juga berlangsung di sejumlah wilayah guna menuntut perbaikan kinerja dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Massa aksi menyampaikan delapan tuntutan, di antaranya menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, menghentikan perampasan ruang hidup dan mengusut tuntas segala bentuk kejahatan ekologis, menghentikan kriminalisasi, represi, dan kekerasan terhadap rakyat, jaminan pendidikan yang adil, terjangkau, dan berpihak kepada rakyat kecil, jaminan kebutuhan pokok, menyetop dan membubarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengembalikan militer ke barak serta mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyumas untuk mengawal aspirasi tersebut. Tuntutan tersebut disampaikan melalui orasi oleh massa aksi dan forum diskusi bersama Pemerintah Daerah (Pemda). Pemda menyampaikan bahwa Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono sedang berada di Yogyakarta sehingga tidak dapat menemui massa aksi. Akan tetapi, forum diskusi tetap berlangsung bersama empat pejabat Pemda yang duduk dalam forum diskusi sebelum akhirnya keluar dari forum tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.
Aksi ini diakhiri dengan orasi sebagai pernyataan sikap massa aksi terhadap lembaga legislatif yang tidak kompeten dalam mengawal aspirasi masyarakat. Pada saat yang sama, pembakaran ban turut mengiringi orasi. Api dan kepulan asap menjadi interpretasi masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia yang terdampak karhutla.
Editor: Andika Brilyan
Reporter: Annisa Dwi Rahman, Akhdan Maulana, Artika Putri Kinanti, Aurick Fachri Al Fajr, Dina Fitria Salsabila, Hasna Nailah Ramadhani, Hilda Lailatus Salma, Lintang Fitriana, Reny Diah Merriola, Sasmeta Feny Zahra






