Menuntut Pencabutan UU Cipta Kerja, Aliansi Mahasiswa Banyumas Gelar Aksi Demonstrasi

Oleh: Putri Sabhrina

Foto: Lili Amaliah

Ratusan mahasiswa gelar aksi menuntut pencabutan Undang-Undang Cipta Kerja pada hari Senin (10/4). Aksi tersebut terdiri dari berbagai elemen mahasiswa Banyumas seperti Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman, BEM Fakultas Unsoed, BEM Universitas Wijaya Kusuma (Unwiku), BEM Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), BEM Amikom, BEM UIN SAIZU Purwokerto, serta Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus (Ormek) seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Pada pukul 13.56 WIB, para mahasiswa yang sudah berkumpul di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unsoed, mulai berangkat menuju Lapangan Purwanegara. Aksi dimulai dengan long march dari Lapangan Purwanegara hingga Simpang Jl. Masjid, kemudian dilanjutkan dengan penampilan teatrikal dari perwakilan HMI. Selesai penampilan teatrikal, long march berlanjut sampai depan Kantor DPRD Kabupaten Banyumas.

Foto: Putri Sabhrina

Perwakilan elemen masyarakat Banyumas yaitu mahasiswa dan beberapa masyarakat menyampaikan orasi mereka di depan Kantor DPRD Kabupaten Banyumas. Mereka terus menuntut pemerintah pusat, DPR RI, dan Presiden melalui pemerintah Banyumas untuk mencabut UU Cipta Kerja yang merugikan banyak kalangan masyarakat. Bagus Hadikusuma, Presiden BEM Unsoed menyebutkan empat permasalahan UU Cipta Kerja yaitu memeras buruh, menghancurkan dan menggadai lingkungan hidup, memudahkan investasi asing yang jauh dari kata ideal dan tidak mewujudkan kesejahteraan buruh, serta melanggengkan oligarki pertambangan di Kalimantan, Papua, Sumatera, dan daerah lainnya.

Sempat terjadi kerusuhan antara mahasiswa dengan aparat di gerbang samping Kantor DPRD Kabupaten Banyumas. “Mahasiswa mencoba untuk menekan aparat penegak hukum yang ada di sana, sehingga sempat rusuh diawal. (Hal-red) itu sebagai bentuk respon kita terhadap kesewenangan aparat penegak hukum yang mencoba membatasi gerakan-gerakan mahasiswa,” ujar Aji Satya Dharma, Menteri Aksi dan Propaganda BEM Unsoed.

Para mahasiswa meminta Bupati Banyumas dan wakilnya untuk keluar menemui seluruh massa aksi. “Agenda kita yang pasti adalah menuntut, kita menuntut pemerintah daerah untuk memberikan statement tentang pencabutan UU Cipta Kerja, itu suatu hal konkret yang kita kawal,” ujar Aji. Namun, hasil tuntutan mahasiswa tersebut belum sesuai harapan. Budhi Setiawan, Ketua DPRD Kabupaten Banyumas, secara terus terang menolak menandatangani tuntutan pencabutan UU Cipta Kerja. Tidak ada upaya yang diberikan oleh pemerintah Banyumas untuk ikut mengawal masyarakat mengenai UU Cipta Kerja tersebut.

Setelah berbuka puasa tepatnya pukul 18.15 WIB, para mahasiswa kembali berkumpul di depan Kantor DPRD Kabupaten Banyumas untuk melakukan pernyataan sikap secara mandiri. Massa aksi melempari sampah sebagai bentuk simbolik mahasiswa kepada pemerintah yang tidak bisa mengawal dan mengakomodir hak-hak masyarakat. Sebab penolakan tersebut, para mahasiswa perlu memutar otak kembali mengenai masalah UU Cipta Kerja. “Langkah selanjutnya adalah kita bikin konsolidasi lagi, kita bangun eskalasi yang matang, kemudian kita aksi lagi. Sebentar lagi ada May Day, itu mungkin ada aksi klimaks kita untuk menolak UU Cipta Kerja bersama buruh,” ujar Bagus. Massa mulai membubarkan diri tanpa iring-iringan seperti saat keberangkatan pada pukul 18.30 WIB.

Reporter: Putri Sabhrina, Lili Amaliah, Chynthia Maharani Sulistyowati, Sri Hari Yuni Rianti, Afif Fadhilah Iftiar

Editor: Desi Fitriani

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?