Riset Seberapa Sering Mahasiswa Unsoed Mengunjungi Perpustakaan

Penulis: Lintang Fitriana

Desain: Linggar Putri & Tsabita Ismahnanda
Desain: Linggar Putri & Tsabita Ismahnanda

Bagi mahasiswa, literasi bukan hanya kewajiban, tetapi sudah menjadi kebutuhan krusial. Setiap mahasiswa tentu membutuhkan informasi, referensi, serta wawasan baru. Hal-hal tersebut, dapat diperoleh dari kegiatan literasi. Banyak media yang dapat digunakan untuk berliterasi, salah satunya di perpustakaan. Dapat dikatakan bahwa perpustakaan adalah sahabat bagi mahasiswa.

Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh Tim Riset dan Dokumentasi Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Sketsa  pada 16 – 21 September 2025, seluruh mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (unsoed) sudah pernah mengunjungi perpustakaan, baik di UPT maupun perpustakaan di fakultas masing-masing. Namun, tingkat intensitas kunjungan masih terbilang rendah.

Frekuensi Kunjungan Mahasiswa ke Perpustakaan:

  • 12% → 3 bulan yang lalu
  • 36% → 2 – 3 bulan yang lalu
  • 4% → 1 bulan yang lalu
  • 32% → 1 – 2 minggu yang lalu
  • 12% → kurang 1 minggu yang lalu

Kegiatan mahasiswa di Perpustakaan:

Mahasiswa biasanya memanfaatkan perpustakaan untuk berbagai aktivitas, seperti mengerjakan tugas, skripsi, maupun kerja kelompok. Selain itu, mereka juga kerap mencari referensi dari buku untuk menunjang kebutuhan akademik. Tidak sedikit pula yang datang untuk belajar mandiri, membaca, atau sekadar melihat-lihat koleksi buku yang tersedia.

Kepuasan Fasilitas Perpustakaan:

  • 2%  → sangat lengkap
  • 32%  → lengkap
  • 52%  → cukup lengkap
  • 12%  → tidak lengkap

Peminjaman Buku:

Sebagian besar mahasiswa, yaitu 68% menyatakan pernah meminjam buku di perpustakaan. Sementara itu, 32% responden menyatakan belum pernah meminjam buku di perpustakaan. Buku-buku yang sering dipinjam mahasiswa, antara lain:

  • Fiksi (paling banyak) 
  • Non fiksi 
  • Semua jenis buku 
  • Tertarik keduanya

Alasan Mahasiswa Jarang ke Perpustakaan

Beberapa mahasiswa mengaku jarang berkunjung ke perpustakaan karena berbagai kendala. Beberapa alasan mahasiswa jarang mengunjungi perpustakaan di antaranya, suasana perpustakaan yang ramai sehingga sulit mendapatkan tempat duduk, parkiran yang penuh, serta keterbatasan waktu luang. Selain itu, ada juga yang merasa belum memiliki urgensi atau keperluan mendesak untuk datang, bahkan ada yang malas mengembalikan buku. Faktor lain adalah ketersediaan koleksi yang dianggap kurang lengkap, jarak yang cukup jauh, jam operasional yang terbatas, hingga kebiasaan belajar di rumah atau tempat lain yang lebih nyaman. Tidak sedikit pula yang merasa enggan datang karena koleksi buku dinilai kurang diperbarui serta tidak ada teman yang menemani.

Alasan Mahasiswa Sering ke Perpustakaan

Di sisi lain, ada pula mahasiswa yang rutin berkunjung karena menganggap perpustakaan sebagai tempat yang sejuk, nyaman, kondusif, dan dilengkapi banyak colokan. Mereka datang untuk mencari referensi ilmiah, buku, jurnal, maupun wawasan tambahan. Beberapa mahasiswa juga memanfaatkan perpustakaan sebagai ruang belajar dan tempat mengerjakan tugas. Selain itu, keberadaan fasilitas kampus yang mendukung membuat mahasiswa dapat langsung mencari referensi saat dibutuhkan.

Kritik dan Saran

Berdasarkan hasil riset, mahasiswa memberikan sejumlah kritik dan saran terkait fasilitas, koleksi, serta sistem layanan perpustakaan. Dari segi fasilitas, mereka berharap adanya penambahan kursi di luar gedung, peningkatan area diskusi, kebersihan yang lebih terjaga, dan optimalisasi jaringan Wi-Fi. Pada aspek koleksi buku, mahasiswa menyarankan agar perpustakaan memperbanyak jumlah koleksi, menambah variasi genre, memperbarui koleksi secara berkala, serta menyediakan lebih banyak novel fiksi. Sementara itu, dari sisi sistem dan layanan, mahasiswa menekankan pentingnya fleksibilitas jam operasional serta perbaikan petunjuk lokasi buku agar lebih mudah ditemukan sesuai kebutuhan.

Ketertarikan pada Buku

Hasil riset menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih tertarik pada buku fiksi dibandingkan jenis lainnya. Meski begitu, ada juga mahasiswa yang memilih buku nonfiksi, menyukai semua jenis buku tanpa terkecuali, maupun tertarik pada kombinasi keduanya. Sebagian kecil mahasiswa lainnya menunjukkan minat pada genre buku lain, di luar kategori tersebut.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Dominasi Film Horor: Strategi Aman Mengikuti Selera Pasar?

Penulis: Jeni Rindi Afriska Film kerap kali dibahas dalam perbincangan ringan antarteman, keluarga, maupun dijadikan sebagai…

Mengenal Hari Trikora: 19 Desember

Penulis: Monica Merlyna Hari Trikora merupakan peringatan bersejarah bagi bangsa Indonesia yang berkaitan erat dengan perjuangan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Mati Suri Jurnalisme Musik di Indonesia

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Dari Papan Catur Menuju Prestasi, SOCT 2026 Menjadi Sarana Menjaring Talenta Muda

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Demokrasi Dipertanyakan, Diskusi Publik Soroti Ketimpangan dan Kebijakan Negara

Penjajah Berdasi

Penjajah Berdasi

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Bumi Manusia: Membongkar Takdir Romansa Manis Berakhir Tragis di Tangan Bangsa Eropa

Relawan Gelar Duplik Amicus Curiae, Soroti Ketidakadilan Kasus Tahanan Politik di Banyumas

Relawan Gelar Duplik Amicus Curiae, Soroti Ketidakadilan Kasus Tahanan Politik di Banyumas