Keefektifan Sertifikasi Halal dalam Mendukung Zona Kantin Halal Aman dan Sehat (KHAS)

Pihak Lembaga Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Unsoed saat ini masih menjalankan proses sertifikasi halal terhadap seluruh Kantin Fakultas Universitas Jenderal Soedirman. Pemberian sertifikasi ini bertujuan untuk membentuk ekosistem kantin yang halal, aman, dan sehat atau yang dicanangkan dengan nama zona KHAS. Guna mendukung zona KHAS ini, pemberian sertifikasi halal menjadi langkah awal sebagai bentuk pengklarifikasian kantin halal. Dalam proses pemberian sertifikasi ini, pihak LPPM Unsoed bekerja sama dengan PT Surveyor mengenai pemberian fasilitas selama proses sertifikasi ini berlangsung. 

Aksi Kamisan Sekaligus Seruan pada Buntut Pendidikan Komersial 

Sebagai bagian dari gerakan solidaritas, dilakukan Aksi Kamisan dengan mengangkat isu spesifik terkait Tragedi 12-15 Mei 1998, dan fenomena yang belakangan ini sedang hangat dibicarakan mengenai perampasan hak pendidikan. Dua tajuk Aksi Kamisan tersebut merupakan bentuk lebih konkret dari aksi demonstrasi pada 29 April lalu mengenai isu penurunan UKT. Aksi hari ini melibatkan partisipasi  2 lembaga dengan total sekitar 30 orang, yakni dari Aksi Kamisan Purwokerto dan juga Aliansi Soedirman Melawan. 

Aksi Kamisan: Dongeng Kala Pemilu?

Dongeng identik dengan cerita fiksi yang dianggap tidak pernah terjadi. Namun, bagaimana jadinya jika aksi yang berusia 17 tahun ini disebut-sebut sebagai dongeng di kala pemilu?

UKT Naik: Meningkatkan Akses atau Membebani Mahasiswa?

Kenaikan UKT (Uang Kuliah Tunggal) sedang menjadi isu yang hangat di kalangan mahasiswa, khususnya bagi mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Kenaikan UKT ini ramai diperbincangkan karena nominal kenaikannya yang sangat drastic, hingga dua sampai empat kali lipat nominal UKT tahun lalu. Kenaikan UKT ini mulai berlaku sejak ditetapkannya peraturan rektor nomor 6 tahun 2024 tentang Pendidikan Biaya Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman pada tanggal 4 April 2024. Selain nominal kenaikannya yang drastis, yang menjadi permasalahan dalam kasus kenaikan UKT ini adalah peraturan rektor tersebut baru dikeluarkan pada tanggal 23 April 2024, jauh setelah pengumuman hasil seleksi jalur SNBP. Hal ini seperti menjebak para calon mahasiswa baru (camaba) yang lolos seleksi jalur SNBP di Unsoed.

Aksi Mimbar Bebas: Refleksi terhadap Isu di Dunia Buruh dan Pendidikan

Bertepatan dengan momentum Hari Buruh Internasional pada 1 Mei dan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei kemarin, serta hasil konsolidasi yang dilakukan beberapa kali; segenap BEM universitas, Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dan elemen-elemen lainnya yang ada di Banyumas melakukan aksi mimbar bebas pada Jumat (3/5). Tajuk yang dibawakan berisi dua seruan: ”Naikkan Upah Buruh dan Berikan Pendidikan Gratis untuk Menunjang Kesejahteraan Umum Rakyat Indonesia”. Ada beberapa tuntutan dari gagasan tersebut, di antaranya yaitu mudahkan akses pada aspek pendidikan, pencabutan UU Ciptaker, dan naikkan upah buruh.

Lonjakan Drastis Biaya UKT di Unsoed, Mahasiswa Sampaikan Keresahan

Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akhir-akhir ini menjadi sorotan publik setelah turunnya Peraturan Rektor Nomor 6 Tahun 2024 tentang biaya pendidikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Hal ini dikarenakan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) mengalami lonjakan drastis yang diperuntukkan bagi mahasiswa angkatan 2024 dan seterusnya. Pasalnya, lonjakan tersebut mengalami kenaikan hingga 4 sampai 7 kali lipat. Informasi ini dibagikan tepat ketika mahasiswa baru jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) melakukan registrasi online sehingga menimbulkan keresahan.