AKTOR BOHONG

Oleh: Rofingatun Hamidah

Ilustrasi: Dera Nafalia

Lagi-lagi, Kau tuduh kami tak berkualitas
Lagi-lagi, kami Kau jadikan kambing hitam yang ingin diberantas

Kami sekadar alibi, yang Kau susun sedemikian rupa untuk kesejahteraan sendiri
Apa salah kami?

Omong kosong!
Kami tak butuh argumen kopong
Ataupun elakan bohong

Tuan kami sudah memeras peluh
Untuk jadikan kami bermutu
Namun apa daya, Kau masih saja menggerutu

Apa yang sudah Kau lakukan?
Hingga Kau berhak menduakan
Apa yang harus kami lakukan?
Agar kami Kau banggakan

Kau buat kami murah
Bahkan tak segan-segan susah dirubah
Hingga tuan kami pasrah
Menunggu nasib yang tanpa arah

Sekarung dari kami
Permen saja tak mampu terbeli, barang satu biji
Apa lagi sebutir nasi?
Mau makan apa tuan kami ini?

Tetapi, Kau tetap bungah
Serta merasa tak pernah kalah
Yang kecil hanya bisa jengah
Yang besar tetap berdiri gagah

Benar, ucapanmu jauh lebih asin
Jika dibandingkan dengan rasa kami ini
Hingga Kau berani,
Mengganti kami dengan garam yang Kau pilih sendiri

Negeriku yang lucu
Negeriku yang dungu
Kita semua tahu
Permainan orang-orangmu, sudah tak lagi bermutu

Purwokerto, 28 Januari 2020.

*Mahasiswa Sosiologi Unsoed angkatan 2018.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Atas dan Bawah

Oleh: Muhammad Nur Siddiq di atas gedung-gedung menjulang menyentuh awan yang tak pernah jatuh bahkan lampu…

Hewan-Hewan di Ujung Jalan

Oleh: Farah Fauziah Di depan sana, asap mengepul Kikikan tajam memecah malam Langkahku ragu Apakah iya?…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Atas dan Bawah

Atas dan Bawah

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku