BIL Fest 2025: Gali Literasi, Bangun Kreativitas dari Para Komunitas

Oleh: Khofifah Nur Maizaroh

Para Hadirin yang Mengikuti Acara Pembukaan BIL Fest 2025 (11/6/25)
(beritaunsoed.com/ Nadia Amalia Wibowo)
Para Hadirin yang Mengikuti Acara Pembukaan BIL Fest 2025 (11/6/25)
(beritaunsoed.com/ Nadia Amalia Wibowo)

Banyumas International Literacy Festival (BIL Fest) 2025 resmi dibuka pada Kamis, 12 Juni 2025, di Hetero Space Purwokerto, menunjukkan sebuah langkah cukup besar dalam upaya meningkatkan literasi dan mengembangkan ekonomi kreatif di Banyumas. Festival yang digagas oleh Rahmi Wijaya ini hadir sebagai wadah besar untuk berkumpul, berkreasi, dan menggerakkan minat baca masyarakat. 

Rangkaian Acara BIL Fest 2025

Sebagai sebuah inisiatif kolaboratif dari berbagai komunitas literasi di Banyumas, BIL Fest 2025 menghadirkan acara yang beragam. Joyce Artha Kafi, Manajer Acara BIL Fest, menjelaskan, “Kalau dari konsep udah dari tahun kemarin, kalau eksekusi udah dimulai Februari, kita udah cari dukungan dari dosen-dosen Unsoed, UMP, lalu kita juga datangi media-media seperti RRI, Banyumas TV, gitu.”

Sesi Bincang Buku "Mungkin Puisi" Bersama Panji Sakti di BIL Fest (15/6/2025) (beritaunsoed.com/Helmalia Putri)
Sesi Bincang Buku “Mungkin Puisi” Bersama Panji Sakti di BIL Fest (15/6/2025)
(beritaunsoed.com/Helmalia Putri)

BIL Fest menjadi rumah berbagai bentuk ekspresi literasi selama sepekan dari 16 sampai 18 Juni 2025. Ragam bentuk ekspresi literasi tersebut meliputi bazar buku, pertunjukan musik, pameran komik, inkubasi penulis, serta talkshow.  Salah satu sorotan utama adalah kedatangan Panji Sakti, seorang penulis lagu yang juga menekuni dunia puisi. Panji Sakti berbagi pengalamannya dalam menulis puisi, yang menurutnya memiliki tingkat kesulitan di atas menulis lagu. “Pendapat saya, puisi itu seperti di atasnya musik dan lagu gitu kalo dimakom-makom gitu dikasih makom, dikasih tingkatan level gitu, puisi itu seperti kayak levelnya di atas karya musik gitu,” ungkapnya. Kehadiran sosok seperti Panji Sakti dalam BIL Fest diharapkan dapat menginspirasi pegiat literasi, khususnya kalangan muda, untuk lebih mengeksplorasi berbagai bentuk karya sastra.

Peran Komunitas dan Tantangannya

Rahmi Wijaya, Project Director BIL Fest, mengungkapkan bahwa festival ini lahir dari kebutuhan komunitas literasi di Banyumas akan ruang berkumpul dan menciptakan acara besar bersama. “Penginnya jadi ruang literasinya teman-teman, ruang kreatifnya teman-teman gitu,” tuturnya. Namun, tantangan terbesarnya itu mendapatkan dukungan sponsor, mengingat minat literasi di Banyumas masih tergolong sepi dibandingkan kota lain. “Jadi aku tuh bikin ini ya hampir nggak ada sponsor, hampir nggak ada dukungan gitu. Jadi benar-benar gotong royong dari ini volunteer benar-benar gotong royong dari komunitas buat bikin ini,” ungkap Rahmi. Meskipun terdapat kendala seperti perubahan konsep dan kurangnya komunikasi, semangat gotong royong panitia serta komunitas berhasil mengatasi problem tersebut.

Ekosistem Literasi dan Kreativitas Banyumas

Seluruh pihak memiliki harapan besar untuk keberlanjutan BIL Fest. Joyce berharap festival ini sukses dan terealisasikan di tahun-tahun berikutnya. Rahmi juga berharap BIL Fest memicu komunitas lain untuk berani berkarya dan berkolaborasi. “Aku pengennya semua komunitas jadi berani buat berkarya … nggak usah takut bikin sesuatu, ayo bikin aja kalo misalkan kamu punya ide, kamu punya gagasan, ayo bikin aja kita kolaborasi, kita bareng-bareng aja gitu,” pesannya. Rahmi mengharapkan agar ekosistem literasi di Banyumas semakin ramai, sejalan dengan visi dan misi Kemenparekraf untuk melahirkan sastrawan muda baru dan mendorong peningkatan ekonomi kreatif dari daerah.

Dukungan Penuh serta Harapan Besar

Acara ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI). Iman Santosa, Direktur Penerbitan dan Fotografi Kemenparekraf RI, menegaskan bahwa kementerian sangat mendukung acara literasi yang dijalankan oleh komunitas seperti BIL Fest. “Kementerian Ekonomi Kreatif sangat mendukung acara ini, karena sesuai dengan misi bapak menteri kami di mana pengembangan ekonomi kreatif dimulai dari daerah,” jelasnya. Ia berharap BIL Fest akan menjadi besar, setara dengan Ubud International Writers Festival, dan mampu memunculkan “Ahmad Tohari baru” dari Banyumas.


Perwakilan Bupati Banyumas, Djoko Setiono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, menyampaikan apresiasi atas inisiatif BIL Fest sebagai langkah awal dari seribu langkah untuk meningkatkan indeks literasi di Banyumas yang masih dalam kategori sedang. Ia juga menekankan pentingnya kegemaran membaca sebagai fondasi untuk olah pikir, olah rasa, dan olah ruh dalam menghadapi disrupsi teknologi informasi.  

Editor: Miqda Al Auza’i

Reporter: Khofifah Nur Maizaroh, Nurul Irmah Agustina, Tsabita Ismahnanda Purnama, Helmalia Putri, Maula Rizki Aprilia, Linggar Putri Pambajeng, Nadia Amalia Wibowo, Moch. Zidan Mustofa Aqil.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?