Menggugat Tradisi Jurit Malam: Mengapa Ospek Kampus Perlu Diubah

Tradisi ospek kampus, khususnya praktik perpeloncoan, memerlukan pemikiran dan evaluasi mendalam. Kesejahteraan, keamanan, dan nilai-nilai etika mahasiswa harus diutamakan dalam setiap aspek pendidikan tinggi. Dengan mempertimbangkan penelitian ilmiah yang mendukung argumen ini, serta perlindungan hukum yang ada, kita dapat berharap untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, mendukung, dan sesuai dengan nilai-nilai inti pendidikan.

Toxic Masculinity dan Budaya yang Berkembang

Banyak yang berpendapat bahwa pekerjaan rumah seperti menyapu, memasak, mencuci, dan lain sebagainya bukanlah peran suatu gender melainkan sebuah kemampuan dasar yang sudah selayaknya dimiliki oleh semua manusia. Secara pribadi, saya menyetujui pendapat ini. Mengapa? Manusia terlahir dari berbagai macam latar belakang yang berbeda, termasuk latar belakang ekonomi. Tidak mungkin selamanya mereka akan terus berpikir dan menyepelekan pekerjaan rumah dengan berkata, “saya kan bukan pembantu, jadi untuk apa saya melakukan pekerjaan semacam ini?” atau justru karena didikan yang mereka dapat di lingkungan tempat mereka dibesarkan, mereka bisa juga berkata, “di rumah saya ga pernah disuruh ngerjain pekerjaan kayak gini, katanya laki-laki ga sepantesnya ngelakuin itu.” Menguasai kemampuan dasar itu bukan sesuatu yang memalukan, kok, bahkan jika yang melakukan adalah laki-laki sekalipun. Lagi pula, manusia pada dasarnya memiliki insting bertahan hidup dan akan bisa menentukan skala prioritas. Bila suatu saat setelah tidak hidup bersama orang tua dan memiliki ekonomi yang belum stabil, tidak mungkin mereka akan menghabiskan uang untuk membayar pembantu padahal mereka sendiri butuh makan dan uang yang mereka miliki hanya pas-pasan saja.

Nepotisme Merajai Kehidupan Kampus

Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri, teman-teman terdekat saya seringkali ditarik masuk dalam sebuah organisasi atau kepanitiaan tanpa seleksi. Padahal, sistem seleksi telah ditetapkan sejak awal sehingga mayoritas menganggap hal ini berjalan adil tanpa tahu apa yang terjadi di balik layar sistem seleksi tersebut.

Enam Rekomendasi Tempat Makan Murah di Sekitar Unsoed yang Wajib Dikunjungi Mahasiswa

Warung Makan Pak Sidik adalah adalah salah satu warung makan rekomendasi para mahasiswa yang ingin makan enak dengan biaya terjangkau. Di warung makan ini, tersedia beberapa menu dengan  harga yang terjangkau. Nasi jeruk menjadi ciri khas di Warung Makan Pak Sidik, selain itu terdapat menu best seller nya yaitu paket nasi ayam geprek.

Tukang Parkir Liar: Tantangan Tersembunyi Bagi Kenyamanan Kota

Sebagai seorang anak kos-kosan, sehari-hari saya mengeluarkan uang dalam kisaran Rp3.000-6.000 hanya untuk parkir motor. Setiap tempat parkir biasanya mematok tarif sebesar Rp2.000 setiap kali parkir. Meskipun jumlah ini mungkin tidak signifikan bagi sebagian orang, bagi saya yang menghadapi keterbatasan anggaran, uang sebesar itu cukup dapat menguras kantong.

Menyikapi Circle Pertemanan di Kampus, Harus Bagaimana?

Circle pertemanan di kampus jauh berbeda dengan circle pertemanan semasa sekolah menengah. Hal itu bisa terjadi karena kebanyakan mahasiswa di suatu kampus memiliki latar belakang yang beragam, sehingga menimbulkan sikap dan sifat yang baru ditemui saat masuk perguruan tinggi.