ARTIKEL

Menera Angan, Lalu Merawatnya
KESKETSAAN, OPINI

Menera Angan, Lalu Merawatnya

Oleh: Emerald Magma Audha* Seperti Émile Zola yang sedang tercekik, ketika karbon monoksida mulai menyesaki rongga paru-parunya, itulah yang sedang saya rasakan. Bedanya, otak saya yang tercekik, berbagai macam pikiran menyesaki. Saya tengah mencari sesuatu, lebih benar, tepekur. Dalam proses itu, sekelebat, ada yang merentas di rongga pikiran. Itulah ingatan. Saya jadi terkenang pada obrolan dengan kawan sejawat saya—kawan di lembaga Skëtsa, bercerita tentang angan masing-masing. Ada yang berangan besar seolah bernafsu pretensi, ada pula yang angannya penuh hal utopis sekalipun. Bahkan, angan tentang lembaga ini, lembaga yang sedang saya kulum amanahnya. Layar lembaga ini mau dikembangkan ke arah mana? Akan seperti apa jadinya? Agaknya seperti itu. Hasilnya, dari perembukan itu, ada bebe...
[RESENSI BUKU] Revolusi Digadang, Pers Dikekang
ARTIKEL

[RESENSI BUKU] Revolusi Digadang, Pers Dikekang

Oleh: Aziz Dwi Apriyanto* Judul buku : Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia Judul Asli : Sukarno: An Autobiography as Told to Cindy Adams Penulis : Cindy Adams Penerjemah: Syamsu Hadi Cetakan : Keempat, Edisi Revisi Tahun 2014 Ukuran : 16x24 cm Tebal : xvi+416 halaman Kategori : Autobiografi Penerbit : Yayasan Bung Karno—Media Pressindo Penerbit Asli: The Bobbs-Merrill Company, Inc, New York, 1965 "Aku ini bukan apa-apa tanpa rakyat. Aku besar karena rakyat, aku berjuang karena rakyat dan aku penyambung lidah rakyat" - Sukarno Mengapa Sukarno malah memilih ingin membungkam pers? Padahal, sewaktu pemerintahan kolonial Belanda, ia sering “memanfaatkan” pers untuk menyuarakan kritik. Lantas, kenapa Sukarno hanya sudi diwawancarai oleh Cindy Adams, si wartawati asal Amerika Serikat ...
[RESENSI FILM] Dosa Sang Kuli Tinta
ARTIKEL

[RESENSI FILM] Dosa Sang Kuli Tinta

Oleh: Aziz Dwi Apriyanto* Judul film : Shattered Glass Sutradara : Billy Ray Penulis : Buzz Bissinger, Billy Ray Bahasa : Bahasa Inggris Durasi : 94 Menit Tanggal Rilis : 26 November 2003 Film Shattered Glass berasal dari kisah nyata tentang Ste­phen Glass, seorang jurnalis dari salah satu majalah terkenal New York, The New Republic. Kariernya yang semula bersinar terang, meredup seke­tika tatkala dia dikabarkan menulis berita hoaks. Bukan fakta yang ditulis, tapi fiksi belaka. Kebusukan Stephen mulai terbong­kar ketika artikel “Hack Heaven” terbit. Mengetahui artikel tersebut, editor ma­jalah online The Forbes Digital kesal kare­na wartawannya tidak bisa mengangkat kasus serupa, sedangkan medianya kon­sen pada pemberitaan terkait hal digital. Salah satu jurnalis The Forbes pun pe­nasaran...
Penegakkan Egalitarianisme Pendidikan
ARTIKEL, BANYUMASAN, OPINI

Penegakkan Egalitarianisme Pendidikan

Oleh: Nurhidayat* Univeristas Jenderal Soedirman (Unsoed) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang sejak 1963 selalu (mengklaim bahwa dirinya) memegang teguh kearifan lokal dengan visi World Class Civic University-nya. Diyakini, sampai sekarang hal itu masih terjadi. Terbukti, dari kebanyakan spanduk-spanduk baru di kompleks pusat administrasi maupun di fakultas-fakultas selalu dihadiri frasa ‘kearifan lokal’. Namun, apakah benar? Ataukah semua prinsip sudah tidak melawan kearifan lokal? Saya mengajak pembaca untuk melihat Unsoed sebagai wahana menghabiskan waktu luang untuk belajar (Skhole-Yunani) sekaligus perguruan tinggi terbesar di Banyumas, bahkan di Jawa Tengah bagian selatan. Ketika ditanya soal kearifan lokal, kita sekarang justru bingung apa sebenarnya kearifan lokal? Mungkin...
HIKAYAT PARA REKTOR
ARTIKEL, BANYUMASAN, BERITA, FEATURE, KAMPUS, PENOLAK LUPA

HIKAYAT PARA REKTOR

Oleh: Anggita Rachmi Farida Universitas Jenderal Soedirman kini hampir berusia 54 tahun jika dihitung sejak diterbitkannya Kepu­tusan Presiden Nomor 195 Tahun 1963 tentang Pendirian Universitas Jenderal Soedirman. Semenjak berdi­ri, Unsoed sudah mengalami sebelas kepemimpinan. Sejarah mencatat bahwa Unsoed pernah dipimpin oleh sebuah dewan presidium, 9 rektor sejati, dan 1 rektor pengganti. Awalnya, Un­soed dikelola oleh sebuah yayasan dan dipimpin oleh Dewan Presidium. Dewan Presidium terdiri atas lima orang, seorang ketua dan empat orang anggota. Ketua Presidium waktu itu ialah Residen Banyumas R. Soemardjito. Ia memimpin Unsoed dari 1963 hingga 1965. Setelah Soemardjito lengser, Unsoed berturut-turut dipimpin oleh rektor berikut: Brigjen TNI RF. Soedardi, S.H. (1965-1974),...
HIDANGAN ISTIMEWA TROTOAR JALAN SOEDIRMAN
ARTIKEL, BANYUMASAN, BERITA, FEATURE

HIDANGAN ISTIMEWA TROTOAR JALAN SOEDIRMAN

Oleh : Rachmad Ganta Semendawai Terkadang, trotoar bisa menjadi lebih dari sekadar jalur pedestri­an. Beberapa orang bah­kan menjadikan luasan milik publik ini sebagai penggerak roda pereko­nomian bagi hidupnya. Ialah mereka, pedagang kaki lima (PKL) yang me­ramaikan persaingan bisnis di pesisir jalan, kala lepas petang. Wa­rung-warung PKL di pinggiran jalan raya tersebut menjajakan se­suatu yang sulit ditemui gerainya di pusat perbelanjaan modern. Malam yang sejatinya gelap mem­butakan, disulap menjadi remang kera­maian oleh keberadaan PKL. Cara yang berbeda dalam melayani pelanggan menjadi ciri khas masing-masing warung makan kaki lima. Ada yang berjualan menggunakan gerobak, menyediakan bangku atau kursi untuk pelanggan­nya, hingga mengajak pelanggannya berlemprak. Warung lempra...
[RESENSI FILM] Niat Mulia Sang Pemasar Narkoba
ARTIKEL

[RESENSI FILM] Niat Mulia Sang Pemasar Narkoba

Oleh: Ahmad Pradhana Adiputra* Judul film : Deep Web Sutradara : Alex Winter Produser : Alex Winter, Glen Zipper, Marc Schiller Narator : Keanu Reeves Genre : Dokumenter Bahasa : Bahasa Inggris Durasi : 85 Menit Tanggal rilis : 15 Maret 2015 Deep Web menceritakan sebuah situs internet yang sangat fenomenal di jagat raya internet gelap: Silk Road. Silk Road adalah salah satu pasar gelap dalam jaringan (daring) modern yang terdapat dalam deep web, bagian dari internet yang tidak terindeks oleh mesin pencari konvensional laiknya Google, Bing, dan lain-lain. Didirikan pada Februari 2011, Silk Road terus tumbuh menjadi situs yang masif dan penting di dunia perdagangan ilegal. Banyak sekali ragam komoditas yang dijual di Silk Road, 70% dari sekian banyak itu berupa narkoba. Semua transaksi dala...
Obat Pembasmi Hoaks
KESKETSAAN, OPINI

Obat Pembasmi Hoaks

Oleh: Mustiyani Dewi Kurniasih* Hoaks adalah bibit penyakit dalam sistem komunikasi massa. Layaknya virus yang menyebar sangat cepat melalui udara, hoaks menyebar cepat melalui jaringan internet, juga bisikan mulut ke mulut. Cara penularannya pun sangat gampang, hanya dengan sekali klik, seperti berbisik-bisik. Lebih parahnya, hoaks bisa diciptakan siapa saja yang terhubung dengan internet. Lalu, bagaimana cara membasminya? Atau, minimal, bagaimana agar kita tidak membantu penyebarannya? Skeptis adalah cara yang cukup efektif untuk itu, apalagi jika didukung dengan minat baca yang tinggi. *** Saya bingung ketika teman-teman seruangan menyuruh saya menyebutkan nama-nama ikan. “Maksude apa, sih?” jawab saya dengan dialek Banyumasan. Bukannya menjawab tanya, mereka malah tertawa terbahak s...
Melawan “Kepandiran” Pers Mahasiswa
KESKETSAAN, OPINI

Melawan “Kepandiran” Pers Mahasiswa

Oleh: Emerald Magma Audha* Kala membaca sebuah berita—yang katanya produk jurnalistik, kening saya langsung mengernyit, akal mumet. Tulisan itu tertampung dalam dua lembar kertas A4, ditautkan dengan staples di garis tengah. Lalu, kertas dilepit dua bagian, jadilah semacam leaflet delapan halaman. Terbitan itu bernuansa hitam putih. Saya menemukannya beberapa waktu lalu—menjelang permulaan semester gasal, tergeletak di lobi kampus sebuah fakultas. Lantas, saya membawanya ke kantor redaksi Skëtsa, memamerkannya ke editor senior saya, mengajak dia “corat-coret” leaflet. Saya masih ingat, sekitar lima bulan yang lalu. Ada banyak sekali coretan (baca: kesalahan) dijumpai, hampir di seluruh laman, bahkan di setiap paragraf tulisan. Itu baru dari tanda baca, salah ketik, atau huruf yang kuran...
Integrasi Buku pada ‘Burjo Goban’
ARTIKEL, BERITA, FEATURE, KAMPUS

Integrasi Buku pada ‘Burjo Goban’

Oleh: Lely Zikri Zulhidayah Buku tertata rapi di dalam rak sederhana. Bau harum bumbu tumis menusuk hidung. Terlihat, hiruk mahasiswa mengumpulkan ide-ide diskusi. ‘Burjo Goban’ sebutan acapnya. Sebuah warung bubur kacang ijo (burjo), yang tidak hanya menjual makanan, namun juga tempat berbagi ilmu. Burjo Goban adalah penjelmaan burjo yang dilengkapi budaya literasi: baca buku dan diskusi. Sucipto dan Belajati Raihan Fahrizi, sepasang sahabat yang juga mahasiswa tingkat akhir Sastra Inggris Unsoed, adalah dalang utama berdirinya perpustakaan yang melengkapi tempat makan murah meriah itu. Awal Mula Perpustakaan Burjo Goban Sucipto mengungkapkan bahwa kebiasaan pemilik warung Burjo menjadi salah satu yang menginspirasinya, “Kita dulu sering nongkrong di sini, ketemunya di sini. Ngom...