Menggugat Tradisi Jurit Malam: Mengapa Ospek Kampus Perlu Diubah

Tradisi ospek kampus, khususnya praktik perpeloncoan, memerlukan pemikiran dan evaluasi mendalam. Kesejahteraan, keamanan, dan nilai-nilai etika mahasiswa harus diutamakan dalam setiap aspek pendidikan tinggi. Dengan mempertimbangkan penelitian ilmiah yang mendukung argumen ini, serta perlindungan hukum yang ada, kita dapat berharap untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, mendukung, dan sesuai dengan nilai-nilai inti pendidikan.

Toxic Masculinity dan Budaya yang Berkembang

Banyak yang berpendapat bahwa pekerjaan rumah seperti menyapu, memasak, mencuci, dan lain sebagainya bukanlah peran suatu gender melainkan sebuah kemampuan dasar yang sudah selayaknya dimiliki oleh semua manusia. Secara pribadi, saya menyetujui pendapat ini. Mengapa? Manusia terlahir dari berbagai macam latar belakang yang berbeda, termasuk latar belakang ekonomi. Tidak mungkin selamanya mereka akan terus berpikir dan menyepelekan pekerjaan rumah dengan berkata, “saya kan bukan pembantu, jadi untuk apa saya melakukan pekerjaan semacam ini?” atau justru karena didikan yang mereka dapat di lingkungan tempat mereka dibesarkan, mereka bisa juga berkata, “di rumah saya ga pernah disuruh ngerjain pekerjaan kayak gini, katanya laki-laki ga sepantesnya ngelakuin itu.” Menguasai kemampuan dasar itu bukan sesuatu yang memalukan, kok, bahkan jika yang melakukan adalah laki-laki sekalipun. Lagi pula, manusia pada dasarnya memiliki insting bertahan hidup dan akan bisa menentukan skala prioritas. Bila suatu saat setelah tidak hidup bersama orang tua dan memiliki ekonomi yang belum stabil, tidak mungkin mereka akan menghabiskan uang untuk membayar pembantu padahal mereka sendiri butuh makan dan uang yang mereka miliki hanya pas-pasan saja.

Memperingati Hari Toleransi Internasional

Dalam dunia yang terus terhubung secara global, Hari Toleransi Internasional memegang peranan kunci dalam membangun fondasi untuk perdamaian dunia. Melalui edukasi, dialog, dan tindakan nyata, kita dapat membentuk masa depan yang lebih harmonis di mana setiap individu dihormati dan diakui. Mari rayakan keberagaman, karena dalam toleransi terletak kekuatan untuk mengubah dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua.

[MEDIA PARTNER] FORUM DISKUSI BESAR ADVOKAJI HIMAKOM

Halo, Generasi Soedirman Muda! Kalau bahas tentang Gender, pasti tidak bisa lepas dari yang namanya Stereotip…

Rektor Hadiri Audiensi Tanggapi Keraguan Mahasiswa Terkait PTN BH

Rabu (8/11) pukul 10.00 WIB, Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, menghadiri audiensi yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed dan fakultas. Hal tersebut sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mahasiswa terkait keresahan mereka tentang isu penetapan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH).

Tidak Ada Ruang Tanpa Kekerasan Seksual Termasuk Di Lingkungan Kampus

Tri Wuryaningsih, Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) Unsoed, saat ditemui awak Sketsa pada Jumat (08/09) menyatakan kondisi kasus kekerasan seksual di lingkungan Unsoed. “Sejak bulan Januari sampai dengan Agustus, sudah ada 17 kasus yang kita tangani,” ujarnya.