Lonjakan Kasus Curanmor di Sekitar Kawasan Unsoed Mengkhawatirkan Mahasiswa
Intensitasnya luar biasa ketika mahasiswa baru datang. “Untuk curanmor kali ini memang luar biasa di tahun ini,” lanjutnya.
PKM Tempat Mahasiswa Berkumpul, Fasilitas Belum Begitu Unggul
Belakangan ini, terdapat sebuah fasilitas baru di PKM yakni sebuah taman tepat bersebelahan dengan pendopo belakang. Ada lebih dari lima pasang kursi dan meja panjang yang diletakkan untuk para mahasiswa. Apabila pembangunan taman saja bisa terealisasi dengan cepat, ada baiknya perbaikan fasilitas lainnya yang lebih penting dapat disegerakan.
Minat Berorganisasi Mahasiswa Unsoed Mengalami Penurunan, Mitos atau Fakta?
Dari sekian banyak manfaat yang bisa diperoleh mahasiswa jika mengikuti organisasi, banyak juga mahasiswa yang lebih memilih untuk tidak mengikuti kegiatan apapun di luar pembelajaran dalam kelas. Hal ini dapat dilihat dari beberapa organisasi kampus yang menghadapi kesulitan dalam mencari kader penerus tongkat estafet keanggotaanya. Sekarang ini ada beberapa yang berpendapat bahwa minat mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman mengalami penurunan.
Aksi Kamisan Sebagai Upaya Merawat Ingatan
Kamis (07/09) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM Unsoed) melakukan Aksi Kamisan sebagai awal rangkaian Aksi September Hitam di depan Rita Supermall Purwokerto untuk merawat ingatan mengenai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang terjadi di Indonesia. Pada aksi pembuka ini, sembilan belas tahun berjalannya kasus Munir yang hingga saat ini tidak menemukan titik terang dijadikan sebagai pembahasan.
Gen Z: Pendorong Perdamaian di Era Digital?
Dunia kita saat ini dipenuhi dengan tantangan global yang memerlukan upaya bersama untuk mencapai perdamaian dan keselarasan. Di tengah revolusi digital yang sedang berlangsung, satu generasi muda, Gen Z, telah memegang peran sentral dalam mempromosikan perdamaian di seluruh dunia.
Hentakan Palu
Kenapa orang sejahat ini masih merengek-rengek untuk melanjutkan hidupnya? Bukankah kehidupan dua belas orang lain berakhir di tangannya sendiri? Kenapa dia masih bisa mengeluarkan gonggongan tidak masuk akal hanya untuk mengulur beberapa menit hidupnya? Kenapa dia masih bisa berbicara seperti tidak melakulan kesalahan apa-apa? Manusia macam apa yang masih mengatasnamakan keluarganya setelah mengambil anggota keluarga orang lain entah apapun alasannya?












