Simfoni di Ambang Batas

Oleh: Dina Fitria Salsabila

Ilustrasi: Abida Fitratussawa
Ilustrasi: Abida Fitratussawa

Di pelupuk matamu, euforia itu perlahan meluruh, 

menjadi butiran keringat di atas diktat yang kaku. 

Dulu, kampus adalah panggung di mana mimpimu riuh, 

kini, ia adalah labirin sunyi tempat kau mencari pintu.

 

Kau terjepit di antara dua menara yang menuntut bakti, 

yang satu meminta suara, yang lain meminta hati. 

Kini, sebuah gerbang baru mulai mengetuk nurani, 

menambah riuh di pundak merindu rindu sepi.

 

Dengung pesan adalah simfoni yang paling bising, 

memaksa jemari merajai ruang di sela pening. 

Antara mencari kebenaran dan pengabdian yang pusing, 

rasanya kewarasan sedang menari di atas bening.

 

Ada harga yang harus dibayar untuk sebuah nama, 

yakni waktu istirahat yang luruh demi kerja bersama. 

Meski dianggap berbeda oleh kawan-kawan lama, 

aku tahu, ini adalah jembatan menuju dewasa yang utama.

 

Di balik wajah tenang yang seringkali ingin sembunyi, 

ada tanggung jawab yang tak mungkin dikhianati. 

Meski raga letih dan sesekali ingin lekas menepi, 

amanah-amanah ini adalah janji yang harus ditepati.

 

Biarkan lelah ini menjadi prasasti di lembar sejarah, 

bahwa di titik ini, aku tak pernah memilih untuk menyerah. 

Sebab puncak toga tak diberikan pada mereka yang kalah, 

tapi pada jiwa yang tangguh meski langkahnya berdarah.

 

Editor: Artika Putri Kinanti

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Kisah Para Raja

Oleh: Reny Diah Merriola Hari Senin ke kota lama, Pulangnya membawa kain jerami, Banyak orang menjaga…

Anomali Empat Penjuru

Oleh: Dina Fitria Salsabila Dulu aku hanya setitik tinta di sudut kertas yang sepi,  melukis garis-garis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat

Kisah Para Raja

Kisah Para Raja

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten

Pemda Angkat Kaki dari Forum, Mahasiswa Banyumas Raya Bersuara “Eksekutif Tidak Kompeten