Dialog Bersama Rektor Berakhir Dengan Kekecewaan Mahasiswa

Kericuhan sesaat setelah rektor meninggalkan ruangan (2/5). Foto: Nur Komariah

Mahasiswa peserta acara “Dialog Bersama Rektor” meluapkan kekesalannya di dalam ruang rapat rektorat sesaat setelah rektor beserta jajarannya menghentikan acara secara sepihak dan memilih meninggalkan forum pada Kamis (2/5).

Acara dialog antara mahasiswa dan pihak rektorat yang diinisiasi aliansi Soedirman Melawan ini mulanya berlangsung damai.

Sejumlah delapan mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Secara garis besar, mereka menyoal UKT semester akhir, biaya bagi penggunaan fasilitas Unsoed, transparansi anggaran, beasiswa Bidikmisi yang tidak tepat sasaran, dan uang pangkal.

Rektor, wakil rektor, dan presiden BEM Unsoed saat mendengarkan aspirasi mahasiswa (2/5). Foto: Nur Komariah

Namun, belum selesai sesi dialog, acara berakhir ricuh dan berakibat pada nihilnya kesepakatan antara mahasiswa dan pihak rektorat.

Mahasiswa menilai, rektor tidak menanggapi secara konkret terhadap persoalan-persoalan yang telah disampaikan mahasiswa.

“Kami hanya meminta pak rektor (Suwarto-red) untuk menandatangani surat yang berisi tuntutan kami,” ucap Fakhrul Firdausi selaku Menteri Agitasi dan Propaganda BEM Unsoed.

Namun, pihak rektorat berpendapat, permasalahan dan tuntutan mahasiswa perlu mereka kaji lebih lanjut sebelum menentukan putusan.

“Kami akan mengkaji lebih lanjut mengenai tuntutan ini,” ujar Rektor Unsoed Suwarto sesaat sebelum meninggalkan forum.

Aliansi Soedirman Melawan akan mengadakan evaluasi guna menentukan langkah selanjutnya. [Mukti Palupi]

Reporter: Raisan Mumtaz

Redaksi

beritaunsoed.com adalah sebuah media independen yang dikelola oleh LPM Sketsa Unsoed dan merupakan satu-satunya Lembaga Pers Mahasiswa tingkat Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto.

Postingan Terkait

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Penulis: Widyana Rahayu Mahasiswa kini menghadapi perasaan dilema setelah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) terutama dalam…

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Oleh: Andika Brilyan Pada kurun waktu April hingga Mei 2026, sebuah ironi yang amat getir sedang…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jangan Lewatkan

Ratap Rakyat di Bawah Tirani

Ratap Rakyat di Bawah Tirani

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Mempersoalkan Masifnya Penggunaan Kecerdasan Buatan di Lingkungan Kampus dalam Karya Visual

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Ilusi Transparansi Informasi dan Pembungkaman di Era Informatika

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Problematika Penanganan Korban Kekerasan Seksual di Banyumas: Ketika Perlindungan Belum Sepenuhnya Terasa

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Sumpah Pemuda: Romantisme 1928, Krisis Lapangan Kerja, dan Apatisme Digital

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kilas Balik Aksi Tuntutan Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran