Rektor Tolak Menandatangani Berkas Pernyataan Mahasiswa

Marsha Azka meminta rektor menandatangani berkas pernyataan mahasiswa. Foto: Siti Sarah, Anggota BEM Unsoed
Marsha Azka meminta rektor menandatangani berkas pernyataan mahasiswa. Foto: Siti Sarah, Anggota BEM Unsoed

PURWOKERTO-Sekitar 10 menit sebelum Audiensi terkait UKT bersama Rektor berakhir di ruang rapat gedung rektorat lantai 1, Jumat (9/1), Rektor Unsoed Dr. Ir. Ahmad Iqbal menolak untuk menandatangani berkas pernyataan mahasiswa. Rektor beralasan ingin mempelajari lagi isi berkas tersebut. “Tidak bisa sekarang, saya butuh waktu untuk mempelajari lagi isinya (berkas pernyataan mahasiswa-red),” ujarnya.

Marsha Azka, Koordianator Somasi Unsoed meminta rektor untuk menandatangani berkas pernyataan mahasiswa. Tanda tangan itu berfungsi sebagai bentuk persetujuan atastuntutan terkait penghapusan level 6 dan 7 UKT dan megganti SK Rektor No.Kept.1081/UN.23/PP.01.00 tentang UKT tahun 2014.

Akan tetapi, menurut Reni Fendriani, staf Kementrian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) BEM Unsoed, berkas tersebut sudah diserahkan kepada rektor 10 hari sebelum audiensi diadakan. “Iya, padahal kan berkasnya udah diserahin kira-kira 10 hari yang lalu. Harusnya udah dipelajari sebelumnya,” tutur Reni.

Meski demikian, rektor berjanji akan membantu meringankan biaya UKT bagi mahasiswa yang kurang mampu. “Silakan ketemu saya lagi hari Selasa besok (12/1) jam 7.00 pagi untuk yang mau membicarakan keringanan UKT bagi yang merasa kurang mampu melalui DLM dan BEM,” ujarnya.

Sementara itu, Somasi Unsoed belum memiliki agenda lanjutan terkait sikap rektor yang akan menetapkan SK baru tentang UKT dengan penurunan leveltariff UKT dari 7 level menjadi 5 level dan rencana rektor untuk bertemu mahasiswa yang ingin mengajukan keringanan biaya UKT. “Untuk saat ini sih belum ada rencana. Nanti mungkin jam3 sore mau diomongin lagi di PKM. Kalo yang hari Selasa ketemu rektor lagi, nanti paling ketemu bareng-bareng lagi aja mahasiswanya,” ungkap Fikky Firdaus, aktivis Somasi Unsoed. (RachmaAmalia/Muthia Kusuma)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Gemah Ripah Loh Jinawi: Kemeriahan Acara Lengger Bicara 2026

Penulis: Muhamad Ade Ravi Mengusung tema besar Gemah Ripah Loh Jinawi, perhelatan kebudayaan Lengger Bicara 2026…

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru