Program Kerja Carut Marut, Rapat Sampai Larut

Karena malam hari adalah waktu untuk manusia mengistirahatkan diri setelah menjalani hari, mungkin menyebabkan peserta rapat menjadi tidak dapat memaksimalkan performanya. Ditambah lagi jika ada tugas kuliah yang bertengger menjadi beban di pikiran sehingga tidak bisa fokus dalam forum. Kekurangan selanjutnya terkait rapat tengah malam adalah seringnya perubahan alur pembahasan menjadi lebih berbelit-belit dan memakan waktu. Hal tersebut bisa menurunkan tingkat keefektifan sebuah rapat.

Menggugat Tradisi Jurit Malam: Mengapa Ospek Kampus Perlu Diubah

Tradisi ospek kampus, khususnya praktik perpeloncoan, memerlukan pemikiran dan evaluasi mendalam. Kesejahteraan, keamanan, dan nilai-nilai etika mahasiswa harus diutamakan dalam setiap aspek pendidikan tinggi. Dengan mempertimbangkan penelitian ilmiah yang mendukung argumen ini, serta perlindungan hukum yang ada, kita dapat berharap untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, mendukung, dan sesuai dengan nilai-nilai inti pendidikan.

Toxic Masculinity dan Budaya yang Berkembang

Banyak yang berpendapat bahwa pekerjaan rumah seperti menyapu, memasak, mencuci, dan lain sebagainya bukanlah peran suatu gender melainkan sebuah kemampuan dasar yang sudah selayaknya dimiliki oleh semua manusia. Secara pribadi, saya menyetujui pendapat ini. Mengapa? Manusia terlahir dari berbagai macam latar belakang yang berbeda, termasuk latar belakang ekonomi. Tidak mungkin selamanya mereka akan terus berpikir dan menyepelekan pekerjaan rumah dengan berkata, “saya kan bukan pembantu, jadi untuk apa saya melakukan pekerjaan semacam ini?” atau justru karena didikan yang mereka dapat di lingkungan tempat mereka dibesarkan, mereka bisa juga berkata, “di rumah saya ga pernah disuruh ngerjain pekerjaan kayak gini, katanya laki-laki ga sepantesnya ngelakuin itu.” Menguasai kemampuan dasar itu bukan sesuatu yang memalukan, kok, bahkan jika yang melakukan adalah laki-laki sekalipun. Lagi pula, manusia pada dasarnya memiliki insting bertahan hidup dan akan bisa menentukan skala prioritas. Bila suatu saat setelah tidak hidup bersama orang tua dan memiliki ekonomi yang belum stabil, tidak mungkin mereka akan menghabiskan uang untuk membayar pembantu padahal mereka sendiri butuh makan dan uang yang mereka miliki hanya pas-pasan saja.

Nepotisme Merajai Kehidupan Kampus

Saya pernah melihat dengan mata kepala sendiri, teman-teman terdekat saya seringkali ditarik masuk dalam sebuah organisasi atau kepanitiaan tanpa seleksi. Padahal, sistem seleksi telah ditetapkan sejak awal sehingga mayoritas menganggap hal ini berjalan adil tanpa tahu apa yang terjadi di balik layar sistem seleksi tersebut.

Tukang Parkir Liar: Tantangan Tersembunyi Bagi Kenyamanan Kota

Sebagai seorang anak kos-kosan, sehari-hari saya mengeluarkan uang dalam kisaran Rp3.000-6.000 hanya untuk parkir motor. Setiap tempat parkir biasanya mematok tarif sebesar Rp2.000 setiap kali parkir. Meskipun jumlah ini mungkin tidak signifikan bagi sebagian orang, bagi saya yang menghadapi keterbatasan anggaran, uang sebesar itu cukup dapat menguras kantong.

Menyikapi Circle Pertemanan di Kampus, Harus Bagaimana?

Circle pertemanan di kampus jauh berbeda dengan circle pertemanan semasa sekolah menengah. Hal itu bisa terjadi karena kebanyakan mahasiswa di suatu kampus memiliki latar belakang yang beragam, sehingga menimbulkan sikap dan sifat yang baru ditemui saat masuk perguruan tinggi.