Aksi Penolakan Proyek di Desa Wadas oleh Mahasiswa Banyumas

Oleh: Desi Fitriani

Foto: M. Fauzan Akbar D.

Ratusan mahasiswa Banyumas menggelar aksi di depan gedung DPRD Banyumas pada Jumat (11/2) guna menyampaikan penolakan terhadap proyek tambang dan bendungan yang ada di Desa Wadas.

Pada pukul 13.00 WIB, massa aksi mulai berkumpul di area Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Unsoed. Massa aksi yang terlibat merupakan gabungan dari beberapa kampus dan organisasi mahasiswa di Banyumas. Sekitar pukul 14.00 WIB, massa aksi mulai bergerak menuju DPRD Banyumas dengan diiringi yel-yel yang terus disuarakan.

Setibanya di depan gedung DPRD, massa yang mengikuti aksi ini segera membentuk barisan untuk memperlihatkan poster dan spanduk yang menyerukan penolakan terhadap proyek di Desa Wadas. Dalam orasi-orasi yang disampaikan terdapat empat tuntutan yang ditujukan para mahasiswa kepada DPRD Banyumas agar bisa diteruskan kepada Gubernur Jawa Tengah.

Omeda Desamara, koordinator lapangan (Korlap) satu pada aksi ini menyampaikan keempat tuntutan, yaitu segera membatalkan rencana penambangan dengan mencabut SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/20/2021 yang menyatakan Desa Wadas sebagai tempat tambang batu andesit, menghentikan segala bentuk kriminalisasi dan represifitas terhadap warga di Desa Wadas yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Kemudian, mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk melindungi hak-hak warga Wadas atas ruang hidupnya dan mata pencahariannya serta membangun reforma agraria sejati berdasarkan UU Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia (HAM). Tuntutan yang terakhir yaitu untuk segera membuka akses masuk bagi kuasa hukum, media, pers, dan tim pendamping di Desa Wadas.

Foto: Nadya Salma

Bagus Adi Kusuma sebagai koordinator lapangan dua menyatakan massa aksi tidak puas dengan tindakan DPRD yang enggan menandatangani tuntutan tersebut.

“Jadi, kami meminta hubungan antara DPRD Banyumas dan DPRD Purworejo juga dengan Pak Gubernur (untuk-red) bisa menyampaikan surat (tuntutan-red) dengan dua perwakilan yang akan ikut ke Purworejo serta bertemu Pak Gubernur di Semarang,” ujar Bagus.

Setelah menyampaikan semua tuntutan dan mendapatkan tanggapan dari pihak DPRD Banyumas, massa aksi meninggalkan gedung DPRD Banyumas sekitar pukul 16.40 WIB.

Reporter: Nadya Salma, Desi Fitriani, Rahyang Pramodawardhana, M. Fauzan Akbar D., Aprilia Ani Fatimah

Editor: Alif Saviola Rakhman

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penulis: Farah Fauziah Sosialisasi KKN (Kuliah Kerja Nyata) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode Juli–Agustus 2026 memicu…

Polemik di Balik Pemilihan Rektor Unsoed, Antara Regulasi Hingga Tuntutan Transparansi oleh Mahasiswa

Penulis: Reny Diah Merriola Prosesi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) periode 2026–2030 telah mencapai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Atas dan Bawah

Atas dan Bawah

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Penyelesaian Polemik AMSP oleh LPPM Dinilai Belum Tuntas, Mahasiswa Tak Puas

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Meredam Dampak Kenaikan Harga BBM

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

Menenun Benang Merah: Sang Takdir Tak Kasat Mata

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

AI Semakin Canggih, Bagaimana Nasib Penerjemah?

Genggaman yang Menyelamatkanku

Genggaman yang Menyelamatkanku