Mawar Maharani

Oleh: Mar’atul Mu’ayadah

Ilustrasi: Sri Hari Yuni Rianti

Bunga cantik penuh duri
Rupanya menggoda untuk dimiliki
Harumnya semerbak mewangi
Simbol kecantikan diri sejati

Tangan putih bercampur dengan merah
Erat menggenggam penuh darah
Mata menutup ditumpukan melati
Tubuh meringkuk semakin sembunyi

Kilasan memori berdatangan
Rasa sakit yang semakin tak tertahan
Duri mawar yang semakin menusuk diri
Mencoba mengalihkan perhatian sang putri

Maharani pemimpin negeri
Kini menangis sendiri sunyi
Mawar yang menjadi gambaran keelokan diri
Hancur terberai menjadi kelopak tak bertangkai

Berat beban yang dia bawa sendiri
Tak ada satupun yang memahami
Hanya kelopak mawar menjadi saksi
Jiwa yang mulai meninggalkan diri

*Penulis adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

52 Hz

Oleh: Resty Assyfa Aku berenang menyusuri hamparan laut yang gelap, mengarungi rute panjang saat dunia terlelap.…

Penjajah Berdasi

Oleh: Annisa Nur Hidayah Air laut merona oleh darah, Bumi dipijaki para penjajah berdasi. Paru-paru dunia…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

52 Hz

52 Hz

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa