Nepotisme Merajai Kehidupan Kampus

Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri, teman-teman terdekat saya seringkali ditarik masuk dalam sebuah organisasi atau kepanitiaan tanpa seleksi. Padahal, sistem seleksi telah ditetapkan sejak awal sehingga mayoritas menganggap hal ini berjalan adil tanpa tahu apa yang terjadi di balik layar sistem seleksi tersebut.

Enam Rekomendasi Tempat Makan Murah di Sekitar Unsoed yang Wajib Dikunjungi Mahasiswa

Warung Makan Pak Sidik adalah adalah salah satu warung makan rekomendasi para mahasiswa yang ingin makan enak dengan biaya terjangkau. Di warung makan ini, tersedia beberapa menu dengan  harga yang terjangkau. Nasi jeruk menjadi ciri khas di Warung Makan Pak Sidik, selain itu terdapat menu best seller nya yaitu paket nasi ayam geprek.

Tukang Parkir Liar: Tantangan Tersembunyi Bagi Kenyamanan Kota

Sebagai seorang anak kos-kosan, sehari-hari saya mengeluarkan uang dalam kisaran Rp3.000-6.000 hanya untuk parkir motor. Setiap tempat parkir biasanya mematok tarif sebesar Rp2.000 setiap kali parkir. Meskipun jumlah ini mungkin tidak signifikan bagi sebagian orang, bagi saya yang menghadapi keterbatasan anggaran, uang sebesar itu cukup dapat menguras kantong.

Menyikapi Circle Pertemanan di Kampus, Harus Bagaimana?

Circle pertemanan di kampus jauh berbeda dengan circle pertemanan semasa sekolah menengah. Hal itu bisa terjadi karena kebanyakan mahasiswa di suatu kampus memiliki latar belakang yang beragam, sehingga menimbulkan sikap dan sifat yang baru ditemui saat masuk perguruan tinggi.

Mendobrak Status Quo, Melawan Keimanan

Karena monster paling berbahaya adalah makhluk yang bersedia untuk patuh tanpa banyak tanya

Gatotkaca dan Togog

Jangan heran kalau di kampus ada kampanye kecil-kecilan untuk memilih para wakil mahasiswa dan pengurus baru karena itu memang sudah menjadi kebiasaan yang turun temurun. Dikatakan kecil-kecilan karena intensitas keramaian (atau katakanlah kesakralannya) tidak semeriah pemilihan ketua erte, calon tunggal sekalipun. Tidak percaya? Silakan hitung sendiri, pasti lebih banyak mahasiswa yang memilih mengantuk di kamar kos daripada berbondong-bondong menunjuk lubang hidung sejawatnya untuk dijadikan wakil mahasiswa atau pengurus baru. Sehingga kalau menyembul pertanyaan: apakah ini berarti kadar rasa demokrasi mahasiswa sekarang menurun? Saya kurang begitu paham.