Mantra Bapak

Karya: Gita Amalia Suherlan

Ilustrasi: Widyana Rahayu
Ilustrasi: Widyana Rahayu

Entah nasib terlalu fakir

Atau bapakku lihai sihir?

Susah-susah kau berambisi

Meribut gali demokrasi

Lainlah kita berdimensi

Kuadu cawan minum lagi

Mantra bapak ahli jual beli

 

Bapakku andal jantur komodifikasi

Sendi dilibas dibayar kompensasi

Bapakku sang empu kursi tinggi

Padi bapakmu dimakannya demi aku diagungi

Pidana atau dosa?

Bapak sabda, rajai dunia

 

Tumpah peluhmu di ladang kompetisi

Kuda kupacu sekali

Dilahapnya kepala menteri

Ssssttt…

Ini rahasia dapur keluarga

Jangan lupa tutup mata dan telinga

Hukum negeri menggelar karpet merah untuk kita

Bapak bisik lagi mantra suaka

Kuasalah ilmu kebal jeruji penjara

 

Lelahmu laksana pekerja rodi

Urat leher tercekik demi edukasi

Tumpah dalam ironi

Setengah mati ‘bak musuhmu tirani

Selamat kau lelah dan miskin sendiri

Kini adalah zaman komersialisasi

Kulempar komisi makan validasi

 

Bapak kata culas itu resepnya

Bahan masak dibayar harga

Matang dari manusia berlidah tiga

Bermuka sewu rupa

Hukum yang kau baca hanya muslihat sejuta

Muslihat dari mantra bapak yang berkuasa

Editor: Helmalia Putri

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Demi Gelar

Oleh: Kania Nurma Gupita Bersama dia yang selalu di hati, Kopi hangat teman di malam sepi.…

Simfoni di Ambang Batas

Oleh: Dina Fitria Salsabila Di pelupuk matamu, euforia itu perlahan meluruh,  menjadi butiran keringat di atas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Demi Gelar

Demi Gelar

Simfoni di Ambang Batas

Simfoni di Ambang Batas