Jadi Laki-Laki

Oleh Linggar Putri Pambajeng

Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng
Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng

Sinyo nekat berenang di kali,

Sebab dia lupa bawa sampan.

Ternyata susah juga jadi lelaki,

Memikul jutaan beban dan harapan.

 

Nona manis berbulu mata lentik,

Punya wajah yang tak layak dicaci.

Begitu air mata keluar setitik,

Langsung dia disangka banci.

 

Anak noni ketagihan silat,

Dia sampai lupa pulang ke rumah.

Mereka bilang, “Lelaki harus kuat!,”

Nyatanya lelaki pun punya titik lemah.

 

Si tuan membawa pikulan arang,

Memikul dan berjalan lewat jembatan.

Si abang kesal dipaksa harus garang,

Padahal hatinya penuh kelembutan.

 

Sinyo menyapa noni dengan cerah,

Lalu diajaknya dia ke luasnya taman. 

Katanya tak boleh curhat lelah,

Bagai robot tanpa seribu perasaan.

 

Meneer tua hanya duduk di selasar,

Sebab malas dan enggan jalan kaki.

Andai para orang kolot cepat sadar,

Putuslah rantai pembelenggu laki-laki.

Editor: Ryu Athallah Raihan

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Demi Gelar

Oleh: Kania Nurma Gupita Bersama dia yang selalu di hati, Kopi hangat teman di malam sepi.…

Simfoni di Ambang Batas

Oleh: Dina Fitria Salsabila Di pelupuk matamu, euforia itu perlahan meluruh,  menjadi butiran keringat di atas…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

Menelanjangi “Kodrat”: Mengapa Kartini Akan Menangis Melihat Kita Sekarang?

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

“Unsoed Berulah Lagi”: Mahasiswa Desak Transparansi dan Jaga Independensi Kampus 

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Resensi Film You Will Die in 6 Hours

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Masihkah Demokrasi Hidup di Bawah Bayang Pembungkaman?

Demi Gelar

Demi Gelar

Simfoni di Ambang Batas

Simfoni di Ambang Batas