ARTIKEL

Puntungmu Bencanamu
ARTIKEL

Puntungmu Bencanamu

Oleh: Nurhidayat* “Persentase konsumsi rokok di Indonesia dinyatakan terbesar se-Asia Tenggara. Peneliti sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, RA Yayi Suryo Prabandari, mengungkapkan jumlah perokok di Indonesia cenderung meningkat dari tahun ke tahun.” (tempo.co). Era ini, perokok semakin gencar untuk ‘dimusuhi’ dan ‘dikucilkan’, hal itu sangat terasa sekali dalam kehidupan, terutama di kampus. Mereka, mahasiswa yang cupu  dan ‘baik-baik’ tidak merokok, anak-anak rohis juga jarang yang merokok. Bahkan sempat ada fatwa haram untuk rokok, tapi perlu diingat, merokok bukan tindakan kriminal. Dan rokok itu tidak sehat, bukan tidak sopan. Mereka yang merokok secara bertanggung jawab, harus dilindungi hak asasinya untuk merokok. Nah, ukuran merokok yang ‘bertanggung jawa...
Kebudayaan Menurut Kaca Mata Budiman Sudjatmiko
ARTIKEL, BERITA, KAMPUS, UKM

Kebudayaan Menurut Kaca Mata Budiman Sudjatmiko

PURWOKERTO- Budiman Sudjatmiko, Anggota Komisi II DPR RI, berpandangan bahwa dalam sebuah peradaban yang maju, ada peradaban yang berakar pada kebudayaan. “Kalau Iptek terpisah dari kebudayaan, kita hanya menjadi konsumen peradaban, bukan produsen peradaban,” terangnya, Sabtu malam (10/10) dalam Awarding Night, Pekan Seni Soedirman 2015. Di acara puncak sekaligus acara penutup Pekan Seni Soedirman (PSS) 2015 ini, Budiman menuturkan bahwa kemajuan peradaban di Eropa saat ini terjadi karena bangsa-bangsa di Eropa mengembangkan kebudayaan gaya baru. “Kebudayaan lama yang mereka gali dari Romawi dan Yunani melalui Arab, mereka gabungkan dengan kebudayaan baru,” ungkapnya . Sedangkan Indonesia, saat ini telah jauh dari kebudayaannya sendiri. Hal itu terbukti dengan sulitnya mencari dokumen ...
Diskusi Publik “Mencari Pancasila” sebagai Penutup Bazar Buku Sketsa
ARTIKEL, BANYUMASAN, UKM

Diskusi Publik “Mencari Pancasila” sebagai Penutup Bazar Buku Sketsa

Oleh: Susilo Fathurrokhman Rangkaian kegiatan Bazar Buku LPM Sketsa ditutup dengan diskusi publik bertajuk “Mencari Pancasila”, Sabtu petang (26/9). Beberapa elemen mahasiswa turut hadir dalam diskusi yang berlangsung di Pendopo PKM ini. Diskusi ini menghadirkan Anang Fahmi selaku pembicara yang juga merupakan salah satu pendiri LPM Sketsa. Diskusi diawali dengan pemutaran film pendek mengenai pancasila kemudian dilanjutkan pemaparan materi oleh Anang Fahmi sebagai pemantik diskusi. Anang menjelaskan bahwa Pancasila telah ‘dihancurkan’ oleh rezim orde baru melalui Program Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Program P4 menurutnya telah merubah paradigma pancasila demi kepentingan penguasa saat itu. Namun, Anang tidak serta merta menyalahkan Program P4, perlu ada perbaikan. ...
Pasar Tradisional di Tengah Gempuran Modernisasi
ARTIKEL, OPINI

Pasar Tradisional di Tengah Gempuran Modernisasi

Oleh: Susilo Fathurrokhman Saat ini modernisasi telah menjalar ke seluruh sendi-sendi kehidupan manusia. Mulai dari sosial, politik, tetatanegaraan, budaya, hingga ekonomi tak lepas dari proses modernisasi. Modernisasi dalam bidang ekonomi salah satunya dapat dilihat dari bergesernya tren masyarakat dalam berbelanja. Pertumbuhan pasar modern berbanding lurus dengan pangsa pasarnya, sedangkan untuk pasar tradisional terus mengalami pelemahan. Menurut data AC Nielsen yang dirilis kompas.com, pada tahun 2007 jumlah pasar tradisional di Indonesia mencapai 13.550, kemudian menyusut menjadi 13.450 pada 2009 dan menyusut lagi menjadi 9.950 pada 2011.Dapat dilihat dengan gamblang bahwa pertumbuhan pasar tradisional mengalami tren penurunan sebesar 8,1%. Hal sebaliknya terjadi pada pasar mode...
Resolusi ASEAN dalam Pemenuhan Hak Penyadang Disabilitas
ARTIKEL, OPINI

Resolusi ASEAN dalam Pemenuhan Hak Penyadang Disabilitas

Oleh:  Andhika Dewantara Penyandang disabilitas atau dalam bahasa kasarnya cacat merupakan salah satu dari permasalahan sosial yang di alami oleh berbagai dunia saat ini. Berbicara mengenai masalah sosial menurut Horton dan Leslie, masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirasakan banyak orang tidak menyenangkan serta menuntut pemecahan melalui aksi sosial secara koletif. Sedangkan menurut Robert L, Barkermasalah sosial adalah suatu kondisi diantara masyarakat yang mengarah kepada respon sosial dari sesuatu yang melanggar beberapa nilai dan dari beberapa orang dan menyebabkan penderitaan emosional dan ekonomi, contohnya seperti kejahatan, kemiskinan, ketimpangan sosial, rasisme, penyalahgunaan obat-obatan, masalah keluarga, pendistribusian sumber daya yang tidak merata. Bedasarkan d...
Nasionalisme Ekonomi Melawan Freeport
ARTIKEL, OPINI

Nasionalisme Ekonomi Melawan Freeport

Oleh: Nurhidayat Sebagai anggota organisasi yang berlabel “Negara Merdeka” tentu saja saya enggan berkompromi terkait kemerdekaan. Itulah hal mutlak yang diyakini para pendiri negara ini. Bahkan, mereka menekankan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Filosofi yang wajar sebab para induk itu berjuang dengan musuh yang benar-benar musuh negara, penjajah. Nasionalisme yang saya singgung dengan tulisan ini adalah tentang investasiasing di Indonesia. Saya yakin, tim pengembangan ekonomi negara kita bukanlah pemikir yang ecek-ecek. Mereka berusaha untuk mencapai target ekonomi yang selangit. Kata-kata Jokowi dalam pidato APEC 2014 di Beijing kala itu punmengajak seluruh dunia untuk berinvestasi di Indonesia. “Wajar, negara kita tak punya dana,” banyak yang berkata seperti itu. Namun,...
Jokowi, Kami Tunggu Langkahmu
ARTIKEL, FEATURE

Jokowi, Kami Tunggu Langkahmu

Oleh : Ari Mai Masturoh Lagi dan lagi, kredibilitas Jokowi diuji. Kali ini terkait masalah pertikaian antara dua lembaga hukum yang seharusnya saling bersinergi menertibkan syariat penggunaan uang negara. Namun, sepertinya kedua lembaga tersebut malah terlihat ingin menjatuhkan satu sama lain. Semoga tidak seperti demikian, dan semoga itu hanya ada di pikiran saya yang sedang keruh ini. Masalah klasik yang saya-dan beberapa orang-kira tetap menarik bila ditelisik. Karena ini bukan kali pertama pertikaian itu terjadi. Sebelumnya pernah terjadi perang “Cicak Versus Buaya”yang berujung pada sikap presiden yang menyudahi pertikaian dengan membela KPK-kala itu presiden masih dijabat oleh SBY. Konflik yang sama dengan penyelesaian yang berbeda. Butuh waktu yang lama bagi Jokowi untuk mengamb...
Pengkornya Demokrasi Indonesia
ARTIKEL, OPINI

Pengkornya Demokrasi Indonesia

Oleh : Supriono Ketika saya masih berseragam sekolah menengah, saya pernah bercakap-cakap dengan Pak Prap dikantornya. Beliau hanyalah seorang staf TU sekolah yang bukan guru tak tetap, apalagi civil servant. Beliau nampak sedikit menggerutu waktu itu, disambi menyeruput kopi hitamnya yang nampak pekat sekali, ia mengeluhkan upah jerih keringatnya yang payah tak mundhak, sedangkan pegaweane seng saya manak. Ia hanya menandaskan “Lha wong kabeh mau kebutuhan, kebutuhan uripya werna-werna,” jelasnya dalam bahasa jawa atau bisa diartikan “Lha semua itu kan kebutuhan, kebutuhan hidup ya macam-macam.” Kebutuhanlah yang mendorong manusia untuk mencukupi hidup dengan jalan apapun untuk masalah itu. Kebutuhan pula yang mendorong manusia menjadi homo homini lupus, mendorong manusia menjadi seri...
GenBI: Memulai Misi Besar
ARTIKEL, BERITA, FEATURE

GenBI: Memulai Misi Besar

Oleh : Bernadeta Valentna Gedung megah Bank Indonesia (BI) Cabang Purwokerto terlihat berbeda pada Selasa(13/1), pukul 13.00 WIB kemarin.Walau cuaca kurang bersahabat, beberapa mahasiswa dengan jas almamater tetap berlari-lari kecil menghindari hujan dari parkiran demi sampai ke lobi BI. Dengan rok dan celana seragam warna hitam, serta jas almamater warna kuning gelap dan hijau terang, mereka terlihat kompak. Pelantikan menanti mereka di lantai dua ruang pertemuan. Ini bukanlah pelantikan organisasi UKM atau paguyuban biasa, melainkan sebuah pelantikan Generasi Baru Indonesia (GenBI). GenBI adalah organisasi resmi para penerima beasiswa Bank Indonesia. Beasiswa yang memiliki kualifikasi cukup tinggi ini diikuti oleh mahasiswa Unsoed dan IAIN Purwokerto. Pengurus yang dilantik adalah p...
Ternyata, Mahasiswa Sudah Aqil Baligh
ARTIKEL, OPINI

Ternyata, Mahasiswa Sudah Aqil Baligh

Oleh: Ubaidillah* Pernah suatu ketika LPM Sketsa mengundang seluruh pejabat tinggi di lingkungan Unsoed untuk memberi keterangan dalam diskusi publik tentang sebuah kebijakan makro, kebijakan Internasionalisasi kampus yang telah dikeluarkan. Dari pejabat setingkat Dekan, Ketua Lembaga, Pembantu Rektor sampai Rektor diundang dalam diskusi tersebut. Sarasehan ini berbentuk ilmiah dan terbuka. Landasan niat diskusi ini pun belum pada tahap penolakan atau penentuan sikap terhadap kebijakan tersebut, baru sebatas observasi atau pengumpulan informasi. Ya bagaimana mahasiswa mau bersikap atas kebijakan tersebut jika tidak didasari oleh informasi yang cukup. Informasi yang cukup meniscayakan partisipasi aktif dari mahasiswa, tetapi ketidaktahuan hanya memungkinkan mobilisasi yang semerawut. Na...