Kapur yang Tak Lagi Menulis

Oleh: Fina Mustanginatul Kirom Di suatu desa kecil bernama Mekarjati, berdiri sebuah sekolah dasar yang usianya…

Dariku, untuk Para Pejuang

Oleh: Shabrina Salma Indonesia, 2027 Kalian tahu tren Kabur Aja Dulu? Tren yang membuktikan banyaknya kekhawatiran…

Penyelam Mariana

Oleh : Gita Amalia Suherlan Kebohongan paling besar di hidup saya adalah sebuah quotes pasaran yang…

Di Mana Mawar Iblis Berduri Itu?

Oleh: Nurul Irmah Agustina Dahiku mengernyit seusai membaca pengumuman peringkat paralel jurusan IPA angkatanku. Di sana…

Selamat Ulang Tahun

Dari pagi hingga sore hari, warung seafood tempat Arin bekerja ramai disinggahi pengunjung. Tak henti-hentinya orang datang, membuat ia dan beberapa pekerja lainnya sempat kerepotan. Namun, Arin bersyukur, itu tandanya warung ini makin banyak peminatnya. Itu juga berarti warung ini tidak jadi ditutup. Beberapa bulan lalu, warung ini  sempat diisukan tutup. Sebagai orang yang sudah berkerja di warung ini semenjak berdiri, Arin tentu sedih. Selain itu, jika warung ini ditutup, ia harus mencari pekerjaan baru. Untung saja, hal buruk itu tidak terjadi.

Pertemuan yang Tak Dinantikan

Percakapan telah usai, meninggalkan dia seorang diri dengan senyuman hangat yang mendesak memenuhi seluruh penjuru ruangan. Ditatapnya pantulan dalam cermin itu. Dengan puas dia puji kesempurnaan yang sudah terencana dengan sangat matang. Tidak ada satu pun persiapan yang luput dari perhatiannya. Semua dia lakukan untuk terlihat sempurna pada pertemuan ini.