Lonjakan Drastis Biaya UKT di Unsoed, Mahasiswa Sampaikan Keresahan

Oleh: Balqist Maghfira Xielfa

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akhir-akhir ini menjadi sorotan publik setelah turunnya Peraturan Rektor Nomor 6 Tahun 2024 tentang biaya pendidikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Hal ini dikarenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) mengalami lonjakan drastis yang diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2024 dan seterusnya. Pasalnya, lonjakan tersebut mengalami kenaikan hingga 4 sampai 7 kali lipat. Informasi ini dibagikan tepat ketika mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) melakukan registrasi online sehingga menimbulkan keresahan.

Reaksi keras datang dari sebagian besar mahasiswa yang merasa keberatan dengan lonjakan biaya yang begitu tiba-tiba dan signifikan. Mereka menilai bahwa kenaikan tersebut tidak sejalan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas yang diterima. Beberapa dari mereka juga menyuarakan keprihatinan bahwa hal ini dapat menghambat akses terhadap pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu.

Reaksi tersebut ramai di berbagai sosial media, salah satunya “X”. Terlebih keberadaan base Unsoed dengan username @Unsoedfess1963, dapat menjadi wadah mahasiswa dan calon mahasiswa baru untuk menyuarakan keresahannya terhadap isu ini. Beberapa pengguna X yang mengirim menfess menanggapi isu ini dengan kalimat serius untuk menyuarakan keresahannya. “Jends sekarang stigma unsoed murah udah ngga bisa dibanggain lagi nih. Terus apa ya yang bisa dibanggain dari kampus kuning ini, TOP 3 PTN engga, murah juga engga, fasilitasnya bagus juga engga,” adalah salah satu menfess yang dikirim melalui base unsoed pada (23/04). Selain itu, ada juga yang mengirimkan sarkasme, salah satunya seperti mengunggah bangunan megah dengan caption, “Jends! Kira-kira begini rupa kelas HI Unsoed ketika UKT 14 Juta,” di base tersebut.

Belum ada penjelasan atau klarifikasi apa pun dari pihak kampus. Namun, pihak BEM memutuskan untuk melakukan beberapa rangkaian aksi mulai dari konsolidasi, audiensi, dan demonstrasi dengan harapan pihak universitas memberikan kejelasan dan jalan keluar untuk masalah ini. Konsolidasi telah dilakukan pada Kamis (25/04) sejak pukul 19.30 WIB sampai 22.30 WIB, hasil dari konsolidasi adalah merencanakan agenda audiensi aksi yang akan dilaksanakan hari Jumat (26/04) pada pukul 13.30 WIB di depan gedung rektorat.  Pada situasi ini, diharapkan terjadi dialog konstruktif antara kedua belah pihak untuk mencari solusi yang dapat diterima bersama guna menjaga keseimbangan antara kebutuhan keuangan universitas dan akses pendidikan yang terjangkau bagi mahasiswa.

Reporter: Balqist Maghfira Xielfa, Lili Amaliah, Zahra Nurfitri Laila, Putri Sabhrina, Ferry Aditya
Editor: Lili Amaliah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *