ARTIKEL

Di Balik Koloni Milanisti, Indonesia-Italia
ARTIKEL

Di Balik Koloni Milanisti, Indonesia-Italia

Oleh: Arif Fadiyan Putra* Jangan pernah engkau berpetualang jika hendak mencari akhir darinya. Ia akan menggodamu ke ceruk-ceruk yang lebih menantang- (Koloni Milanisti) Sepenggal kalimat dalam novel Koloni Milanisti -Sebuah Hidup di Atas Mimpi-. Sebuah karya tentang apa itu mimpi. Ungkapan hati yang dituangkan pada tulisan, rangkaian sastra yang indah. Seolah menatap jauh kedepan, tajam dan santai. Ungkapan pada suatu perjalanan hidup yang harus disikapi dan jangan dilewatkan begitu saja. Penggambaran semangat yang tak pernah padam untuk selalu kreatif. Novel tentang perjalanan hidup untuk sebuah tujuan, purpose, walaupun terasa berat dan seolah tiada bahagia di ujung sana, tapi ia tetap percaya bahwa Tuhan selalu ada. Ia percaya bahwa sang Maha selalu mendengar dan melihat usahanya. da...
ARTIKEL, OPINI

Jurnalis Warga: Bunga Rampai Problematika Pers Indonesia Masa Kini

Oleh : Ubaidillah Reformasi pada tahun 1998 mempunyai dampak yang sangat signifikan bagi perjalanan Indonesia dewasa ini. Bukan saja dalam urusan politik negara, dampak sosial masyarakat pun sangat dirasakan. Kran kebebasan mulai terbuka, baik kebebasan berpendapat ataupun kebebasan berserikat. Tangan besi orde baru tidak lagi kuasa menutup kran itu rapat-rapat untuk melindungi status quo-nya. Kebebasan pers yang diancam dengan SIUP (Surat Izin Usaha Penerbitan) yang menjadi senjata pamungkas untuk membungkam pers yang mengkritik pemerintah sudah menjadi cerita sejarah. Terhitung sejak masa reformasi industri media kian berkembang di Indonesia pesat.Bermunculan baik dalam skala lokal, regional ataupun nasional. Kebebasan pers sudah dijamin oleh UU.No. 40 tahun 1999 diperkuat dengan disa...
Bukan sekedar Pers Mahasiswa
ARTIKEL, OPINI

Bukan sekedar Pers Mahasiswa

Oleh: Ubaidillah Konsep sistem demokrasi mengenal istilah Trias Politica yakni legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif. Ketiga lembaga tersebut menbagi kekuatan (sharing power) dengan tujuan agar saling mengontrol dan mengawasi sehingga tidak ada lembaga yang superpower dan mencederai demokrasi. Sebenarnya trias politica tidak hanya ada tiga lembaga. Tetapi ada satu lembaga yang tidak secara langsung berhubungan dengan ketiga lembaga tersebut tetapi mengawasi keseluruahan sistem. Pers berfungsi mengawasi keseluruhan sistem demokrasi agar sesuai dengan konstitusi yang berlaku. Lantas bagaimana dengan Persma. Apa itu persma? Arti persma secara etimologi yakni gabungan dua kata, Pers dan Mahasiswa. Menurut Wright (1988) Pers adalah bagian dari media massa yang memiliki empat fungsi, yaitu: (...
KLARIFIKASI MENYOAL SKETSA NEWS UPDATE
ARTIKEL, BERITA, FEATURE

KLARIFIKASI MENYOAL SKETSA NEWS UPDATE

Awal Spetember 2010 kemarin, LPM Sketsa menerbitkan produk berupa “Sketsa NEWS UPDATE” dengan judul berita “Berawal dari Nasi Bungkus, OSMB MIPA pun Bubar... Intervensi Birokrat dinilai Berlebihan”. Dua hari setelah terbit, redaksi Sketsa mendapat surat dari LPM SOLIDARITAS FISIP Unsoed untuk mengklarifikasi berita tersebut pada hari Sabtu (3/09) di Jl. Perjuangan Kampus FISIP UNSOED. Historis berita Pada saat pelaksanaan OSMB hari kedua, salah seorang reporter Sketsa mendapatkan SMS dari  seorang panitia OSMB SAINS 2010 (MIPA) dengan isi kurang lebih memberitahukan bahwa OSMB di kampus MIPA sudah dibubarkan lalu diikuti permohonan untuk diliput. Selanjutnya reporter tersebut melaporkannya kepada Pimpinan Redaksi, menanggapi laporan tersebut Pimpinan Redaksi langsung mengadakan rapat red...
Format Pers Mahasiswa Alternatif Masa Kini
ARTIKEL, OPINI

Format Pers Mahasiswa Alternatif Masa Kini

Pasca Reformasi, kebebasan bukan lagi menjadi barang yang “mahal”, dibanding saat Orde Baru. Pers umum tidak lagi terbatasi untuk content pemberitaan. Pers mahasiswa yang sebelumnya menjadi pers alternatif saatpers umum tak dapat berkutik dari hegemoni pemerintahan saat itu, kini seperti kehilangan arahnya. Berita yang aktual hingga control terhadap kebijakan Pemerintah, kini telah ‘direbut’ pers umum. Secara aktualitas hingga kualitas dan kuantitas SDM, persma tentu kalah dari pers umum. Berangkat dari kondisi inilah Sketsa mengadakan seminar nasional bertajuk “Mencari Format Pers Mahasiswa Alternatif Masa Kini”. Acara yang digelar pada Sabtu, 27 November kemarin ini diselenggarakan di Gedung Justisia 3. Untuk melihat persma dari berbagai sudut, Sketsa menghadirkan empat orang pembicara y...
PKM oh PKM
ARTIKEL, KAMPUS, OPINI

PKM oh PKM

Papan tembok di penghujung depan dekat pintu masuk Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), depan Fakultas Peternakan Unsoed separuh tidak nampak. Karena separuhnya tertutup daun dan ranting. Logo Unsoed yang seharusnya bertengger di ujung papan, lepas entah kemana. Sedikit miris memang, ditambah jalan masuk yang bergelombang. Walaupun terlihat dari luar seperti bangunan yang luas yang dapat menampung kegiatan mahasiswa, bangunan PKM terlihat tidak terawat dan ternyata menyimpan berbagai masalah. Bagaimana tidak, banyak bangunan yang tidak berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik. Padahal bangunan PKM ini dibangun dengan menggunakan lahan yang cukup luas, mungkin mencapai satu hektar. Sangat luas bukan? Tapi sayangnya bangunan ini kurang dimanfaatkan dengan baik, misalnya lapangan yang terletak di s...
Dewasa dalam Berpolitik di Kampus
ARTIKEL, KAMPUS, OPINI

Dewasa dalam Berpolitik di Kampus

Oleh:  Syafiq Naqsyabandi* Lewat setahun yang lalu, diselenggarakan pemilihan raya untuk presiden BEM Unsoed periode 2009/2010, dan terpilihlah Helmy Shoim Pramudyarto. Berbulan-bulan menjelang pemilihan tersebut, kampus Unsoed tampak ramai oleh pamflet para calon dan diskusi mengenai arah gerakan BEM Unsoed ke depan. Tapi sekarang, menjelang dilangsungkannya pemilihan raya untuk Presiden BEM Unsoed periode 2010/2011, suasana kampus masih sepi-sepi saja. Tanya kenapa? Mau tidak mau, bicara soal politik kampus, kita juga harus berbicara mengenai komponen (aktor) yang “bermain” didalamnya. Wacanamengenai adanya kepentingan luar yang dicoba untuk dimasukkan ke dalam kampus, adalah wacana zaman orde baru. Wacana tersebut secara sengaja dimassifkan oleh pemerintahan orde baru untuk menunjang...
Sebuah Coretan Untuk Bangkit
ARTIKEL, OPINI

Sebuah Coretan Untuk Bangkit

Patung Pak Dirman dan kudanya masih menantang langit menjadi simbol kegigihannya untuk melawan penjajahan di negeri ini. Namun nampaknya  ditanggal 20 Mei 2010, ia menjadi saksi atas keheningan mahasiswa Unsoed. 20 Mei merupakan momentum sejarah yang penting untuk bangsa Indonesia. Di tahun ini nafas-nafas perjuangan untuk bangkit dari keterpurukan yang dipertaruhkan pada masa lampau kurang dirasakan dalam diri pemuda saat ini. Peran pemuda untuk masyarakat sekitar  dan negara ini banyak diakui oleh beberapa orang mengalami penurunan. ( ada kutipan langsungnya). Untuk mengetahui permasalahan-permasalahan dan peka terhadap lingkungan sekitarnya menjadi sebuah hal yang kurang diminati rupanya. Padahal jika kita mencoba mengulas/membaca kembali sejarah, peran pemuda-pemudi amatlah berpengaru...
EDITORIAL BULETIN MEI 2009
ARTIKEL, OPINI

EDITORIAL BULETIN MEI 2009

Bulan mei adalah bulan yang penuh agenda bagi agent of change sepertikita ini. Jika dirunut, tanggal 1 Mei adalah May day atau hari buruh. Selanjutnya 2 Mei adalah hari pendidikan. Kemudian masih ada peristiwa bersejarah yang dicatat dengan nama “Reformasi”. Khusus untuk mahasiswa Universiatas Jenderal Soedirman ada momen tambahan yakni menghilangnya eksistensi rumah diskusi bernama warteg depan FISIP menjelang bulan Mei 2009. Hampir semua momen yang ada di bulan mei punya kaitan erat dengan mahasiswa. Tengoklah sebuah lirik lagu perjuangan “buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota, bersatu padu rebut demokrasi...“ bukankah status kita melegenda? Tapi masalahnya, apakah peran kita sebegitu hebatnya? Renungan ini penting mengingat harapan besar masyarakat yangdigantungk...
BOPP: Masalah Baru
ARTIKEL, OPINI

BOPP: Masalah Baru

Badai angin yang menandakan akan beralihnya Unsoed, entah BLU dalam waktu dekat ini atau BHP sebagai proyek jangka panjang semakin kencang. Tahun 2009 ini, Unsoed sudah berani secara terang-terangan memaksa calonmahasiswa barunya untuk merogoh kocek dalam-dalam demi satu kursi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Buku petunjuk pendaftaran SPMB lokal S-1 menyediakan pilihan angka (dalam jutaan rupiah) yang disebut Bantuan Operasional Pendidikan dan Pembangunan (selanjutnya disingkat BOPP). Besaran BOPP tersedia mulai level I sampailevel IV. Tertulis angka yang berbeda pada masing-masing levelnya dan meningkat pada tiap levelnya. Dalam halaman itu juga tertulis “BOPP diperhitungkan dalam proses penerimaan”. Beberapa kalangan menyebut BOPP sebagai pengganti POM yang kabarnya dibubarka...