Oleh: Ryu Athallah Raihan
Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi saksi gegap gempita Soedirman Student Summit (S3) 2025 pada Senin (11/8/2025). Diikuti oleh sekitar 9.000 mahasiswa baru dari berbagai fakultas, hari pertama S3 menjadi ajang resmi penyambutan sekaligus pengenalan kehidupan kampus dalam suasana yang penuh semangat. Acara yang menjadi rangkaian kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ini berlangsung meriah sejak pagi hingga sore, meliputi Sidang Terbuka Senat Universitas, rangkaian S3, dan Expo Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) di Lapangan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara.
Sidang Senat Terbuka: Simbol Resmi Penyambutan Mahasiswa Baru
Prosesi Sidang Senat Terbuka menjadi penanda dimulainya rangkaian acara tahunan yang menjadi gerbang resmi bagi mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Acara dibuka dengan prosesi masuk Rektor dan anggota Senat Universitas, diikuti menyanyikan Indonesia Raya, serta laporan Penanggung Jawab Penerimaan Mahasiswa Baru.
Momen simbolis terjadi saat perwakilan maba menerima dan mengenakan jas almamater, disusul pembacaan Janji Mahasiswa dan menyanyikan Himne Unsoed bersama. Rangkaian prosesi ini menjadi penegasan komitmen awal mereka untuk menempuh pendidikan dengan penuh dedikasi, menjunjung tinggi nilai-nilai universitas, serta berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa melalui ilmu yang kelak mereka peroleh.
Dalam sambutannya, Akhmad Sodiq selaku Rektor Unsoed menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026. Ia menegaskan komitmen universitas untuk menjaga integritas dalam membimbing mahasiswa, memastikan setiap proses pendidikan berjalan optimal, serta menyiapkan mereka agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Menjadi tanggung jawab dan kehormatan bagi Universitas Jenderal Soedirman untuk membersamai proses saudara untuk meraih mimpi dan mewujudkannya bersama para dosen,” tuturnya.
Rangkaian acara berlanjut dengan kuliah umum oleh Yudha Heryawan Asnawi, dosen senior Institut Pertanian Bogor University (IPB University) sekaligus alumni FISIP Unsoed. Dalam pemaparannya, ia memotivasi mahasiswa baru untuk mengembangkan potensi diri, membangun jejaring, serta berani keluar dari zona nyaman agar dapat berkontribusi secara nyata di lingkungan universitas.
Dalam wawancara, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Norman Arie Prayoga, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk resmi penerimaan mahasiswa baru sekaligus sarana untuk mengenalkan civitas akademika kepada mahasiswa baru. “Apa yang dilakukan pada hari ini, kita sudah memperkenalkan penerima mereka sebagai mahasiswa baru dan sah. Mulai hari ini sudah menjadi mahasiswa Unsoed,” ujarnya. Ia menambahkan, “Kemudian kita hari ini memperkenalkan para profesor, para dekan, dan fakultas-fakultas lainnya yang ada di Unsoed. Nah, kenapa harus dikenalkan? Supaya adik-adik yang masih baru tahu bahwa di Unsoed ada beberapa fakultas, siapa dekannya, dan beberapa profesor yang dimiliki.”
Menurutnya, kegiatan ini digelar untuk memperkenalkan kepada mahasiswa hal-hal yang perlu disiapkan, termasuk pengetahuan dasar yang akan membantu mereka dalam menjalani perkuliahan. “Sebenarnya kita menggelar acara ini untuk memperkenalkan kepada mahasiswa apa-apa yang perlu disiapkan, pengetahuan dasar untuk adik-adik mahasiswa,” imbuhnya.
Dari Motivasi hingga Euforia: Rangkaian S3 Day 1 Berhasil Pecahkan Antusias Mahasiswa Baru
Usai prosesi Sidang Senat Terbuka yang khidmat, atmosfer mendadak menjadi sangat meriah dan penuh warna. Graha Widyatama Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) seketika meledak dalam euforia menyambut pembukaan acara Soedirman Student Summit (S3) Tahun 2025.
Segmen pembuka yang dipandu oleh kedua Master of Ceremony (MC), Sabrina dan Galang, ini menjadi jembatan antara nuansa formal di pagi hari dan kemeriahan rangkaian hiburan yang menanti. Suasana semakin hidup ketika sesi talk show menghadirkan Jovial da Lopez, yang membagikan pengalaman, wawasan, dan cerita inspiratif.
Dalam pemaparannya, Jovial da Lopez, konten kreator dan alumni Universitas Indonesia yang dikenal melalui karya dan gagasan kreatifnya ini, memotivasi mahasiswa baru untuk aktif membangun relasi, berani memulai hal-hal baru, serta memanfaatkan teknologi seperti Chat GPT secara bijak tanpa bergantung sepenuhnya pada kecerdasan buatan. Sesi ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif yang diwarnai tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengajukan pertanyaan kepadanya.
Usai talk show, panggung S3 kemudian diwarnai oleh penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menampilkan identitas dan kreativitas mereka di hadapan ribuan mahasiswa baru. Meski tak semua dapat melihat dari jarak dekat, suasana semangat dan rasa ingin tahu tetap terasa di seluruh penjuru ruangan.
Menjelang sore, segmen Resonansi menjadi pembuka menuju puncak kemeriahan. Irama musik berpadu dengan tata cahaya, membangun suasana untuk menyambut penampilan guest star yang telah dinantikan. Sorakan penonton pecah ketika Feby Putri, penyanyi pop-folk, naik ke atas panggung membawakan lagu-lagu populernya yang membuat semuanya ikut bernyanyi. Euforia pun memuncak hingga akhir acara, meninggalkan kesan emosional mendalam bagi mahasiswa baru maupun panitia S3 di hari pertama.
Kemeriahan hari pertama di Graha Widyatama ditutup dengan mobilisasi peserta menuju Lapangan Grendeng untuk menghadiri Expo UKM. Berbagai stand fakultas, paguyuban, dan unit kegiatan mahasiswa tingkat universitas memamerkan program kerja, prestasi, serta peluang keanggotaan.
“Tujuan kita adalah memperkenalkan UKM-UKM yang ada di Universitas Jenderal Soedirman, UKM-UKM yang letaknya di universitas. Jadi nanti adik-adik bisa memilih mau ikut UKM di universitas ataupun yang ada di fakultas,” tutur Norman Arie Prayoga. Di sisi lain, Teguh, mahasiswa baru Fikes, mengungkapkan antusiasmenya terhadap Expo UKM. “Seru sih, terus juga lihat UKM-UKM-nya banyak yang menarik. Ada UKM yang sesuai passion aku juga, makanya aku senang, lah,” ujarnya.
Agenda ini menjadi penutup manis sebelum rangkaian S3 berlanjut pada hari kedua, yang dijanjikan akan menghadirkan kejutan dan penampilan tak kalah meriah.
Menuju Puncak Perayaan: Antusiasme Mahasiswa baru dan Semangat Panitia dalam S3 2025
Sejumlah mahasiswa baru turut menyampaikan kesan mereka terhadap rangkaian acara S3 hari pertama. Febi, salah satu peserta S3, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. “Terbantu banget, karena yang sebelumnya kita masih di jenjang sekolah di SMA/SMK terus ke jenjang perkuliahan itu kita mengetahui bagaimana sih Unsoed, isinya apa aja, fakultasnya apa aja, dan bagaimana peraturan-peraturannya,” ungkapnya. Senada, Reinata menilai acara ini seru meski sedikit melelahkan. “Seru, tapi ada sedikit capeknya karena duduk terus, ya, beberapa jam. Bisa bareng teman-teman dan bisa lebih mengetahui apa itu di dalam Unsoed itu ada apa aja, gitu,” tuturnya.
Dari sisi panitia, Sefira Melanisha Putri, Project Officer S3 2025, mengapresiasi antusiasme peserta. “Alhamdulillah banget hari ini semuanya antusias, dan alhamdulillah semuanya enjoy sih. Aku sangat berterima kasih untuk maba-maba yang sudah excited untuk ikut S3,” ujarnya.
Hari kedua S3, Selasa (12/8), diproyeksikan menjadi puncak pesta kemahasiswaan Unsoed tahun ini. Selain parade yang melibatkan panitia, fakultas, paguyuban, dan UKM, panggung Graha Widyatama akan mengguncang lewat penampilan Lomba Sihir, dilengkapi special performance kenthongan dan Lala Land yang siap membakar antusiasme hingga ke puncaknya.
Reporter: Ryu Athallah Raihan, Milly Rizkiyana Pratiwi, Lintang Fitriana, Maula Rizki Aprilia, Helmalia Putri, Zahwa Syabila Rusydah
Editor: Zaki Zulfian






