Gugun Siswandi: Mereka Yang Miskin Informasi, Rentan Terpapar Hoaks


Gugun Siswandi saat mewakili Menkominfo Rudiantara meresmikan pembukaan acara Seminar Nasional dan Pelatihan Jurnalistik Nasional GMKI (24/5). Foto: Nur Komariah

PURWOKERTO-Staf Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia Gugun Siswandi memandang bahwa masyarakat sudah sepatutnya aktif dalam mencari informasi agar terhindar dari berita-berita hoaks. Menurut Gugun, di era digital yang serba cepat ini berita hoaks menjadi hal yang sangat membahayakan bagi masyarakat Indonesia. Dan mereka yang  malas mencari informasi lah yang akan lebih mudah tertipu oleh berita bohong.

“Mereka yang miskin informasi, rentan terpapar hoaks,” ucap Gugun saat mewakili Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara yang semula dijadwalkan hadir dalam seminar nasional bertajuk “Pemuda Dalam Pusaran Tranformasi Digital”, Jumat (24/5).

Menurutnya, akhir-akhir ini dunia maya memang sedang dibanjiri dengan  informasi dan berita bohong atau yang lebih di kenal dengan istilah “hoaks”. Masyarakat pun dapat dengan mudah termakan oleh tipuan hoaks dan bahkan turut menyebarluaskan informasi bohong itu yang tentunya sangat merugikan.

Dalam seminar yang diselenggarakan di Gedung KORPRI itu, Gugun menyebutkan tiga ciri utama informasi hoaks. Yang pertama, ia banyak menjumpai informasi hoaks yang mencantumkan kata “viralkan”. Menurutnya, informasi yang terindikasi hoaks lebih sering mencantumkan kata itu agar disebarkan oleh pembacanya.

Yang kedua, Gugun menjelaskan bahwa informasi hoaks merupakan hasil dari copy dan paste dari grup−media sosial−lain yang disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sehingga penting bagi masyarakat untuk mengidentifikasinya.

Dan yang terakhir menurut Gugun, terdapat kalimat yang berupa sanksi apabila tidak menyebarluaskannya, “Bila tidak menyebarkannya maka…,” ucapnya saat mencontohkan.

Bila ada informasi semacam itu, ia menghimbau kepada masyarakat untuk menghentikannya dengan cara tidak memperluas persebaran informasi bohong itu, sebab terdapat sanksi hukum bagi pelakunya, “Nanti ada konsekuensi hukumnya,” begitu jelas Gugun.

Di kesempatan itu, Gugun juga menguraikan beberapa hal lain yang bisa dilakukan masyarakat untuk menghindari informasi hoaks. Di antaranya, ia menghimbau kepada  masyarakat untuk selalu mengidentifikasi informasi sebelum bertindak.

Ia juga memperkenalkan sebuah situs website yang bisa digunakan untuk melihat berita-berita hoaks bernama stophoax.id. Di situs itu masyarakat bisa mengecek bila tidak yakin dengan sebuah informasi.

Selain itu, Gugun juga menghimbau masyarakat untuk mencari informasi di media mainstream atau media arus utama seperti televisi, radio, koran, dan majalah. Sebab, menurutnya media-media mainstream telah melakukan kaidah jurnalistik sebelum menerbitkan berita sehingga informasi yang disebarkan dapat dipertanggungjawabkan. [Mukti Palupi]

Reporter: Nur Komariah

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Lestarikan Budaya Banyumas, Festival Lengger Bicara 2026 Gaet Ribuan Penari Muda

Penulis: Reny Diah Merriola Yayasan Lengger Bicara kembali sukses menggelar festival kebudayaan tahunan “Lengger Bicara 2026”…

Aliansi Banyumas Raya Gelar Aksi Mimbar Bebas, Desak Mundur Prabowo-Gibran

Penulis: Kania Nurma Gupita Massa yang tergabung dalam Aliansi Banyumas Raya menggelar aksi mimbar bebas di…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Melintasi Alam Baka, Menerima Diri di Tengah Kalutnya Dunia

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Barangkali Besok Akan Lebih Ramah

Sebuah Elegi di Sore Hari

Sebuah Elegi di Sore Hari

Tamasya Tempat Kakek

Tamasya Tempat Kakek

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Di Antara Luka dan Kesempatan Baru

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?

Duta Kampus Unsoed Ikut Kunker Wakil Presiden, Mengapa Mahasiswa Mempermasalahkannya?