Mendobrak Status Quo, Melawan Keimanan

Karena monster paling berbahaya adalah makhluk yang bersedia untuk patuh tanpa banyak tanya

Gatotkaca dan Togog

Jangan heran kalau di kampus ada kampanye kecil-kecilan untuk memilih para wakil mahasiswa dan pengurus baru karena itu memang sudah menjadi kebiasaan yang turun temurun. Dikatakan kecil-kecilan karena intensitas keramaian (atau katakanlah kesakralannya) tidak semeriah pemilihan ketua erte, calon tunggal sekalipun. Tidak percaya? Silakan hitung sendiri, pasti lebih banyak mahasiswa yang memilih mengantuk di kamar kos daripada berbondong-bondong menunjuk lubang hidung sejawatnya untuk dijadikan wakil mahasiswa atau pengurus baru. Sehingga kalau menyembul pertanyaan: apakah ini berarti kadar rasa demokrasi mahasiswa sekarang menurun? Saya kurang begitu paham.

Fenomena Manusia Silver Dan Badut Lampu Merah Sebagai Kritik Sosial Kesenjangan Ekonomi Dalam Masyarakat

Oleh: Catur Mukti Wibowo* Terjadinya pandemi pada dua tahun ini menghadirkan dampak yang luar biasa bagi…

Fenomena ‘Latah’ Akibat Media Sosial

Oleh: Desi Fitriani* Pengguna media sosial di Indonesia saat ini semakin bertambah seiring berkembangnya zaman. Menurut…

Yuni, Pamali, Jeruji, dan Emansipasi

Oleh: Akhmad Idris* Baru-baru ini Indonesia seharusnya berbangga diri dengan prestasi yang diraih oleh film Yuni…

Ganja Medis yang Kelabu

Oleh: Alif Saviola Rakhman* Tanaman ganja secara umum mengacu pada pucuk daun, bunga, batang dari tanaman…