Berapa Harga Mimpi di Pasar?

Oleh: Miqda Al Auza’i

 

Berapa Harga Mimpi di pasar
Ilustrasi: Linggar Putri Pambajeng

Hidup, kehidupan—bolehkah disebut tempat?

Bagi pertemuan-pertemuan panjang pun singkat.

Dan sore itu adalah yang nomor sekian,

ialah salah satu dari pertemuan;

berbuah kegelisahan, untuk bersama renungkan.

 

Hujan di kota enggan mereda,

mengiringi hiruk-pikuk yang tak berjeda.

Anak-anak yang tak kehabisan tawa,

kendati berat karung di pundak mereka,

meski dingin di telapak kakinya,

walau bakul tak kunjung ludes semua.

Hujan adalah kawan, yang penting besok makan;

celetuknya.

 

Toserba yang tak pernah tidur memberi ruang,

membawa kami pada perkenalan tak terencana.

Pada jiwa yang lelah kubawa, ia gamang,

mendengar binar mata bercerita segalanya;

perihal “aku” batal bersekolah,

dan “aku” sudah lama tak berumah,

pun “aku” yang dari lahir bersusah payah.

 

Lugu, naif … atau dinaifkan?

Siapa yang menjadikan demikian, ya Tuhan?

Siapakah nama yang kelak Engkau tuntut pintakan?

Semua dan segala bentuk pertanggungjawaban;

tentang apa yang mereka tanyakan,

kala hujan, yang ingin reda tapi enggan.

 

Ya pantas saja tak reda-reda,

kurasa hujan pun menangis karena,

ia bingung bantu jawab apa.

Pada ratapan yang menjelma tanya,

pada harapan yang nihil bentuknya;

Kak, jika di sekolah mahal harganya,

kalau di pasar mimpi dijual berapa?

 

Editor: Khofifah Nur Maizaroh

 

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Kisah Para Raja

Oleh: Reny Diah Merriola Hari Senin ke kota lama, Pulangnya membawa kain jerami, Banyak orang menjaga…

Anomali Empat Penjuru

Oleh: Dina Fitria Salsabila Dulu aku hanya setitik tinta di sudut kertas yang sepi,  melukis garis-garis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat

Ngopi Bareng Rektor, Mahasiswa Unsoed Tagih Kejelasan Janji Rektorat