Hujan Kenangan di Musim Gugur

Di lembaran masa cilik yang tersusun rapih
Memori awal kehidupan tersimpan dengan sempurna,
layaknya sebuah karya seni yang tak ternodai
Bagai hikayat yang tak ditulis, kisah yang tak diucapkan
Bergema kuat di hati dan takkan pernah terhapus oleh waktu

Kembali

Aku memanggilmu, tapi kau terdiam
Kupikir diammu karena lelah
Istirahat sebentar tak masalah
Tapi tolong nanti kembali, ya?

Si Cantik Langit

Satu hari kamu biru
Kutatap indahmu yang syahdu itu
Awan berlagak bak perhiasan
Kian rupawan kamu dijadikan

Ratap Dekap Semesta Tergelak

Kepada helai bulu merpati melalang gusar
Pucuk cemara dan kayu manis melipir ke dahan pinus
Gemetar rimbun batu-batu tertumpuk
Kian termangu jati di tebing dan lembah
Sendiri, gundul

Rumah Kampung Halaman

Lelah datang sudah tak terhingga, namun rumah selalu menyapa

Hingga Purnama

Seberkas cahaya bersemi
Sudah tiba, sang bulan sabit
Biarpun bukan mentari
Setidaknya harapan mulai terbit