Makhluk Tuhan Paling Sempurna

Oleh: Desi Fitriani

Ilustrasi: Sri Hari Yuni Rianti

Pergi ke kota bertemu Anya
Jalan bersama mencari makan
Akulah manusia, katanya
Puncak tertinggi kehidupan

Sore hari bermain bola
Malamnya dimarahi papa
Banyak mau besar kepala
Tak pernah sadar ia siapa

Kucing lari berburu tikus
Sayur mayur dimakan kelinci
Makhluk rakus selalu haus
Ego pribadi adalah kunci

Kayu lapuk terlalu rapuh
Hingga mengganggu terlalu bau
Tidak segan saling membunuh
Untuk dapat segala yang dimau

Jangan sedih, jangan merana
Hingga hidup jadi sia-sia
Dasar makhluk paling sempurna
Manusia yang tak seperti manusia

Di kebun binatang ada jerapah
Lihat dari jauh supaya aman
Sering merusak tanpa bersalah
Hingga masa depan jadi ancaman

Hasil bumi laku terjual
Dibayar tunai dengan harga mahal
Percuma dianugerahkan akal
Jika tindakan tidak pernah bermoral

Editor: Lili Amaliah

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Oleh: Abida Fitratussawa Pagi datang dengan wajah pucat. Langkah kaki tetap berjalan di tengah hati yang…

Sebuah Elegi di Sore Hari

Oleh: Lintang Fitriana Dalam lorong yang kehilangan pagi, seorang ibu mengayun langkah tanpa gizi, menenteng pasar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?