Di Sini, Di Sana, Tak Ada

Oleh: Rofingatun Hamidah*

Ilustrasi: Alil Saputra

Di sini,
kubilang di sini!
Tak ada,
kau bilang tak ada yang tersisa.

Tentu saja aku murka,
kau selalu saja ingin bercanda.
Gunungku gundul, lautku bertumpuk sampah bejibun.
Sungguh, bumiku jadi mandul.

Kau duduk tenang,
tersenyum jumawa,
dan tak mau disalahkan.
Kubilang ini bukan miliknya,
kau gantian yang murka.

Kau bilang kau paling berkuasa,
aku, dia, dan mereka tak berguna.
Negerimu sendiri kau telanjangi,
Bangsamu seperti diludahi.

Kebenaran murah,
dibeli dengan sejumput rupiah.
Kemanusiaan terbelam,
sepele sekali,
kantongmu bahkan menariknya berkali-kali.

Di sana,
kubilang di sanalah keadilan.
Tak ada,
kau bilang takkan ada yang namanya keadilan.

Wonosobo, 24 Mei 2021

*Mahasiswa FISIP Unsoed angkatan 2018

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Oleh: Abida Fitratussawa Pagi datang dengan wajah pucat. Langkah kaki tetap berjalan di tengah hati yang…

Sebuah Elegi di Sore Hari

Oleh: Lintang Fitriana Dalam lorong yang kehilangan pagi, seorang ibu mengayun langkah tanpa gizi, menenteng pasar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Hari Anak Nasional: Menilik Kualitas, Kesejahteraan, dan Tantangan Era Digital

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru